Saat Suami Kurang Melek Ilmu Parenting

Namanya juga parenting, peran suami dan istri sebagai orangtua tentu saja diperlukan. Artinya, suami istri wajib kerja sama dan melek ilmu parenting.

Bikinnya saja berdua, masa yang ngurus anak dan melek ilmu perenting cuma jadi beban istri saja. Iya nggak sih?

Ketika suami kurang melek ilmu Parenting  - Mommies Daily

Terus terang saja, saya merasa sangat beruntung jadi orangtua di masa kini. Di mana ilmu parenting sudah gampang banget didapatkan. Nggak kehitung lagi website yang menyajikan informasi soal parenting seperti Mommies Daily, termasuk banyaknya blogger sesama orangtua yang mau berbagi pengalaman. Belum lagi sekarang komunitas yang digarap oleh para pakar psikologi yang memudahkan kita mendapat ilmu soal parenting sudah menjamur.

Coba bayangkan bagaimana rasanya jadi orangtua di era orangtua kita dulu? Mendapatkan informasi seputar parenting tentu saja nggak semudah sekarang. Paling banter ya, harus beli buku khusus atau dengar petuah orang tua yang bisa jadi sekadar mitos. Belum lagi dengan pandangan yang menganggap ngurus anak cuma tugasnya ibu. Bahkan, banyak suami yang akhirnya tidak mengizinkan istrinya untuk bekerja. Katanya, “Tugas istri itu ngurus anak, bagian cari nafkah biar saya sebagai suami yang mencari”. Ujung-ujungnya nggak sedikit para suami atau ayah yang nggak hands on ngurus anak-anaknya. Benar kan?

Tapi zaman sudah berubah. Sekarang para suami sudah jauh lebih melek informasi soal pentingnya kerja sama mengurus anak. Lagipula, sudah ratusan penelitian yang membuktikan kalau ayah punya peran penting dalam pertumbuhan dan pembentukan karakter anak. Bahkan, tidak sedikit yang rela jadi stay home dad, bertukar peran dengan istrinya untuk mencari nafkah kalau memang peluang istri terlihat besar.

Beruntung, suami saya termasuk suami yang melek dengan ilmu parenting. Soal berbagi tugas dalam mengurus anak? Ah, nggak perlu ditanya. Suami saya ini sangat sigap. Apalagi kalau urusan jadi teman main, suami saya ini jagonya. Kalau kata anak saya, Bumi, “Bapak itu temen main aku yang paling asik.”

Tapi bagaimana kalau ternyata kondisinya terbalik? Maksudnya, Pak Suami masih juga belum melek ilmu parenting? Biar gimana, masih ada kok suami yang seperti ini. Menurut saya, sih, intinya lebih kepada komunikasi, bagaimana perlunya kita mengingatkan suami kalau up date ilmu parenting justru jauh lebih penting ketimbang up date soal berita politik dan olahraga.

Jadi apa yang bisa dilakukan?

Banyak ngobrol dan diskusi!

Iya, banyak ngobrol dan diskusi. Menurut saya, sih, ini poin penting dan utama. Saya sih, cukup mahfum kalau para suami ini kurang up date ilmu parenting dibandingkan istrinya. Mungkin mereka menganggap kalau up date soal parenting tidak sepenting up date berita nasioal yang jadi trending topic. Kalau kita sebagai istri memang lebih tahu, ya, jangan lupa untuk berbagi informasi. Banyakin ngobrol dan diskusi. Jadi jangan lupa masukan dalam daftar obrolan saat makan malam atau saat kencan. Sesekali sedang pillow talk juga nggak ada salahnya kok ngobrol soal ilmu parenting. Dari sini, kita jadi bisa bertukar informasi.

Perlihatkan website parenting

Seorang teman ada yang pernah bilang ke saya, kalau ia sering kali mempelihatkan website parenting ke suaminya. Diawali dengan ngobrol ringan kemudian teman saya ini mengajak suaminya diskusi berdasarkan artikel yang terdapat di website tersebut. Harapannya, sih, suaminya itu bisa ketularan untuk lebih melek soal ilmu parenting.

Ajak ikutan kegiatan di komunitas parenting

Seperti yang sudah sempat saya tulis di atas, sekarang sudah banyak banget komunitas yang berkaitan dengan ilmu parenting. Kalau memang materinya cocok dan waktunya pas, nggak ada salahnya untuk ajak suami ikutan acara komunitas seperti ini. Tapi mungkin harus perhatikan juga tema dan aktivitas yang diusung. Jangan sampai suami juga merasa nggak betah dan nyaman sepanjang acara. Kalau trauma, repot juga kan? :D

Umh, ada yang punya cara lain nggak bagaimana caranya supaya suami ikutan melek ilmu parenting?


Post Comment