Pertolongan Pertama Pada Bayi Tersedak

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Tetap tenang memang kunci segala kepanikan saat bayi tersedak. Tapi pengetahuan juga jadi pintu penyelamat.

Pertolongan Pertama Pada Bayi Tersedak - Mommies Daily

Beberapa waktu lalu, saya membaca di Daily Mail tentang bayi berusia 5 hari yang tersedak. Iya tersedak! Saya kira bayi hanya bisa tersedak saat ia sudah mulai mengonsumsi makanan padat. Namun, di artikel ini ditulis, bayi Natalie Beale (31), Kelsey Beale yang berusia 5 hari terlihat membiru. Kejadian itu berlangsung sehari setelah bayi dibawa pulang dari Rumah Sakit. Sekitar pukul 02.30 waktu setempat, Natalie yang masih terjaga meminta suaminya, Rich, untuk memantau kondisi Kelsey yang tidur di ruang sebelah. Tak lama kemudian, Rich kembali ke kamarnya dengan wajah panik. Ia menyebut bahwa Kelsey tersedak setelah bersin dua kali. Natalie bergegas menuju bayinya dan mendapatinya dalam kondisi yang membiru.

Beruntung, Natalie tetap tenang, dan meminta suaminya memanggil ambulans. Sementara ia mulai mencari cara untuk mengeluarkan benda yang menghalangi jalan napas anaknya dengan mempraktikkan pernapasan buatan (CPR). Kelsey mulai mengeluarkan buih dari mulut dan hidungnya. Sejenak terlihat ia tak bernapas sama sekali. Natalie tetap menyalurkan udara lewat mulut dan menekan-nekan dada anaknya. Perlahan aliran napasnya terasa.

Tak terbayangkan jika hal ini terjadi pada Gia (amit-amit, sih, ya, Moms). Bagimanapun, dari artikel itu saya jadi menyadari bahwa mengetahui informasi tentang pertolongan pertama pada bayi tersedak jadi sangat penting. Bayi bisa mengalami tersedak karena refleks menelan bayi belum sempurna dan rongga pernapasannya belum dapat membesar secara optimal. Sehingga, bayi belum bisa mengatur dengan baik aliran udara, makanan, atau minuman yang masuk melalui mulut.

Tersedak pada prinsipnya merupakan kondisi masuknya benda asing ke dalam saluran pernapasan, mulai dari tenggorokan hingga paru-paru (bronkus). Gejalanya, bayi mengalami batuk hingga muntah yang merupakan reaksi alami tubuh dalam usaha mengeluarkan benda yang tertelan. Kondisi ini tak boleh diremehkan. Sebab, komplikasinya dapat menyebabkan radang paru-paru (pneumonia) jika benda penyebab tersedak itu masuk hingga paru-paru, bahkan bisa memicu gagal napas dan tak sadarkan diri.

1. Kenali gejalanya dengan cepat
Saat bayi tampak kesulitan bernapas dengan kondisi dada yang tidak terlihat naik-turun, namun ia tidak menangis atau batuk, ia kemungkinan mengalami penyumbatan saluran pernapasan.

2. Metode pertolongan Heimlich
Metode ini merupakan cara mengeluarkan benda asing yang menyumbat saluran pernapasan anak tanpa menggunakan alat apa pun. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), metode ini dapat diterapkan pada anak di atas satu tahun ataupun di bawah satu tahun. Keberhasilannya sangat bergantung pada latihan dan keterampilan. Jika tidak terlatih, bukan mustahil bila kondisi bayi bakal memburuk.

Itulah sebabnya, kita juga perlu memerhatikan sejumlah prosedur berikut:

– Gendong bayi dalam posisi tengkurap. Posisikan kepala bayi lebih rendah daripada dadanya. Sangga leher dan dagunya dengan jari-jari Anda. Jangan sampai tangan Anda menutupi saluran napasnya.
– Tepuk punggung bayi, di antara tulang belikat dengan pelan ke arah bayi sebanyak 5 kali, menggunakan pangkal telapak tangan.
– Jika tidak ada benda yang keluar dari saluran napasnya, pindahkan bayi dan letakkan di atas meja atau lantai dalam posisi telentang. Baiknya, posisi kepala bayi lebih rendah dari badannya.
– Gunakan 2 jari sebagai bantalan di tengah tulang dadanya. Lalu tekan dengan cepat sebanyak 5 kali.
– Ulangi proses 5 tepukan di punggung dan 5 tekanan di dada sampai benda tersebut keluar atau sampai ia mulai batuk dengan keras, menangis, atau mulai bernapas.

3. Pernapasan buatan (CPR)
Metode ini dilakukan jika bayi mulai tak sadarkan diri atau pingsan. Berikut caranya:

– Buka mulut anak dan coba cari penyebab tersedaknya. Jika terlihat, ambil dengan jari Anda selama benda tersebut tidak di dalam tenggorokan. Percobaan pengambilan benda di dalam tenggorokan justru bisa membuat gejala tersedaknya makin parah.
– Jika benda penyebab tersedak itu tak terlihat, mulai berikan napas buatan dengan jalan menyalurkan udara melalui mulutnya.
– Saat udaranya tidak masuk, dengan tanda dadanya tidak terlihat naik-turun, miringkan posisi kepalanya dan berikan lagi napas buatan.
– Jika dada bayil masih belum juga terlihat naik-turun, Anda perlu memberi tekanan (kompresi) pada dadanya sebanyak 30 kali.
– Cek kembali apakah ada benda di saluran pernapasannya. Jika ada, singkirkan.
– Jika tidak menunjukkan hasil, lakukan kembali napas buatan dan kompresi dada hingga 2 kali.

Cara memberi pertolongan pertama pada bayi yang tersedak ini juga sebaiknya diketahui oleh anggota rumah lainnya, termasuk pengasuh. Jangan lupa menempelkan nomor telepon penting di tempat yang terlihat.


Post Comment