Perhatikan Ini Dulu Supaya Membonceng Bayi Bersepeda Tetap Aman

Membonceng bayi di bawah 1 tahun bersepeda ada syaratnya supaya ia terhindar dari cidera.

Senang, deh, lihat sekarang banyak mama-mama muda yang mengutamakan healthy lifestyle. Salah satunya dengan rajin berolahraga. Banyak olahraga keren yang dilakukan para mama ini. Yoga, pilates, muay thai, termasuk gowes sepeda.

Tunjuk jari yang suka gowes, atau bersepeda di Car Free Day. Ada juga yang gowes bersama keluarga di taman kompleks rumah. Nah, kalau mommies memiliki anak-anak yang sudah besar, tentu mereka sudah bisa mengayuh sendiri sepeda roda dua, tiga, atau empatnya.

Bagaimana kalau anaknya masih bayi, di bawah usia 1 tahun? Tentu saja bayi membutuhkan boncengan, atau kereta tambahan khusus. Hanya saja sebelum membeli boncengan paling canggih, ada syarat yang harus dipenuhi dulu oleh si bayi, supaya dia terhindar dari cidera.

Perhatikan Ini Dulu Supaya Membonceng Bayi Bersepeda Tetap Aman  - Mommies Daily

Leher kuat
Bayi harus sudah memiliki leher yang kuat untuk menyangga kepalanya sendiri.

Duduk sendiri
Tunggu sampai bayi sudah bisa duduk sendiri atau paling tidak bila dibantu, dia sudah bisa duduk tegak. Nggak perlu buru-buru, ya, moms.

Helm benar
Bukan cuma mamanya yang pakai helm, bayi pun harus pakai. Ukurannya harus pas di kepala bayi, dan memenuhi standar keamanan helm yang dikeluarkan pemerintah. Memang lebih mahal, sih, helm-helm berstandar keamanan internasional ini. Tapi ini demi keamanan anak-anak.

Nggak Lama-Lama
Pastikan aktivitas bayi di atas boncengan gowes nggak terlalu lama, ya, moms. Ahli ortopedi menyarankan untuk membawa bayi dari dalam kereta tambahan tidak lebih dari 3 jam. Lebih dari itu nggak baik buat bayi karena otot pada perutnya belum siap untuk kegiatan bersepeda dalam waktu yang lama.

Konsultasi dulu
Saran saya, sih, konsultasi dulu ke dokter sebelum membonceng bayi bersepeda. Mungkin buat kita, sekadar jalan-jalan gowes di komplek rumah bukan aktivitas yang berat. Tapi bagi bayi, aktivitas tersebut dapat dikatakan melelahkan. Padahal, dia ngayuh pedal juga nggak ya, hahahaha…

Ada lagi yang harus diperhatikan. Harus bisa mengukur kemampuan sendiri saat mengayuh sepeda. Kalau tadinya belum pernah membonceng bayi, sebisa mungkin didampingi, oleh suami misalnya. Soalnya kita perlu menjaga keseimbangan supaya saat membonceng bayi tetap aman. Kalau sudah pede, keseimbangan sudah terjaga, boleh, deh, memulai aktivitas gowes bersama bayi.


Post Comment