Punya Binatang Peliharaan? Hati-hati Dengan Penyakit Lyme

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Penyakit dengan gejala mirip penyakit flu ini, ternyata bisa berakibat fatal dan berkepanjangan.

Jujur saja saya sendiri juga merasa sedikit asing dengan penyakit ini. Teringat tahun 2015 lalu, saat infotainment memberitakan penyanyi Avril Lavigne yang menderita penyakit Lyme. Ketika itu, ia sampai harus terbaring di tempat tidur dan menyadari penyakit ini setelah banyak dokter gagal mengetahui penyakit Lyme ini. Avril mengaku mengabiskan banyak waktu di tempat tidur untuk pengobatan. Memang seberapa parah, sih, penyakit ini?

Punya Binatang Peliharaan? Hati-hati Dengan Penyakit Lyme - Mommies Daily

Penyakit lyme diawali dengan bintik merah di kulit yang kian melebar. Bintik merah ini akibat gigitan kutu yang menyebarkan bakteri Borrelia burgdorferi, penyebab penyakit Lyme. Menurut Centers for Disease Control, umumnya manusia terinfeksi melalui gigitan kutu yang belum dewasa, yang disebut nimfa. Karena kutu ini berukuran kurang dari 2 mm, kebanyakan orang tidak pernah melihat bentuk kutu yang sebenarnya.  Sehingga, tanpa disadari, tiba-tiba kulit memerah dan kian melebar.

Setelah kutu ini mengigit, akan mulai muncul gejala penyakit Lyme. Sebetulnya gejala penyakit ini beragam dan muncul secara bertahap. Jarang ada penderita yang langsung menyadari terkena penyakit Lyme begitu muncul gejala pertama. Ada beberapa tanda lain, yang umumnya muncul dalam jangka waktu 4 minggu, yang menandakan penularan penyakit ini, yaitu ruam pada kulit yang digigit dan biasanya tidak terasa sakit atau gatal, namun kadang terasa hangat. Berbeda dengan ruam biasa, ruam yang timbul akibat penyakit Lyme biasanya tidak membaik dalam 1-2 hari.  Bentuk ruam ini akan melebar seperti cincin dengan bulatan merah di bagian tangan. Tanda lainnya berupa badan yang terasa pegal-pegal, nyeri sendi, mengalami demam, kelelahan dan mengigil.

Penyakit Lyme sangat mungkin diderita anak-anak, terutama bila mommies memiliki binatang peliharaan. Sebab, kutu pembawa bakteri penyebab penyakit Lyme ini hidup di kulit binatang. Pada awal ditemukannya penyakit ini, kebanyakan kasus disebarkan oleh kutu rusa yang belum dewasa. Baru-baru ini, penyakit Lyme juga banyak menyerang di Amerika. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya populasi tikus, yang dianggap meningkatkan kutu pembawa bakteri penyebab penyakit Lyme. Umumnya, penyakit ini banyak menyerang saat musim panas tiba.

Menurut dr. Colin F Simbolon, General Practitioner dari MRCCC Siloam Hospitals, saat ada gejala seperti demam atau badan yang pegal-pegal setelah terkena gigitan, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Sebab, penyakit Lyme dapat memicu gejala lebih serius yang muncul berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian. Jadi, meskipun gejala-gejala lanjutan sudah hilang, Anda tetap dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter. Gejala yang reda belum berarti penyakit Lyme yang diderita sudah sembuh.

Saat penyakit Lyme dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan, penyakit ini bisa mengakibatkan beberapa gangguan lain seperti:

  1. Gangguan pada sistem saraf, misalnya otot wajah yang lumpuh/facial palsy atau tangan yang kebas.
  2. Sakit dan pembengkakan atau peradangan pada sendi yang dapat berpindah-pindah ke sendi lainnya.
  3. Inflamasi pada selaput pelindung otak atau meningitis.
  4. Gangguan jantung serta peradangan mata dan hati.

Salah satu langkah pengobatan penyakit Lyme adalah dengan mendapatkan antibiotik. Penderita penyakit Lyme bisa mengonsumsi antibiotik sampai dua minggu hingga satu bulan. Mungkin, saat sudah mengonsumsi antibiotik, rasa pegal atau gejala lain masih akan dirasakan. Hal ini dipicu oleh respons sistem kekebalan tubuh yang masih aktif untuk memerangi bakteri penyebab penyakit Lyme.

Dari hasil pencarian tentang penyakit Lyme, sayangnya penyakit ini tak bisa sepenuhnya dicegah. Tapi Mommies tetap bisa melakukan beberapa hal ini, untuk meminimalisir kejadian penyakit Lyme, seperti memeriksa tubuh anak dari ujung kaki sampai ujung rambut setelah mereka bermain. Saya bahkan memeriksa bagian belakang telinga, tengkuk leher dan bagian belakang lutut. Tak hanya usai bermain dengan binatang peliharaan, saat Dhia atau Gia bermain lari-larian di rumput, saya juga melakukan pemeriksaan tersebut.

 


Post Comment