Anak Alami Kejang Demam, Ketahui Tindakan yang Perlu Dilakukan

Orangtua mana yang nggak akan panik, bingung dan sedih kalau melihat anaknya mengalami demam hingga menimbulkan kejang atau febrile seizures. Untuk itu nggak ada salahnya kalau mencari tahu kejang demam dan bagaimana cara mengatasinya

Sejak anak saya, Bumi, masih bayi, bisa dibilang salah satu momok yang bikin saya khawatir adalah ketika anak saya mulai demam tinggi. Bawaannya tuh, parno kalau sampai mengalami kejang-kejang. Membayangkan anak kejang, dengan kondisi mata mendelik, badan yang jadi kaku, serta lidah tergigit, sudah ngeri bukan main.

kejang demam-mommiesdaily

Tapi punya perasaan ngeri atau khawatir saja tentu nggak akan cukup. Sebagai orangtua saya cukup sadar kalau perlu ilmu bagaimana cara yang tepat menangani anak yang mengalami kejang demam. Untuk itulah saya pun bertanya pada dr. Meta Hanindita SpA mengenai kejam demam pada anak atau Febrile Seizures.

Apa yang dimaksud dengan Febrile Seizures?

Febrile seizure atau kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 380C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium.

Seberapa umumkah kejang demam (febrile seizure)? Siapa saha yang berisiko mengalaminya?

Kejang  demam  terjadi  pada  2-4%  anak  berumur  6  bulan  –  5 tahun. Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian kejang demam kembali tidak termasuk dalam kejang demam. Kejang disertai demam pada bayi berumur kurang dari 1 bulan tidak termasuk dalam kejang demam.

Sejauh mana Febrile Seizures perlu diwaspadai? Apa dampak atau risiko jika anak mengalami Febrile Seizures yang berulang atau jangka panjang?

Kejang demam ini ada 2 macam:

  1. Kejang demam sederhana berlangsung singkat, kurang dari 15 menit, dan umumnya  akan  berhenti  sendiri. Tidak berulang dalam 24 jam, dan jenis ini merupakan 80% dari kejang demam.
  2. Kejang demam kompleks, dengan ciri:

-  Kejang lama > 15 menit

- Kejang fokal atau parsial satu sisi, atau kejang umum didahului kejang parsial

- Berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam

Kejadian  kecacatan  atau kematian sebagai  komplikasi  kejang  demam  tidak pernah  dilaporkan. Tapi, ada penelitian yang pernah melaporkan kelainan syaraf pada kejang lama dan berulang. Kejang lama berlangsung lebih dari 15 menit.

Apa saja gejala febrile seizure, dan apakah gejalanya berbeda dengan jenis kejang lainnya?

Gejalanya yang pasti kejang dan demam, sekilas hampir sama dengan jenis kejang lainnya namun membedakannya harus diikuti oleh anamnesis (penggalian riwayat), serta pemeriksaan fisik.

Apa yang menyebabkan Febrile Seizures? Apakah  benar karena faktor keturunan?

Penyebab kejang demam adalah demam yang terjadi secara mendadak. Demam dapat disebabkan infeksi bakteri atau virus, misalnya infeksi saluran napas atas. Tidak diketahui secara pasti mengapa demam dapat menyebabkan kejang pada satu anak dan tidak pada anak lainnya, namun memang diduga ada faktor genetik yang berperan. Yang pasti, kemungkinan kejang demam akan berulang meningkat pada anak yang orangtuanya dulu pernah kejang demam saat kecil.

Jika anak menalami Febrile Seizures, tindakan atau pengobatan apa yang perlu dilakukan orangtua?

  1. Tetap tenang dan tidak panik, ini yang paling susah yaa, apalagi buat emak-emak, hehe. Tapi memang orangtua memang perlu tenang lebih dulu.
  2. Kendorkan pakaian yang ketat terutama disekitar leher
  3. Bila tidak sadar,  posisikan  anak  terlentang  dengan kepala miring. Bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung. Walaupun kemungkinan lidah tergigit, jangan memasukkan sesuatu kedalam mulut.
  4. Ukur suhu, observasi  dan  catat  lama  dan  bentuk  kejang.
  5. Tetap bersama pasien selama kejang
  6. Boleh memberikan diazepam rektal (jika tersedia).  Dan  jangan  diberikan  bila kejang telah berhenti.
  7. Bawa kedokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung 5 menit atau lebih

 

 


Post Comment