Tips Ajarkan Remaja Mengatur Keuangan

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance.

Salah satu ilmu yang perlu dikuasai anak remaja adalah menguasai literasi keuangan dengan baik. Berikut beberapa tips yang uang bisa kita ajarkan pada anak remaja untuk mengatur keuangan.

Apakah ada diantara mommies yang memiliki anak yang akan memasuki masa remaja? Anak seusia ini mulai mencari jati diri dalam lingkungan tempatnya bersosialisasi. Dengan melihat perilaku teman-temannya, mereka ingin diberikan kebebasan untuk membelanjakan uang. Tingkat kepercayaan diri sangat berhubungan dengan kemampuan anak untuk membeli berbagai hal yang diinginkan.

Tips Ajarkan Remaja Mengatur Keuangan-mommiesdaily

Secara umum, tujuan utama yang orang tua sebaiknya tetapkan dalam mengajarkan remaja adalah meningkatkan kemampuannya untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk digunakan di masa depan. The sooner you save, the faster your money can grow from compound interest. Artinya, remaja harus memahami bahwa semakin hari daya beli uang akan semakin menurun secara nilai dan remaja harus mulai memikirkan masa depannya. Ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan untuk remaja usia 12 tahun hingga 15 tahun.

  1. Ajak Remaja Punya Tujuan yang Besar

Agar remaja punya semangat untuk menyisihkan, maka mereka sebaiknya menetapkan suatu tujuan keuangan yang cukup besar. Hidup adalah pilihan, dan selalu ada konsekuensi dibalik pilihan yang diambil. Saat menghabiskan uang untuk jajan, kepuasan mungkin bisa langsung didapatkan. Sementara jika anak menabung dulu, ia akan belajar bahwa untuk mencapai kepuasan yang lebih tinggi dibutuhkan kesabaran.

Misalnya, untuk anak remaja yang ingin memiliki perangkat gadget yang lebih canggih, maka orang tua bisa aja memberikan modal awal hanya sebesar setengah dari harga barang. Agar remaja dapat membeli, maka mereka harus mau menunda berbagai konsumsi kurang penting bulan ini agar uang dapat terkumpul.

  1. Uang Jajan Mingguan

Agar kemampuan mengatur uang dapat terasah, maka sebaiknya uang jajan diberikan setiap minggu termasuk untuk akhir pekan. Dengan demikian, remaja dapat mengalokasikan berapa besar uang jajan yang mampu dimiliki setiap hari dan juga berapa besar yang harus disisihkan untuk akhir pekan. Setelah penggunaan uang, maka ajarkan juga mereka memiliki jurnal pengeluaran agar dapat melakukan evaluasi terhadap cara penggunaan uang.

  1. Beri kebebasan pakai kartu ATM & Debit

Ada baiknya, remaja memiliki rekening tabungan sendiri yang ditujukan untuk pembelanjaan. Remaja sebaiknya belajar mengelola uang dengan menggunakan kartu ATM dan juga kartu debit untuk transaksi pembeliannya. Orang tua memantau dengan cara memasang fitur notifikasi sms untuk setiap transaksi dan juga membatasi jumlah dana yang ditempatkan di rekening belanja tersebut.

  1. Pengenalan konsep kewirausahaan

Anak usia remaja mulai dapat menelurkan ide kreatif, yang terkadang dapat menghasilkan. Hal ini sebaiknya didukung oleh orang tua agar anak tercipta jiwa kewirausahaan sejak dini. Hasil dari apa yang dikerjakan oleh anak sebaiknya dibagi dengan konsep alokasi untuk belanja, tabungan, dan beramal.

Live a Beautiful Life!

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.

 


Post Comment