Penting! Antisipasi Bau Mulut Menjelang Puasa

Halitosis atau bau mulut saat menjalankan ibadah puasa, kerap dialami sebagian orang, yang sebetulnya sangat mungkin untuk dicegah.

Nggak terasa, ya, mommies sebentar lagi bagi mommies yang beragam islam akan menjalankan ibadah puasa. Kalau kata suami saya, “hawa puasa”, sudah mulai terasa. Ada yang merasakan hal yang sama? Berbagai macam persiapan, dilakukan di sana sini. Yang paling khas, persiapan bahan-bahan makanan untuk sahur dan berbuka. Nggak nyetok terlalu banyak juga, sih. Minimal seminggu pertama, stok bahan makanan sudah aman.

Penting! Antisipasi Bau Mulut Menjelang Puasa - Mommies Daily

Image: www.halitosisrelief.com

Ada persiapan lainnya, yang kadang lalai dilakukan (saya juga mengakui hal ini *___*), persiapan kesehatan gigi dan mulut! Kebayang nggak kalau pas puas, mommies masih berkutat sama sakit gigi, harus tambal dan seterusnya. Pasti nggak nyaman, kan yaaa. Dan yang terpenting ibadah selama sebulan penuh jadi kurang khusyuk.

Nah, salah satu permasalahan mulut, yang kerap “mampir” selama puasa adalah “Halitosis”, atau bau mulut. drg. Felicia Melati, SpKGA dari BAMED Health Care, 17 Mei lalu, bertempat di bilangan Jakarta Pusat, berpesan, jangan lagi menganggap masalah ini sebagai sesuatu yang tabu untuk diobati dan merasa malu. 90% penyebab halitosis adalah berasal dari intra oral, atau dari dalam mulut. Urutan pertama biang keroknya, adalah oral hygine yang buruk. Berikutnya, ini dia beberapa penyebab halitosis yang kerap dr. Felicia temui.

  • Karies, yang disebabkan oleh sisa-sisa makanan yang menumpuk, dan akhirnya mengundang bakteri berkembang biak dengan pesat di sela-sela gigi. Dan menyebabkan bau mulut.
  • Karang gigi (kalkulus).
  • Tongue coating, permukaan di atas lidah yang berwarna keputihan. Jika tidak rajin dibersihkan juga berpotensi menyebabkan bau mulut.
  • Gigi palsu yang tidak dibersihkan dengan baik.
  • Tambalan yang sudah jelek.
  • Impaksi makanan, atau sisa makanan yang berada di antara gigi.

Penanganannya sendiri, tergantung dari beberapa penyebab di atas. Yang terpenting dr. Felicia berpesan menjaga oral hygiene, karena ini merupakan kunci utama multiplikasi bakteri. Dan  hal urgent lainnya. Wajib hukumnya membersihkan lidah, setelah gosok gigi. Kenapa lidah harus dibersihkan? Karena teksturnya yang berlekuk-lekuk dan bisa menjadi tempat sisa makanan besarang, dan akhirnya menimbulkan bau tak sedap.

Tak hanya itu, ternyata kebiasaan menyantap makanan dari panas langsung ke dingin, juga salah satu penyebab halitosis. Misalnya setelah mommies menyantap es buah, langsung makan sesutua yang panas. Peralihan suhu yang ekstream ini, akan memengaruhi kesehatan gigi dan mulut.

Bentuk perawatan sehari-hari, selain gosok gigi dan membersihkan lidah. Juga dianjurkan berkumur dan mouth wash setelah sikat gigi, atau dua kali sehari, tapi disarankan dr. Feli tidak setiap hari, melainkan dua hari sekali. Fungsinya menekan bakteri, dengan catatan mommies juga harus menyikat gigi dengan benar dan maksimal.  Untuk memilih mouth wash, pastikan bebas dari kandungan alkohol, untuk menunjang sah-nya ibadah puasa mommies sebulan penuh.

Jadi, mumpung masih ada waktu memeriksakan kesehatan mulut. Yuk, jangan tunda ke dokter gigi masing-masing. Supaya nanti, ibadah puasa sebulan penuh biasa nyaman dan fokus menjalankan semua ibadah :) Oh, iya, nggak terbatas untuk orang dewasa, si kecil yang sudah mampu berpuasa juga disarankan memeriksakan kebersihan gigi dan mulutnya.

Baca juga:

Alasan Kenapa Gigi Juga Perlu Serum

“Resep” Nadya Mulia Merawat Kesehatan Gigi Keluarga


Post Comment