Interview Outfits for Women

Suka atau tidak, penampilan juga ada pengaruhnya terhadap hasil wawancara kerja kita lho Mom! Jadi jangan sampai sembarangan memilih pakaian.

Katanya sih, jangan menilai seseorang dari tampilan luarnya aja. Masalahnya, suka atau tidak, kadang-kadang ada kondisi tertentu yang membuat kita cepat ‘menghakimi’ seseorang based on tampilan luar. Salah satunya ketika mewawancarai calon pekerja.

Ya, memang isi otak dan hati jauh lebih penting daripada dress atau sepatu yang dikenakan, tapi kan malas juga kalau ada calon karyawan yang ketika melakukan interview pekerjaan bajunya super seksi, sepatunya super blink blink atau kusut semacam nggak pernah disetrika.

Website workingmother.com baru-baru ini mengeluarkan Do’s and Don’ts lho mengenai interview clothes for women! Penasaran? Cek yuk point-point di bawah ini:

Interview Outfits for Women - Mommies Daily

1. Boleh unik namun jangan kebablasan
Biasanya kesalahan ini kerap dilakukan di dunia creative atau media. Merasa bahwa dunia creative dan media cenderung santai dress code bekerjanya, atau saking ingin menunjukkan bahwa kita kreatif (you can look from my outfit boss!), kita jadi terlalu semangat untuk tampil seunik mungkin dan lupa aturan dasar dalam memilih pakaian untuk wawancara kerja.

Saya pernah mencoret salah satu kandidat Art Director karena dia datang ke kantor dengan jeans sobek-sobek hingga ke pangkal paha, dan rambut awut-awutan *__*. Stick with the basics like pantsuits, sheath dresses and pencil skirts.

2. Jangan sampai pakaian kita lebih mencuri perhatian daripada kemampuan kita bekerja
Misalnya, hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat, transparan, sandal dan sejenisnya yang hanya membuat kita sendiri merasa tidak nyaman dan orang lain yang melihat kita juga tidak nyaman.

3. Tidak harus SELALU berwarna hitam
Saya nggak ngerti kenapa banyak orang ketika melakukan wawancara kerja cenderung memilih warna hitam untuk penampilan. Nggak salah kok kalau kita mau tampil dengan warna merah, biru atau krem, selama kita merasa nyaman. Cari tahu warna yang paling cocok dengan kulit tubuh kita.

4. Berpakaian sesuai dengan posisi yang akan Anda lamar
Melamar pekerjaan menjadi reporter tapi tampilannya ngalah-ngalahin Editor in Chief? Duh rada susah juga ya. Atau sebaliknya, apply untuk level Director tapi penampilannya nggak mencerminkan posisi yang kita apply. You need to dress to your level.

5. Nggak perlu barang bermerek dari atas sampai bawah
Ingin menunjukkan strata sosial Anda? Nggak usah! Jangan sampai penampilan Anda semacam iklan berjalan untuk berbagai macam brand ternama. Kaos bertuliskan Dior, tas berlogo LV size large, sepatu Christian Louboutin, gelang dan kalung hermes dst. Silau ah!

6. Pilih yang sesuai dengan lingkungan kerja
Jenis pakaian untuk bekerja di PR Agency tentu berbeda dengan jenis pakaian yang bekerja di bank nasional. Intinya, cari tahu gimana budaya berpakaian di calon kantor kita mom.

Nah, sekarang coba ingat-ingat bagaimana dengan mommies?


2 Comments - Write a Comment

Post Comment