5 Sebab Bayi Malas Menyusu

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Suka bingung dan galau saat bayi tiba-tiba mogok menyusu? Ternyata ini 5 sebab bayi malas menyusu.

Bayi itu, di awal-awal kehidupannya kan ‘kerjaannya’ hanya nyusu, tidur dan nangis ya. Jadi, kalau salah satu dari kebiasaannya itu berubah, sebagai orangtua baru pasti kita akan mudah menandainya, misalnya, salah satunya ketika si kecil mogok menyusu. Ini yang pernah saya alami dengan Gia. Suatu ketika, tiba-tiba Gia mogok menyusu walaupun saya sudah menyodorkan payudara. Semacam nggak semangat gitu. Bahkan ia juga pernah memalingkan muka.

Dari banyak literatur yang saya baca, aksi semacam ini dikenal dengan istilah nursing strike. Kabar baiknya, aksi ini seharusnya bersifat sementara. Meskipun demikian, saat Gia menolak menyusu, rasanya sangat ‘menyakitkan’. Seperti ditinggal pacar (jaman pacaran dulu, hahaha).

Aksi mogok ini ternyata tak terjadi begitu saja. Ada alasan mengapa bayi tiba-tiba malas menyusu. Beberapa alasan yang biasanya memicu hal ini, antara lain:

5 Sebab Bayi Malas Menyusu - Mommies Daily

1. Aroma baru
Setelah saya perhatikan, wangi baju yang berbeda membuat Gia malas menyusu. Ini terjadi saat saya mencuci baju lewat jasa laundry. Aroma baru khas baju yang di-laundry membuat Gia sukses melancarkan aksi mogok menyusu. Ini juga berlaku saat saya menggunakan parfum atau lotion dengan wangi yang berbeda.

2. Ibu stres, bayi ikut stres
Bagi saya, bayi adalah cenayang kecil yang sangat andal membaca pikiran ibunya. Terbukti, saat saya merasa tertekan oleh suatu hal sehingga timbul stres, bayi pun ikut merasakan. Ditandai dengan aksi mogok menyusunya, yang kemudian membuat saya menjadi lebih stres. Saran saya, sih, kurang-kurangilah stres selama menyusui. Susah, sih, tapi berbagi pada pasangan biasanya bisa meredakan stres.

3. Ada infeksi atau penyakit
Sebetulnya, adanya infeksi atau penyakit menjadi daftar pertama saya dalam melakukan mengecekan saat bayi tidak mau menyusu. Infeksi ini misalnya ada sariawan di sekitar mulutnya, ada luka di mulut, bayi mengalami infeksi telinga, atau hidungnya tersumbat. Mau tak mau, semua gangguan ini harus diatasi terleih dahulu. Dengan begitu, ia akan merasa nyaman kembali untuk menyusu.

4. Pengasuh baru
Well, drama pengasuh memang tiada akhirnya. Sebaik-baiknya pengasuh, ternyata bayi lebih peka saat ia merasa kurang nyaman dengan ‘orang baru’ di sekitarnya. Yang biasanya Gia selalu bersama saya, lalu datang pengasuh yang membantu saya menjaga bayi saat saya bekerja, ternyata membuat bayi kurang nyaman. Bagaimanapun bayi juga butuh adaptasi. Ini juga yang bisa membuat bayi melakukan aksi mogok menyusu.

5. Reaksi lebay
Sesama ibu menyusui pasti tahu betul bagaimana rasanya digigit. Suatu ketika, saya menjerit saat Gia menggigit puting saya. Ternyata reaksi berlebihan seperti ini membuat Gia kaget daaaaan kemudian malas menyusu.

Untuk mengatasi masalah ini saya punya satu kunci ampuh, yaitu sabar. Saat Gia benar-benar tak mau menyusu, saya memilih untuk menghentikan bujuk rayu agar ia mau menyusu dan menghiburnya dengan mengajaknya bermain. Saya pun lebih banyak memeluk, membelai, menggendong Gia untuk menumbuhkan kembali kedekatan kami. Saat Gia tak mau menyusu, saya tetap memberikannya lewat gelas atau sendok. Senyaman si bayi dan saya tentunya.


Post Comment