Hati-hati! Salah Membersihkan Kotoran Telinga si Kecil, Bisa Berakibat Fatal!

Bagian yang satu ini, kadang abai diperhatikan. Padahal telinga, juga memegang peranan penting sebagai indera pendengaran. Cari tahu cara terbaik membersihkan telinga si kecil, agar tidak membahayakan keselamatannya.

Ide artikel ini muncul, dari kebiasaan saya membersihkan telinga menggunakan cotton buds. Sampai ketika suatu saat, saya pernah membaca artikel, kalau kebiasaan saya ini, malah bisa membahayakan telinga. Artinya, alih-alih mau mengeluarkan kotoran telinga, malah mendorong kotoran telinga, jauh lebih dalam. Rasanya kalau nggak korek kuping abis mandi, ada yang kurang aja, mommies. Ada yang merasa sama kayak saya, nggak, sih? *cari teman

Hati-hati! Salah Membersihkan Kotoran Telinga si Kecil, Bisa Berakibar Fatal! - Mommies DailyImage: www.cdn2.momjunction.com

Namun, pas tahu ada teori yang tadi saya sebutkan, saya nggak melakukan hal yang sama ke Jordy anak pertama saya. Sebatas membersihkan bagian luarnya saja, tidak sampai masuk lebih dalam, lebih karena alasan belum ngerti, dan belum tau ilmunya juga.

Ternyata membersihkan telinga dengan cotton buds, tidak sepenuhnya salah kok mommies. Yang penting, tahu aturan mainnya. Kalau kata dr. Emma Agustini, Sp. T.H.T.K.L, dari Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro Jaya, membersihkan telinga dengan cotton buds, boleh-boleh saja.  Tapi harus orang lain yang membersihkan. Jangan kita sendiri. Kalau untuk anak, ibunya yang membersihkan, ayahnya yang memberikan penerangan. Hal yang sama berlaku pada kita orang dewasa.

Logikanya menurut dr. Emma, kalau kita membersihkan telinga sendiri dengan cotton buds. Kita tidak tahu kan, letak kotorannya dimana. Kalau mengorek lebih dalam, kemungkinan akan mendorong kotoran telinga ke arah ujung, ke arah gendang telinga. “Kalau sampai menumpuk di ujung, akan berbahaya. Karena yang pertama, dia bisa mengenai gendang telinga yang sangat tipis, atau akan menumpuk dan mengeras di dalamnya, jadi terasa sakit nanti,” jelas dr. Emma.

Frekuensi membersihkan telinga si kecil

Sama halnya seperti gigi, mommies juga perlu membawa si kecil setidaknya 6 bulan sekali ke dokter THT anak. Selain gigi dan telinga, juga disarakan dr. Emma, memeriksa rutin kesehatan mata. Khusus untuk telinga, pemeriksaan rutin dilakukan, untuk menghindari kotoran menumpuk di dalam telinga.

Namun, setiap anak akan berbeda kasusnya. Ada yang setelah, setahun dari terakhir waktu kunjungan telinganya masih bersih. Tapi ada yang hanya dalam jangka waktu, dari waktu  kontrol terakhir, kotorannya sudah menumpuk lagi. Kalau kasus yang seperti ini, dr. Emma bilang, bisa lebih sering datang 2 atau 3 bulan sekali. Semua akan tergantung dari keaktifan kelenjar kotorannya.

Sekedar tambahan informasi dari dr. Emma, mommies. Pada telinga manusia, ada kelenjar kotoran yang bernama serumen, kelenjar rambut dan kelenjar keringat. Kelenjar serumen pada anak-anak yang aktif dan mudah keluar keringat, biasanya kelenjar serumennya juga aktif. Tapi ada juga, yang kelenjar serumennya nggak aktif. Sehingga ada kemungkinan seumur hidup mereka, nggak perlu membersihkan telinga. Hal ini tidak berbahaya. Dan harap diingat, ini bukan faktor keturunan, ya, mommies. Bahkan dr. Emma, mengingatkan, keadaan terlinga kiri dan kanan, juga suka berbeda.

Sementara itu, untuk membersihkan telinga di rumah, dr. Emma, menyarankan bersihkan bagian luarnya saja. Dan praktikkan sama seperti cara di atas, gunakan penerang tambahan, berupa senter, dan dibantu orang ketiga. “Kalau takut membersihkan sampai ke dalam, di luar-luarnya saja. Kalau dilihat pakai senter bisa kelihatan. Kalau ada cokelat atau hitam menggumpal, itu berarti kotorannya. Tapi kalau misalnya lihat ke dalam telinga anak, terus melihat di ujung, seperti mutiara berkilau dan cahaya yang memantul, nah itu jangan dikutak-katik, itu gendang telinga! Makanya harus pakai senter.”

Tidak perlu membersihkan telinga setiap hari. Terlebih jika dikorek menggunakan cotton buds. Akan akan berisiko membuat liang telinga menjadi merah, lecet dan berujung bengkak. Kalau mau membersihkan telinga anak, boleh saja, sehabis si kecil keramas, dan habis berenang. Itupun sebatas, bagian yang basah saja. Dan menggunakan cotton buds ukuran baby.

Selanjutnya, mengenai usia. Dari sedini mungkin, lebih baik. Bahkan dr. Emma, pernah mendapatkan pasien bayi 2 bulan. Orangtuanya mengeluhkan, telinga anaknya bau. Setelah diperiksa, ternyata bukan kotoran, tapi sisa-sia lemak, setelah dilahirkan.

Jika telinga si kecil, terlanjur bermasalah karena kotoran telinga

Pertama-tama kita amati dulu, beberapa tanda si kecil kemungkinan besar ada gangguan di telinganya karena kotoran yang sudah menumpuk:

  • Telinganya bau
  • Untuk bayi. Gerakan tangannya “sibuk” menggaruk, pegang-pegang telinganya. Bisa kemungkinan gatal atau sakit.
  • Kalau anak yang sudah bisa bicara, biasanya akan mengeluh gatal. Atau, bisa juga diperhatikan, kalau dipanggil suka nggak dengar. Lalu kalau menyalakan TV, volumenya harus kencang. Ini harus curiga, kemungkinan telinga kotor.

Jika ada ciri-ciri di atas, segera ke dokter, ya, mommies. Nantinya dokter akan menentukan treatment pengobatan seperti apa, yang akan diberikan kepada si kecil. “Kami lihat dari konsistensi dari kotoran telinganya. Ada yang keras, lembek. Kalau yang lembek, biasanya disedot dengan alat khusus. Atau diirigasi, dicuci dengan memasukkan air suam kuku. Nanti disemprot ke dalam telinga, nanti kotorannya keluar semua.” Jelas dr. Emma.

Lain hal jika kotoran telinga sudah mengeras. Untuk anak yang sudah besar, dan kooperatif dan bisa menahan sakit. Diangkat menggunakan alat khusus, yang memang  agak tajam. Diangkat pelan-pelan. Kalau cara ini nggak berhasil, diberikan obat tetes dulu untuk melunakkan kotoran. Yang dikerjakan di rumah, sekitar 3-4 hari, sehari bisa 4/5 kali meneteskan. Nanti baru dibawa ke THT. Nah, nanti karena udah lembek, nanti bisa disedot atau disemprot, seperti alternatif pertama tadi.

Do and dont’s membersihkan telinga bayi atau anak

  • Hati-hati, jangan pada saat anak tidur. Emma, berkisah, ada kasus, pasien datang bawa anaknya, dengan liang telinga anaknya tertusuk cotton buds. Karena ibunya membersihkan telinga anak pada saat si anak tidur. Nah, pada saat benda asing masuk ke telinga kita, anak akan reflek, bisa ditepis dengan tangan ibunya atau dia bergerak, ketusuk lah telinga si anak. Beri pengertian pada anak, ini dibersihkan luarnya saja, lho. Pelan-pelan saja, jangan sampai percobaan pertama, sudah membuat dia takut.
  • Jangan membersihkan telinga, saat ada kegiatan. Karena nanti tersenggol dengan yang lain, nanti bisa melukai telinga si kecil. Kalau punya anak kecil, cotton buds, juga jangan ditaruh sembarangan. Atau benda apapun yang berisiko mencelakai telinga si kecil.
  • Hindari membersihkan telinga dengan pembersih telinga yang terbuat dari besi, ujung bulu ayam. Karena kalau terlalu tajam akan mengiritasi liang telinga.

Semoga semua informasi yang saya bagi, bisa mencerahkan mommies, ya. Jadi mulai sekarang, jangan lupa membawa si kecil ke dokter spesialis THT, 6 bulan sekali :)

 

 

 


Post Comment