6 Nutrisi Untuk Meningkatkan Imunitas Anak

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Imunitas anak menurut saya seperti misteri. Kadang bagus, tapi tiba-tiba bisa drop tanpa sebab. Ini dia nutrisi untuk meningkatkan imunitas anak.

Imunitas Anak - Mommies Daily

Ini terjadi pada kedua anak saya. Sehari lalu rasanya mereka sehat-sehat saja, berlarian ke sana sini, makan banyak, minum cukup, istirahat juga cukup, tapi tiba-tiba, keesokan harinya badan mereka hangat. Sayangnya saya tidak bisa menyalahkan aktivitas bermain anak. Karena dunia mereka memang bermain. Mau seheboh apapun aktivitas bermain mereka, saya tak bisa menyalahkannya. Meskipun kenyataannya kalau mereka kelelahan, biasanya malam atau esok harinya badan mereka mendadak hangat.

Bila diperhatikan ini semua berkaitan dengan daya tahan tubuh anak. Pada prinsipnya, daya tahan tubuh atau imunitas ini berguna untuk melakukan perlawanan terhadap bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh. Saat daya tahan tubuh anak menurun, anak jadi lebih mudah diserang bakteri atau virus. Tanda paling mudah saat imunitas anak menurun adalah saat anak jadi mudah pilek, batuk atau tiba-tiba tubuhnya demam.

Alih-alih mengurangi frekuensi bermain anak, untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka, saya memilih untuk membekali tubuhnya dengan makanan bergizi. Zat gizi yang didapat dari makanan ini akan digunakan tubuh untuk memperkuat daya tahan tubuh. Berikut beberapa jenis zat gizi tersebut:

1. Vitamin A

Vitamin A berperan dalam melindungi tubuh dari kerusakan dalam proses oksidasi akibat radikal bebas. Saat sel-sel tubuh terlindungi, maka tubuh akan terhindar dari serangan penyakit saat usia semakin bertambah. Vitamin yang larut lemak ini juga berfungsi meningkatkan kerja sel darah putih, dan memperkuat pertahanan tubuh yang pertama, yaitu dengan menjaga kesehatan kulit dan jaringan lunak. Sayuran berwarna hijau buah-buahan berwarna kuning seperti pisang dan pepaya adalah sumber makanan yang mengandung vitamin A.

2. Vitamin B

Dalam dunia pertahanan tubuh, terdapat sel darah putih yang berperan menjadi ‘perisai’. Nah, sel darah putih ini akan memerlukan vitamin B untuk menjalankan fungsinya. Terutama vitamin B12, B9 dan B6. Vitamin-vitamin ini juga mencegah infeksi berulang pada anak. Untuk mendapatkan vitamin B, saya biasanya memberikan ikan dan sayuran berdaun hijau.

3. Vitamin C

Umumnya, vitamin C menjadi primadona bila dikaitkan dengan daya tahan tubuh. Tak salah memang. Sebab vitamin C memang digunakan sel darah putih untuk melawan infeksi dan peradangan. Mengonsumsi makanan sumber vitamin C juga bisa membantu tubuh dalam mempercepat penyembuhan luka.Selain jeruk, buah lain yang mengandung vitamin ini antara lain pepaya, semangka dan tomat.

4. Zat besi

Untuk bekerja dengan baik, sel darah merah membutuhkan zat besi. Selain itu, zat besi dibutuhkan tubuh untuk menghilangkan bakteri. Kekurangan zat besi sangat mungkin memengaruhi kekebalan tubuh. Daging sapi, kacang merah, tomat dan bayam merupakan makanan sumber zat besi.

5. Seng atau zink

Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa seng bisa mengembalikan daya tahan tubuh yang melemah. Sebaliknya, saat tubuh kekurangan seng, kemampuan sel imun (seperti sel T) akan menurun. Makanan sumber seng antara lain daging, telur, kacang-kacangan, sereal, yogurt, dan kerang.

6. Vitamin E

Sama seperti vitamin C dan A, vitamin E juga mampu mengikat radikal bebas yang terbentuk dari oksidasi. Vitamin E juga digunakan tubuh untuk melawan infeksi. Umumya vitamin E banyak ditemukan pada kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang almond, jagung, kacang kedelai, dan kacang tanah.

Selain makanan, saya juga mengusahakan hal lain untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak, yaitu dengan memberikan vaksinasi dan memastikan mereka cukup tidur. Sebab pola tidur anak akan berpengaruh pada efektivitas tubuh dalam melawan penyakit.


Post Comment