Banyak Intrik di Kantor? Nggak Perlu Takut

Ditulis oleh : Rosalia Titi Wening

Menjadi bagian warga ‘ibu pekerja’ sudah sepatutnya harus tahu trik-trik jitu mengahapi intrik di kantor yang mulai bikin ‘gerah’.  Jangan sampai, deh, memengaruhi performa kerja kita di kantor apalagi sampai membawa pulang ke rumah. 

Menghadapi intrik di kantor mamang nggak menyenangkan. Mulai dari lihat teman yang ‘penjilat’, belum lagi pilitik kantor yang lebih besar. Ada kalanya, saya pun kerap membawa hal-hal yang tidak enak yang terjadi di kantor sekembalinya saya ke rumah. Dan saya tahu persis, efeknya ini bisa merembet ke orang terdekat. Pulang ke rumah sudah dalam kondisi kelelahan, pikiran bercabang dan bawaannya pengen istirahat, malah jadi kudu tarik urat dulu sama pak suami dan anak.

Intinya mau kita kerja di mana pun, namanya intrik atau politik kantor pasti ada aja dan sulit untuk dihindari. Kalau saya pribadi, sih, lebih memilih nggak usah ikut-ikutan, tapi bukan berarti saya takut dan cuma mau cari aman, ya.

Cuek tapi waspada

Cuek, di sini sih lebih nggak mau tahu tujuan dari masing-masing personal, mau ngejilat atasan, cari muka di depan klien, atau terang-terangan menjatuhkan karyawan lain di depan big bos. Sejauh itu belum mengarah ke kita, cuekin saja dulu. Tapi tetap harus peduli dan empati dengan situasi kantor, karena itu yang akan menentuin kita betah apa nggak di sana.

Meski ya, teman yang hari-harinya makan siang bareng, curhat kerjaan ataupun urusan pribadi, tapi kudu banget harus waspada. Motif orang kan kita nggak ada yang tahu ya, banyak kejadian karena ada unsur kepentingan sana sini, dengan mudahnya mereka akan melakukan hal yang tidak kita duga. Jadi kudu pinter-pinter nih mau bergaul sama siapa.

Koreksi langsung ke sumbernya

intrik di kantor-mommiesdaily

Suka denger gosip-gosip yang nggak jelas keberadaannya? Coba deh langsung koreksi langsung ke sumbernya, kalau sumbernya nggak jelas, ya nggak usah diambil pusing. Namanya intrik ya, mereka mau nyerang siapa saja, kalau sudah kemakan, bisa-bisa malah bikin kita diadu domba dengan teman yang lain. Dan yang perlu digaris bawahi jangan pernah ikut-ikutan menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.  Percaya sama gosip tersebut dan bikin kita akhirnya jadi nggak nyaman.

Bersikap biasa saja tapi mulai jaga jarak

Kalau  sudah tahu ada teman kantor yang senang banget bikin ulah, malah ada kecenderungan untuk mengganggu kententraman antar divisi, saya akan memilih untuk mengambil sikap yang biasa saja. Tapi pelan-pelan mulai menjaga jarak. Apalagi kalau orang tersebut mulai mengorek-orek informasi melalui kita.  Dengan begitu, ia tidak akan mendapatkan informasi apa-apa.

Ambil sikap jika sudah waktunya

Diam dan cuek bukan berarti tidak tahu apa-apa loh. Kita ikuti saja alur intrik yang ada di kantor seperti apa. Sejauh masih tidak membahayakan banyak orang, biarkan saja ia puas dengan kepentingannya, toh atasan dan pihak HRD akan bisa menilai sendiri. Tapi jika sudah terlampau jauh, ada baiknya untuk mengambil sikap bersama tim yang lain. Mungkin pihak ketiga dalam hal ini HRD bisa menolong dan membantu memecahkan masalah yang sedang terjadi.

Sudah nyemplung di beberapa perusahaan dengan latar  belakang yang berbeda, mulai dari perusahaan media, Publik Relation hingga terakhir ini bekerja di manajemen sebuah pusat perbelanjaan yang cukup besar  membuat saya banyak belajar.

Mau intrik A, B dan C kalo kita bisa menyikapinya dengan wise, dan ajak teman-teman yang lain duduk bareng buat menyelesaikan setiap ada permasalahan akan bisa menciptakan kondisi yang kondunsif kok.Yuk ah, semangat lagi kerjanya ya mom! Jangan lupa masih ada cicilan KPR dan dana pendidikan anak yang perlu dipenuhi, hahahhaa.

 

 


Post Comment