Rahim Buatan dari Plastik, Harapan untuk Bayi Prematur Bertahan Hidup

Ada saatnya nanti bayi prematur tak lagi dirawat di inkubator. Harapan sejumlah peneliti mereka bisa bertahan di rahim buatan dari plastik.

Waktu baca berita tentang rahim tiruan dari plastik ini di CNN, nyaris nggak percaya ada sejumlah peneliti yang mampu menemukan terobosan di bidang kesehatan, yang kayaknya mustahil. Mommies bisa bayangkan nggak, ada sesosok janin yang terlahir prematur dan bisa besar di luar rahim ibu, tapi tidak inkubator. Melainkan di rahim buatan dari plastik.

Rahim Buatan dari Plastik, Harapan untuk Bayi Prematur Bertahan Hidup - Mommies Daily

Adalah Alan Plake bersama tim peneliti dari Rumah Sakit Anak Philadelphia yang menciptakan rahim tiruan tersebut. Jadi, kantung plastik khusus yang terbuat dari polietilena yang biasa digunakan  untuk botol susu bayi, diisi amnion, yaitu cairan yang juga terdapat di dalam rahim. Cairan ini berfungsi untuk menyediakan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan janin. Dan diujikan pada embrio kambing.

Baca juga: Apa yang Terjadi pada Janin dan Ibu di Trimester Pertama?

Cara kerja rahim buatan dari plastik

Di dalam kantung tersebut, juga dilengkapi dengan pertukaran gas seperti plasenta. Selain itu juga dibuat sistem peredaran darah yang serupa dengan di dalam rahim. Untuk alat pompa jantung, tidak menggunakan alat pompa eksternal, melainkan jantung alami milik kambing tersebut. hebatnya lagi, untuk mendekati kondisi sesungguhnya. Janin ditempatkan di tempat yang gelap dan diperdengarkan detak jantung ibunya.

Kantung buatan juga ditaruh di ruangan steril. Hasil ujicoba menunjukkan, embrio tumbuh dengan normal. Terlihat dari matanya yag terbuka dan pertumbuhan bulu yang berjalan normal. Tak hanya itu, paru-paru dan otak embrio kambing juga berkembang normal.

Tantangan selanjutnya

Meski hasil uji coba bisa dibilang berjala lancar. Ke depannya bukan berarti prosedur serupa bisa langsung diterapkan pada manusia. Alan dan tim masih perlu melakukan serangkaian eksperimen untuk memastikan, dapat diaplikasikan pada bayi manusia.

Berikutnya, menyoal sterilitas. Jika tidak steril, rahim buatan akan menjadi bumerang buat embrio. Tantangan berikutnya, menyoal formula amnion yang tepat untuk manusia dan hormon pertumbuhan yang dibutuhkan.

Selanjutnya terbentur pada masalah etika. Kata Dena Davis, pakar bioetika dari Universitas Lehigh. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti dunia semakin berani, mengembangkan embrio dari awal hingga akhir di luar tubuh manusia.

Baca juga: Berapa Jarak Ideal Untuk Kehamilan Berikutnya?

Menurut saya, temuan rahim buatan ini, jika memang terbukti efektif bisa dijalankan prosedurnya pada manusia, bisa bermanfaat, dalam keadaan yang genting. Asalkan dari segi biaya pembuatan, tidak lebih mahal dari inkubator. Dan pertanyaan selanjutnya, dari berbagai sumber yang saya baca, belum ada perbandingan, mana yang lebih efektif antara inkubator dan rahim buatan dari plastik ini.

Baca juga: Waspadai Tanda Tanda Kelahiran Prematur

Kalau menurut mommies bagaimana?


Post Comment