Menyusui di Sidang Parlemen, Senator Australia Mencetak Sejarah Baru

Wow, Senator Australia terlihat asik menyusui bayi saat sidang parlemen. Mungkin kita bisa mengikuti jejaknya, nih, untuk terus memberikan hak si kecil di mana pun berada.

Beberapa waktu lalu, di WAG editorial Female Daily Network sempat membahas foto Senator Australia  yang sedang asik menyusui bayi saat sidang parlemen. Rata-rata, komentar kami sesame perempuan sama, yaitu kagum melihat tindakan senator ini.

Menyusui di Sidang Parlemen, Senator Australia Mencetak Sejarah Baru -mommiesdaily

Adalah Larissa Waters, seorang senator yang mencetak sejarah baru karena dirinya menghadiri sidang sambil sambil menyusui bayinya yang baru berusia beberapa bulan di Gedung parlemen di Canberra. Seperti yang sat abaca dari The Telegraph, ternyata kala itu Waters mengikuti sidang sambil menyimak pidato anggaran belanja 2017 yang disampaikan Bendahara Utama Scott Morrison pada Selasa, 9 Mei 2017.

Mungkin, pemandangan menyusui di area umum memang sudah tampak lumrah. Termasuk di Indonesia. Ketika jalan ke mall bahkan sedang naik transportasi umum, para ibu memang nggak malu-malu untuk menyusui anaknya.

Tapi yang bikin saya memberikan empat jempol pada Weters dikarenakan dirinya berhasil mendobrak hal baru, di mana sebelumnya kegiatan menyusui dilarang di ruang sidang parlemen. Artinya, ia mampu mengubah peraturan Senat. Usah Waters melakukan lobi soal perubahan peraturan menyusui di ruang sidang ini membutuhkan waktu sampai setahun.

Namun, berkat usaha kerasanya, Senat pun akhirnya memberikan izin bagi ibu yang ingin menyusui di area sidang.  Padahal, sebelumnya anak-anak saja dilarang berada di ruang sidang. Untuk ibu menyusui pun nggak bisa bebas apabila masih dalam masa menyusui, karena harus  diwakilkan jika hendak memberikan pemungutan suara.

Senator Partai Hijau itu pun mengaku sangat bangga karena dirinya bisa mencatat sejarah baru karena drinya bisa menyusui bayinya, Alia “Saya begitu bangga karena putri saya menjadi bayi pertama yang disusui di gedung parlemen,” kata Larissa.

Usaha  Larissa memang tidak sia-sia, sebagai ibu  berkerja ia sangat paham kalau ibu bekerja khususnya yang masih menyusui bayinya butuh lingkungan tempat kerja yang ramah. Jika tidak, sudah bisa dipastikan proses menyusui bakal terhambat. Bukankah ibu menyusui perlu support system yang baik? Tidak hanya dukungan suami dan keluarga dekat, tapi juga lingkungan kantor.

Larissa mengatakan, bahwa ibu bekerja yang masih menyusui seperti dirinya memerlukan tempat kerja yang ramah terhadap keluarga dengan aturan lebih luwes. Termasuk soal sistem pengasuhan anak yang lebih terjangkau dari sisi biaya, bagi semua orang.

Ketika berusaha untuk melakukan perubahan agar setiap ibu dapat menyusui di area sidang parlememan, Waters memang tidak sendirian karena ia juga mendapat dukungan dari rekan senator lainnya dan para ibu yang bekerja lainnya.

Diakui Katy Gallagher, Rekan politikus Waters,  bahwa aturan tersebut memang layak diperoleh semua ibu bekerja.  Ia pun semakin senang karena fenomena ibu bekerja yang memiliki karier yang baik tetap ingat dan memberikan ASI pada anaknya di tempat mereka berkerja.

 

 


Post Comment