5 Alasan Mengapa Suami Malas Pulang ke Rumah

Suka jengkel kalau suami kayaknya lebih senang berlama-lama di luar rumah, dan malas pulang? Ternyata ada alasannya mengapa suami malas pulang ke rumah.

5 Alasan Mengapa Suami Malas Pulang ke Rumah - Mommies Daily

1. Istri sering marah-marah
Duh, nggak usah suami, kita aja kalau di kantor si boss lagi uring-uringan dan marah-marah terus (mungkin karena target penjualan tidak mencapai target) kita juga malas kan berada di kantor? Nah sama halnya dengan suami. Menghadapi istri yang hobi marah-marah bahkan untuk urusan sepele membuat rasa lelah suami bukannya berkurang namun malah bertambah *__*. Coba deh, dikurangi hobi marah-marahnya mom. Marah hanya untuk alasan yang benar-benar penting.

2. Istri yang pemalas dan jorok
Jangan samakan istri pemalas dan jorok dengan istri yang karena sibuk mengurus anak dan pekerjaan jadi lupa bebenah diri sendiri. Seorang teman saya, kaya raya, punya ART 4, rumahnya besar luar biasa, namun kondisi rumahnya jorooook banget. Kamar mandi yang jarang dibersihkan sehingga ceceran air seni di mana-mana, hingga lantai yang sangat berdebu dan tumpukan barang yang membuat rumah semakin berantakan.

Sang suami kerap mengeluh, karena merasa istrinya sibuk nonton televisi sehingga abai untuk memberikan perintah kepada para ART yang segambreng itu. Alhasil, sang suami jadi malas pulang ke rumah, dia memilih menghabiskan waktu di luar dan sampai di rumah ketika sudah larut malam.

3. Istri yang hobi mengungkit masalah masa lalu
Setiap kali suami melakukan hal yang tidak sesuai di mata istri, langsung deh istri merepet namun sambil menyelipkan kesalahan-kesalahan suami yang sudah lewat bertahun-tahun lalu. Inilah yang membuat para suami merasa jengkel karena merasa dosa-dosanya tidak akan pernah dimaafkan walaupun dia sudah berubah dan meminta maaf.

4. Bujukan teman-teman
Nah, point ini sih yang kadang suka bikin jengkel, karena suami terbujuk rayuan teman-teman. Entah itu teman satu geng atau teman-teman kantor. Jangan salah, biar kata sudah menikah, peranan teman juga cukup berpengaruh, apalagi kalau suami kita tipikal yang mudah goyah terhadap dorong pihak lain. Bisa saja, setiap kali pulang tepat waktu, suami akan mendapat cemooh atau ledekan dari kawan-kawannya. Inilah yang kemudian membuat dia memilih mengikuti saran dari teman-teman, meskipun dalam hati sebenarnya dia mau pulang ke rumah.

5. Istri yang hobi merongrong atau mengeluh
Suami baru saja sampai di rumah, lelah dengan jalanan yang macet, namun belum sempat bernapas lega, istri sudah membanjiri dengan curhatan berbagai macam masalah atau tuntutan ini itu. Mulai dari anank-anak yang katanya rewel seharian, gas yang habis, listrik mati, suami yang ditelepon kok susah banget, sampai pertanyaan “Mana, katanya kamu mau bawain aku makanan, aku kan lapar dst”.

Duh, kasih kesempatan sejenaklah untuk suami agar ia bisa beristirahat. Setidaknya duduk dan mandir untuk menyegarkan tubuh dan pikiran. Setelah itu, sampaikan uneg-uneg kita sambil mencari waktu yang nyaman.

Jadi, coba cek ulang, apa kira-kira yang membuat suami kita enggan untuk pulang ke rumah?


Post Comment