Hal yang Perlu Diajarkan Ibu Sebelum Anak Lelakinya Berusia 18 Tahun

Sebelum anak lelaki saya, Bumi,  berusia 18 tahun, saya ingin sekali ia bisa paham dan menguasai 5 hal di bawah ini.

Banyak yang bilang membesarkan anak perempuan dan lelaki tu bedanya jauh banget. Benar nggak tuh? Ya,  kalau dipikir-pikir ada benarnya juga karena pada dasarnya anak lelaki dan perempuan bisanya punya ketertarikan dan karakter yang berbeda.

Meskipun saya belum punya anak perempuan, hal ini sudah bisa saya lihat dari keponakan perempuan dan anak saya sendiri. Memang banyak banget, kok, perbedaannya sehingga saya pun perlu menyesuaikan.

yang perlu diajarkan ibu sebelum anak lelakinya berusia 18 tahun-mommiesdaily

Saat ini anak saya,  Bumi,  baru berumur 7 tahun, tapi ada kalanya saya membayangkan bagaimana situasi dan kondisi 10 tahun tahun mendatang? Ketika itu tumbuh menjadi remaja dan akan menjadi seorang lelaki dewasa. Sebelum hal itu terjadi, saya ingin sekali anak saya Bumi bisa menguasai 5 hal di bawah ini.

Paham kalau dapur bukan hanya milik perempuan

Menurut saya, sih, anak laki-laki perlu tahu kalau mereka juga harus akrab dengan urusan dapur. Kalau perlu bisa masak juga. Hal ini nggak terlepas bagaimana kita mengajarkan persaaman gender antara perempuan dan lelaki. Menghilangkan stereotypes yang menganggap kalau masak dan urusan dapur hanya tugas perempuan saja. Kelak, anak saya Bumi juga akan menjadi seorang suami dan ayah, harapannya ia juga bisa bahu membahu memasak bersama istrinya. Lagian, momen masak bersama keluarga memang sangat menyenangkan, kok.

Keterampilan dasar memasak

Beruntung saat ini anak saya, Bumi, sudah sering ikut-ikutan masak di dapur. Malah nggak jarang , dia sering meminta bahan sayuran untuk dia potong-potong. Katanya, nih, “Aku mau bikin makanan special juga buat ibu.” Hahahhaa. Menurut saya, memasak ini sebenarnya merupakan keterampilan hidup yang perlu dikuasai oleh semua orang.

Punya respek pada perempuan

Wah, ini sih penting banget, ya. Seorang anak lelaki perlu tahu bagaimana memperlakukan seorang perempuan dengan baik. Jangan sampai, deh, mereka tumbuh  jadi pria dewasa yang sering kali menyepelekan dan menganggap remeh seorang perempuan. Apalagi sampai melecehkan. Duh, amit-amit *knock on the wood* Sejak dini idealnya sebagai orangtua sudah bisa mengajarkan kalau hak perempuan dan laki-laki sama. Dan seorang lelaki wajib punya respek terhadap perempuan.

Tidak ada salahnya kalau lelaki menangis

Terus terang saja, nih, saya suka gemas dengan orangtua yang sering bilang, “Ih, anak laki-laki kok menangis. Kaya anak perempuan saja. Anak laki-laki itu nggak boleh menangis”. Loh, memang kenapa sih menangis? Apa yang salah dari menangis? Bukankah menangis karena sedih atau kesal itu merupakan bagian dari luapan emosi yang sangat wajar dan nggak perlu ditahan? Justru dengan mereka menangis ibarat obat karena bisa penyaluran yang memberikan perasaan yang lega.

Pentingnya kebaikan hati dan pikiran yang positif

Tidak sedikit orangtua yang berharap anaknya tumbuh dan bisa berperilaku agresif dan  macho. Sebenarnya nggak ada yang salah sih, asalkan dilakukan dalam porsi yang pas dan nggak berlebih. Contohnya, kita juga perlu mengajarkan anak untu melawan dan tidak diam saja jika memang ada teman yang mem-bully, terutama bully secara fisik. Tapi jangan lupa juga untuk mengajarkan anak-anak untuk menebar kebaikan pada sesama. Termasuk ajarkan anak-anak untuk bisa berteman dengan siapa pun juga dan berbuat baik pada siapa pun tanpa melihat suku agamanya apa.

Sejauh ini, baru 5 poin di atas yang kepikiran oleh saya hal apa yang perlu dipahami oleh anak saya sebelum beranjak remaja. Ada yang mau menambahkan nggak?


Post Comment