5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berbisnis dengan Suami

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance.

Mau berbisnis dengan suami tentu boleh saja.Tapi coba perhatikan 5 hal ini lebih dulu supaya bisa lebih aman dan mengurangi segala risiko di kemudian hari.

Memulai usaha bagi mommies mungkin sudah banyak dilakukan. Tetapi, memulai usaha bersama suami, mungkin tidak biasa. Bagi beberapa pasangan yang berbisnis bersama ada banyak alasan positif yang menyertai.

Pada umumnya, pasangan lebih memahami satu sama lain sehingga memiliki passion yang sama. Selain itu, pasangan juga dapat menghabiskan waktu berkualitas yang lebih lama dalam kesehariannya. Meski demikian, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan jika memutuskan untuk berbisnis dengan suami.

5 Hal yng Perlu Diperhatikan Saat Berbisnis dengan Suami-momiesdaily

  1. Pembagian tugas

Pasangan sebaiknya melakukan pembagian tugas dalam menjalankan bisnisnya. Di rumah tangga pun sebenarnya ada pembagian tugas di antara suami dan istri, maka dalam operasional bisnis pun sebaiknya demikian. Terlebih saat memiliki karyawan, kejelasan kewenangan akan membuat operasional berjalan dengan lebih baik.

  1. Penentuan waktu bekerja

Tantangan berbisnis dengan pasangan adalah kerap membicarakan urusan pekerjaan padahal sedang berada di rumah, atau bahkan sedang beaktivitas bersama anak. Suami dan istri sebaiknya tetap menentukan hari untuk melakukan “weekly review”, dan tetap menentukan jam kerja untuk setiap orang.

  1. Pembagian imbalan yang jelas

Mommies sebaiknya menentukan bagaimana pasangan suami dan isri sebagai pemilik usaha dibayar. Alternatifnya bisa menggunakan sistem gaji bulanan, jika dua-duanya juga terlibat dalam operasional usaha.

  1. Pemisahan aset suami dan istri

Saat bisnis mulai berkembang, ada baiknya mempertimbangkan pemisahan harta. Tujuannya agar keuangan tetap terjaga dalam hal terjadi kebangkrutan usaha. Sumber usaha untuk berbisnis kerap diambil dari pinjaman. Agunan yang diberikan kadang merupakan aset rumah tangga. Jika terjadi pemisahan harta, maka aset yang tercatat atas nama pasangan dapat diamankan jika terjadi kasus penyitaan.

  1. Rayakan kesuksesan bersama-sama

Hal terpenting yang jangan dilupakan adalah rayakan keberhasilan bisnis bersama pasangan secara berkala. Kehidupan sebagai entrepreneur dapat menyita waktu dan tenaga. Jadi, apabila bisnis mendatangkan keuntungan, tidak ada salahnya untuk merayakan bersama keluarga.

Live a Beautiful Life!

 

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment