Cara Sederhana Melindungi Si Kecil dari Serangan Bakteri Super

Nggak cuma manusia saja yang makin pintar, bakteri pun demikian. Makanya sekarang bakteri semakin agresif sehingga tubuh lebih mudah terserang berbagai penyakit, terutama anak-anak Yuk, cari tahu cara sederhana melindungi si Kecil dari serangan bakteri super

Setuju nggak, sih, kalau saya bilang saat ini makin banyak penyakit yang mengintai kesehatan kita khususnya anak-anak? Kondisi seperti ini tentu saja bikin ibu-ibu macam saya jadi khawatir. Tapi sekedar khawatir tentu aja nggak akan cukup. Perlu tindakan nyata untuk mencegah anak-anak terhindar  dari serangan bakteri yang semakin agresif.

Wajib Tahu Seputar Difteri - Mommies Daily

Belum lama ini saya sempat datang ke media edukasi bersama Lifebuoy dengan nara sumber DR. Dr. Ariani Dewi Widodo, SpA(K). Waktu itu dr. Ariani memaparkan bahwa saat ini kuman  memang kian berevolusi  yang disebabkan oleh beberapa faktor. “Memang kuman berevolusi karena berbagi hal. Beberapa faktor sehingga kuman lebih kebal dan kuat. Kita seharusnya bisa berperan terhadap kesehatan dunia tapi justru kenyataannya malah terkadang bikin kacau,” imbuhnya.

Duh…

Iya, juga, sih. Saya cukup paham apa yang dimaksud oleh dr.Ariani. Buktinya sudah banyak kok, mulai dari kondisi kurangnya kita menjaga kondisi lingkungan sekitar sehingga polusi kian bertbamah, belum lagi soal kesalahan dalam menggunakan atibiotik. Bukannya apa-apa, saampai sekarang masih banyak kok yang menggampangkan minum antibiotik. Anak kena batuk pilek, langsung dikasih antibiotik. Belum lagi kalau ingat, pembelian antiobotok dilakukan secara bebas tanpa resep dokter. Kondisi seperi inilah yang bikin bakteri jadi lebih ‘pintar’ dan berkembang menjadi bakteri super.

Dr. Ariani menjelaskan kalau bakteri super itu sebutan untuk bakteri yang sudah  membangun resistansi pada beberapa jenis obat. Studi melihat bahwa saat ini semakin banyak bakteri super yang bermunculan dan sebagian besar disebabkan oleh penggunaan antibiotik tak bertanggung jawab.

Oleh karena itulah, dojter anak yang berpraktik di RS Sakit Anak & Bunda (RSAB) Harapan Kita kembali mengingatkan kalau upaya terbaik untuk menecah bakteri super menyerang tubuh adalah lewat pengendalian pemakaian antibiotik.

Menurur dr.Ariani saat ini banyak ilmuan dan peneliti yang sudah menciptakan antibiotik jenis baru, tapi sayangnya pencipttidak aan antibiotik baru sudah pasti enggak sebanding sama tingkat percepatan resistansi obat. “Itu sudah pasti. Belum lagi kalau ingat nantinya antibiotik yang baru itu harganya pasti jauh lebih mahal,”

Jadi harus bagaimana, dong?

“Ya, tentu saja yang diperlukan adalah menjaga imunitas tubuh tetep terha dengan baik dengan melakukan kebiasan hidup bersih dan sehat. Misalnya dengan menanamkan kebiasan mencuci tangan dan mandi secara teratur.

Saat ini Lifebuoy telah memperkenalkan inovasi terbarunya dengan meluncurkan  Lifebuoy ActivSilver Formula. Lifebuoy ActivSilver Formula ini mampu memberikan perlindungan tubu dari kuman yang berevolusi menjadi semakin kuat.

Kandungan silver ini memang special karena silver sendiri telah lama dikenal sebagai antibakteri yang efektif serta banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah penggunaan silver pada alat kesehatan yang terbukti dapat mencegah bakteri menempel hingga 99%3. Demikian pula penggunaan pada salep luka dan perban yang dapat membantu mengurangi berkembangnya bakteri pada luka.

Dr Ariani juga menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat kandungan perak efektif melawan bakteri. “Perak atau disebut juga silver sudah terbukti memiliki sifat antimikroba. Kandungan perak juga bisa menghancurkan sel-sel bakteri dengan cara masuk lewat dinding sel bakteri. Jadi yang tadinya utuh begitu ada silver ion bisa menembus membuat bolong-bolong dindingnya. Otomatis kalau sudah bolong pasti akan merusak sel, begitu membran bolong air akan keluar semua jadi rusak, Perak juga juga bisa menghentikan mitokondria, dia adalah bagian yang digunakan sel untuk bernapas.”

Kalau bersarkan penjelasan dr. Ariani jadi terbukti ya, kalau sebenarnya kita nggak perlu ‘parno; dengan kondisi bakteri yang kian bermutasi. Kuncinya memang harus paham apa yang perlu dilakukan.


Post Comment