Kebanyakan Minum Susu Kedelai Bikin Anak Lelaki Jadi ‘Gemulai’ ?

Pernah denger nggak kalau anak lelaki yang kebanyakan minum susu kedelai jadi lebih lebih gemulai atau feminim. Fakta atau sekedar mitos, ya?

Mengingat saya punya anak lelaki, saya kok jadi concern ya dengan pemberitaan yang menyebutkan kalau anak lelaki yang kebanyakan minum susu kedelai bisa memperhambat perkembangan genitalnya. Termasuk punya andil besar dalam pembersaran testis dan penisnya.  Soalnya, nih, kedelai mengandung zat yang di dalam tubuh bekerja mirip dengan estrogen.

Kebanyakan Minum Susu Kedelai Bikin Anak Lelaki Jadi Gemulai-mommiesdaily

Fakta ini saya ketahui ketika mengikuti diskusi media bersama Bayer dan dr.Nugroho Setiawan, Sp.And. Dokter androlog ini mengatakan ada baiknya anak lelaki tidak kebanyakan minum susu kedelai. “ Ya, kalau memang cuma mau mencicipi sekali-kali, tentu saja boleh. Tapi jangan sampai kebanyakan,” katanya.

Apalagi kalau ingat kandungan protein yang terdapat dalam susu kedelai sangat tinggi dan bagus.Bahkan susu kedelai juga bisa dipilih sebagai pengganti susu alternatif untuk anak-anak yang alergi, karena memiliki laktosa intoleran.

Saya juga pernah membaca sebuah artikel yang menyebutkan kalau di Cina masyarakatnya terbiasa mengonsumsi susu kedelai ini sejak abad kedua SM. Kebiasan ini pun akhirnya menulari masyarakat Jepang. Kebiasaan mengonsumsi susu kedelai. Hasilnya juga cukup terlihat sih, ya, di mana masyarakat di sana memang punya tingkat kecerdasan yang tinggi.

Ya, meskipun nggak bisa dipungkiri kalau ada banyak faktor yang membuat seseorang jadi cerdas. Setidaknya, kita tentu sama-sama sepakat kalau kandungan protein kedelai sangat baik dan bermanfaat pada masa pertumbuhan seorang anak. karena dalam susu kedelai terdapat bergam kandungan yang bermanfaat bagi tubuh.

Mulai dari isoflavon, protein, lemak atau asam linolenat ,vitamin, mineral dan serat yang tinggi juga asam amino terutama lesitin yang dapat berfungsi untuk kecerdasan anak, menjaga kepadatan tulang juga berfungsi sebagai antioksidan.

Nah, kandungan isoflavon yang serupa dengan hormon estrogen pada wanita (hormon seksual) inilah yang akhirnya dikhawatirkan memengaruhi kadar testosteron. Padahal seperti yang diungkapkan dr.Nugroho, usia anak lelaki yang masih dalam masa pertumbuhan membutuhkannya.

“Hormon testosteron penting untuk perkembangan genetalianya. Misalnya untuk pembesaran testis dan penisnya. Kalau anak laki-laki testosteronnya rendah, hampir pasti ia akan mengalami mikropenis dan skrotumnya tinggi sehingga kesuburannya terganggu,” katanya

Tapi perlu diingat juga bahwa kadar testosteron anak tidak hanya dipengaruhi oleh susu kedelai saja. Berat tubuh anak juga perlu diperhatikan dan susui dengan kurva pertumbuhan. Jika tidak, seperti yang dijelaskan dr. Nugraha, pertumbuhan genetalianya akan terhambat karena testosteronnya rendah dibanding yang seharusnya.

Jika kondisi ini dibiarkan terus berlanjut, tentu saja berakibat buruk pada masa depan anak. Oleh karena itulah, dokter yang berpraktik di RS. Fatmawati ini mengingatkan pada orangtua yang memilik anak lelaki untuk tidak menyepelekan.

“Kalau sudah terlambat, pasti tidak bisa diobati jadi perlu ditangani sebelum pubertas. Jika tidak, risikoba ketika sudah besar akan mengganggu kesuburannya karena testisnya kurang baik dan tidak bisa menghamili istrinya,” katanya.

Memang, sih, untuk memastikan kadar testosteron tidak gampang karena perlu pemeriksaan berlanjut seperti pemeriksaan darah. Hal ini juga berlaku untuk anak-anak ataupun dewasa. Terapi yang perlu dilakukan juga tidak berbeda, di mana anak lelaki atau pria dewasa yang kadar testosteron rendah akan diperlukan terapi sulih hormon.

“Anak yang kadar testosteron rendah, bisa dilihat dari skrotumnya tinggi dan tidak berwarna kehitaman, biasanya penisnya juga  sangat kecil. Warna kulit testis anak yang sehat itu juga berwarna hitam dan menggantung, bukan yang bersih” tegas dr.Nugroho.

 


Post Comment