Guardian of The Galaxy Vol.2, Menu Kencan dengan Pacar Kecil

Ditulis oleh : Rosalia Titi Wening

Mumpung besok sudah akhir pekan dan awal bulan, gimana kalau menu kencan bersama ‘pacar kecil’ dimanfaatkan dengan nonton Guardian of The Galaxy Vol.2 ? Asal tahu aja, nih, film ini sarat dengan pesan moral, lho.

Saat memilih tontonan anak, biasanya selain faktor request-an Brillant, anak saya, saya pun akan cari tahu dulu apakah memang pas untuk umurnya dan bagimana pesan film tersebut. Paling nggak, menonton film bukan hanya sekedar hiburan tetapi ada nilai yang bisa dibawa pulang oleh anak saya.

Guardian of The Galaxy Vol.2 Menu Kencan dengan Pacar Kecil

Beberapa waktu lalu, kami memutuskan menonton film Guardian of The Galaxy Vol. 2, sebelum tayang di bioskop, Bri selalu melihat cuplikannya di tv berbayar. Berhubung banyak karakter lucu dan banyaknya adegan pertempuran pesawat ruang angkasa ala game ia pun sangat antusias. Benar saja, Bri sudah asik nyimak film sejak scene pertama para guardian yang terdiri dari Peter Quill, Gamora, Nebula, Drax, Rocket dan Baby Groot sedang menjalani misi yang didapatnya dari planet Sovereign.

Film ini punya adegan lucu menjadi daya tarik sendiri buat anak-anak. Berhubung Brillant masih belum bisa membaca, hanya dengan melihat mimik tiap karakter sudah membuatnya terhibur. Yah, kalo buat saya, adegan kocaknya masuk kategori biasa saja, bahkan sepanjang film sang sutradara, James Gunn ini selalu menyelipkan adegan atau dialog lucu yang terkesan “too much” yang seharusnya bisa dibuat serius, jadi ilang esensinya. Tapi buat anak-anak, itu bukan hal penting yang mereka perhatikan.

Penampilan visual di film ini bisa dibilang layaknya kita sedang berada di dunia games, tapi lebih canggih. Jelas ini menjadi daya tarik tambahan untuk anak-anak yang memang lebih suka penampilan visual. Alur cerita difilm ini juga menceritakan hubungan ayah dengan anaknya. Quill yang tidak pernah tahu sejak lahir keberadaan sang ayah, di serial keduanya ini menjadi jembatan pertanyaan yang ada diserial pertamanya.

Hubungan ayah dan anak ini menjadi topik utama diserial lanjutan film Hollywood yang diadaptasi dari komik Marvel. Pesan yang ingin disampaikan, meski hubungan keduanya buruk, karena Quill sejak lahir tidak mengetahui asal usul ayahnya, bukan berarti dirinya lantas berang dan nggak terima dengan ditinggalkannya Ibu-nya sendiri tanpa sosok seorang suami. Karena sang ayah, Ego, adalah wujud asli sebuah planet, namun mengambil tubuh manusia untuk merasakan hidup layaknya manusia. Dengan maksud ingin menghancurkan alam semesta.

Meski pada akhirnya tidak memiliki sosok ayah yang sesungguhnya, bagi Quill – sepeninggal ibunya, ia tetap memiliki sebuah keluarga, yaitu teman-temannya meski pada sekuel ini sempat terlibat percekcokan diantara mereka saat mengungkap misteri silsilah keluarga Quill. Tapi justru di ending film, para guardian saling menyadari dan semakin menguatkan mereka sebagai sebuah keluarga, yang saling support dan percaya. Satu lagi pesan moral yang ingin disampaikan. Good job!

Teman yang akhirnya menjadi saudara sudah sering kali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, yang mengajarkan kepada kita bahwa saling menjaga hubungan baik dan tidak saling menyakiti sudah menjadi fondasi kuat kita hidup tidak hanya seorang diri, tapi saling membutuhkan.

Yang patut di contoh juga, hubungan Gamora dan Nebula, kakak beradik yang mengalami konflik dan saling membenci, dalam keadaan terdesak justru membuat keduanya memakai hati saat melakukan tindakan, dan akhirnya menemukan kembali hubungan persaudaraan yang sudah lama mereka pendam.

Nah, ikon yang tidak bisa dilupakan dari film ini, siapa lagi klo bukan Baby Groot, sosok pohon berjalan yang dengan kepolosannya justru menetralisir film ini menjadi sedikit “drama” selain pertempuran ruang angkasa . Buat Brillant, sosok Groot paling melekat, mereka berhasil membuat gimmick menarik yang selepas kita menonton, ada sosok Groot yang ada diingatan.

Alhasil, kelar nonton pesan Brillant cuma satu, “Nanti kalo vol. 3 nya sudah main, kita harus nonton lagi ya, bu.”

See you then, Baby Groot!

 

 

 

 

 

 

 

 


Post Comment