Ketika Suami Memercayakan 100% Masalah Keuangan di Pihak Istri

Kalau berjodoh sama suami tipe gini, harus seperti apa, ya? Senang nerima uang bejibun, atau justru malah harus extra ketat mengatur keuangan?

Sebelum menikah dulu, saya sama sekali nggak kebayang, bakalan dapat suami yang tipe memercayakan hasil nafkahnya 100% kepada saya, untuk dikelola. Dari awal, sejujurnya saya jadi deg-degan sih, bukan yang membayangkan sejumlah uang dengan nominal lumayan, masuk ke rekening saya setiap bulannya.

Ketika Suami Memercayakan 100% Masalah Keuangan di Pihak Istri - Mommies Daily

Suami saya bukan tanpa alasan, mengambil langkah ini – “Soalnya aku tuh, orangnya boros banget!”, wakwaaaw! Ahahahaa, kalau boleh buka aib juga, nih, saya juga gak segitu bijaknya sama uang, sih :p Berhubung pas menikah, langsung memutuskan mau punya anak, jadi, ya, ((TERKONDISIKAN)), untuk bisa jadi ibu bijak *EHEM.

Hampir 4 tahun berjalan dan melakoni sistem keuangan yang 100% ada di tangan saya, setidaknya ada 5 hal yang bisa saya share ke mommies, jika mommies juga menjalankan hal ini.

  1. Wajib belajar A-Z seputar finansial keluarga

Jadi perempuan sebetulnya emang harus melek literasi keuangan. Mau itu masih single, apalagi sudah menikah. Beruntung saya kerja di Mommies Daily, yang punya banyak banget pembahasan seputar keuangan keluarga. Awalnya, mesti ditanamkan mind set, gimana mau pintar kalau nggak punya ilmunya? Jadi gali ilmu sebanyak mungkin, pilih mana yang cocok untuk keadaan keuangan keluarga, dan terapkan dengan disiplin.

  1. Disiplin

Sudah punya ilmu, tapi nggak disiplin ngejalaninnya, ya sama aja bohong. Inget aja deh, nasib anak kalau kita foya-foya di awal. Emangnya nggak mau anak sekolah di tempat yang mumpuni? Sampai dia bisa lulus S1, S2 dan seterusnya. Belum lagi dana kesehatan, yang sekarang ampun deh mahalnya. Lalu, hari tua kita kan enaknya dinikmati dengan simpanan dana pensiun yang oke, dong? Bukan nggak mungkin, mommies dan pasangan menikmati hari tua, dengan traveling.

  1. Tetap komunikasi

Meski pak suami sudah percaya ke kita 100%, semua hal yang menyangkut pengeluaran keuangan mesti dikomunikasikan, lho. Artinya gini, setiap bulannya kan pasti udah ada pengeluaran tetap, tuh. Tapi ada saatnya, harus berhadapan dengan pengeluaran dadakan yang sifatnya besar. Ini nggak boleh diumpetin-umpetin, ya :p

  1. Wajib ada proteksi

Dalam perencanaan keuangan pasti ada yang namanya proteksi. Misalnya asuransi kesehatan,dan pendidikan. Usahakan minimal banget menurut saya, mommies punya asuransi kesehatan untuk semua anggota keluarga. Karena, kita nggak akan pernah tau, kapan penyakit atau musibah datang.

  1. Ingatkan pasangan (juga) mengelola pengeluaran pribadi dengan bijak

Jangan kita udah disiplin, malah suami yang longgar sama pengeluaran dia sehari-hari. Kalau saya menghitung mulai dari kebutuhan makan+jajan selama hari kerja dan bensin kendaraan suami. Setelah  keluar nominalnya, ya itu jatah bulanan wajibnya. Di luar itu, sebaiknya  bisa diinformasikan dari jauh-jauh hari.

Ada yang mau menambahkan?


One Comment - Write a Comment

  1. adiesty

    Kalau gue… umh, uangnya bakal gue beliin tas baru setiap bulan, ahahahahahha *kemudian dikemplang Pak suami*

    Kalau gue sama suami emang sistemnya beda, sih, Tha. Berhubung kita berdua sama2 kerja dan perlu saling menopang, jadi kita berdua udah punya tuh post masing2 yang perlu kita jalankan. Tapi kalau emang kebutuhan bulanan rutin macam uang sekolah anak, plus belanja bulanan itu masuk di post suami. Kalau post gue? Buat senang2, hahahahhaha *dikemplang lagi sama Pak Suami*

    Tapi utk semua point yang loe sebut di atas, gue sih setuju banget. Apalagi untuk komunikasi…..

Post Comment