Pentingnya Ibu Mengubah Rasa Khawatir Jadi Peduli

Jadi Ibu (baru) bawaannya memang serba khawatir. Tapi selama khawatirnya nggak berlebihan sebenarnya nggak masalah, kok. Bahkan khawatir ini penting dirasakan setiap orangtua untuk tahu apa yang perlu dilakukan untuk anaknya. 

Bulan ini usia anak saya, Bumi sudah 7 tahun. Saya sendiri nggak nyangka kalau perjalanan saya menjadi orangtua rasanya secepat ini. Perasaan, baru kemarin bobot tubuh saya membengkak hingga naik 20 kg. Rasanya baru kemarin saya, ikutan senam hamil untuk membantu memperlancar proses persalinan.

Rasanya baru kemarin saya belajar cara menyusui yang benar, termasuk belajar bagaimana agar anak saya terhindar dari ruam popok. Maklum, deh, atas nama kepraktisan saya memang memilih untuk menggunakan pospak ketimbang cloth diaper.

worried

Ketika memutuskan untuk menggunakan posak, saya pun nggak pernah lupa untuk membeli diaper cream sebagai ‘sahabat’ pospak. Saya cukup ngeri kalau anak saya mengalami ruam popok. Kebayang bagaimana rasa tidak nyamannya. Lagi pula ruam popok ini menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang bayi. Bahkan, kurang lebih 50 % bayi pernah menderita ruam popok ringan dalam satu tahun pertama kehidupannya. Di mana prevalensi tertinggi  terjadi saat anak berusia 9 sampai 12 bulan.

Pantas saja, ya, kalau rasa khawatir seorang ibu terhadap ruam popok ini dirasa sangat wajar. Tapi, seperti yang diungkapkan Lula Kamal Msc dalam acara talkshow bersama Sleek, bahwa rasa khawatir seperti ini memang sangat wajar. Perasaan khawatir jadi alami dirasakan seorang ibu karena naluri seorang ibu yang selalu ingin hal yang terbaik buat hatinya. Harapannya, sih, supaya nggak hal-hal buruk seperti adanya hadirnya penyakit.

Saya jadi ingat apa yang dikatakan Mbak Nina Teguh. Ia mengatakan kalau seorang ibu justru perlu khawatir karena ia bisa tahu apa yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Hal senada pun diungkapkan oleh Lula Kamal, bahwa dengan adanya rasa khawatir membuat seorang ibu jadi lebih peduli dengan kondisi anaknya. “Semua cerita mengenai rasa khawatir itu ada gunanya selama memang nggak berlebihan,” ujarnya. Benar juga, sih, kalau terlalu khawatirjustru akan membuat kita, sebagai orang tua jadi serba ‘parno’ sehingga terlalu over protective terhadap anak.

Mengubah rasa khawatir menjadi peduli ini juga sangat diperlukan karena bisa membantu kita untuk lebih bijak dalam memilih produk untuk anak. Contohnya, nih, ketika memilih produk diaper cream, ya, harus diperhatikan lebih dulu kandungnya. Apakah benar-benar aman atau tidak, bagaimana jika memang anak kita mengalami alergi sehingga butuh produk yang sesuai.

pentingnya ibu mengubah rasa khawatir jadi peduli

Untuk diaper cream, Sleek  sudah memerhatikan formulanya, di mana formula hypoallergenic dan natural antibacterial. Dan yang paling penting, diaper cream ini sudah teruji secara dermatologis danefektif membunuh bakteri penyebab iritasi terutama pada daerah popok. Oleh karena itulah, diaper cream ini bisa digunakan setiap kali ganti popok untuk mencegah bakteri penyebab ruam muncul.

“Kalau memang khawatir anaknya mengalami ruam popok, ketika menggunakan pospak ya harus sedia diaper cream dulu yang digunakan sebelum terjadinya ruam. Kalau sudah ruam, yang dibutuhkan itu adalah obat.”

Gimana, setuju dong, dengan kalimat dari Lula Kamal ini? Penyakit apapun memang lebih baik dicegah lebih dulu ketimbang mengobatinya.


Post Comment