4 Kandungan Dalam Kosmetik yang Wajib Dihindari Selama Kehamilan

Daripada menyesal di kemudian hari, lebih baik meminimalisir kemungkinan yang membahayakan janin dan ibu hamil. Di antaranya, menghindari menggunakan produk yang mengandung beberapa bahan berikut ini.

Waktu hamil hampir 3 tahun lalu, saya kebetulan belum kenal yang namanya rangkaian skincare atau rajin beli makeup. Jadi memang, belum sempat ngulik, sebetulnya kandungan apa saja, sih, yang sebaiknya dihindari dalam kosmetik atau skincare, selama hamil. Paling yang saya tahu, sebaiknya nggak mewarnai rambut. Setelah melahirkan, dan bekerja di Female Daily Network, perlahan saya jadi tahu, kalau ternyata nggak semua kandungan skincare atau kosmetik boleh digunakan bumil.

4 Kandungan Dalam Kosmetik yang Wajib Dihindari Selama Kehamilan - Mommies Daily

Baru-baru ini, saya sempat ikut diskusi media tentang “Safe and Effective Skincare Options for Expecting Mom”, bersama SOS Klinik Medika, di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. dr. Maureen Situmeang SpKK, memberikan penjelasan, zat, bahan atau kandungan apa yang wajib dihindari digunakan ibu selama hamil.

1. Phthalates

Zat ini, biasanya terdapat product care yang mengandung wewangian. Digunakan untuk melubrikasi bahan lainnya, membantu lotion menghaluskan kulit dan membantu mempertahankan wewangian.

Kenapa harus dihindari? Karena berisiko memengaruhi perkembangan kelamin janin selama kehamilan. Apalagi jika digunakan di trimester pertama.

2. Paraben

Kandungan ini digunakan, pada bahan kosmetik dan healthcare sebagai pengawet.

Kenapa harus dihindari? Percobaan pada tikus yang hamil menunjukkan, paraben dapat mengganggu perkembangan repoduksi. Sementara itu, pada penelitian yang lainnya, membuktikan paraben dapat menurunkan kualitas perkembangan organ reproduksi pada janin laki-laki dan perkembangan pertumbuhan payudara. Berari paraben dan phthalates, dampaknya hampir sama, ya, mommies.

3. Hydroquinone

Hydroquinone, termasuk ke dalam golongan C, yang artinya kandungan ini sudah terbukti saat dilakukan percobaan pada hewan, khususnya dampak pada kelahiran si hewan tersebut.  Namun, tidak berlaku hal  yang sama pada manusia. Namun, dr. Maureen, menyarankan, karena Hydroquinone, termasuk ke dalam zat kimia, jadi lebih baik dihindari.

4. Retinoic acid/Tretinoins/Retinol

  • Tiga kandungan tadi, biasanya terkandung di dalam produk anti-aging moisturizers dan rangkaian pengobatan untuk jerawat.
  • Beberapa studi membuktikan menggunakan vitamin A dosis tinggi selama kehamilan, bisa membahayakan janin. Retinoids yang dikonsumsi dengan cara oral, berisiko berbahaya pada kelahiran jabang bayi.
  • Namun retinoids yang diaplikasikan ke kulit, tidak menunjukkan dampak yang berbahaya pada ibu hamil. Namun, dr. Maureen tetap menyarankan bumil menghindari retinoids.

Semoga informasi tadi berguna, ya, mommies. Dan yang terpenting, kalau bisa selama hamil menggunakan produk kosmetik dan skincare yang berbahan alami aja, yah. Mencegah, kan (masih) jauh lebih baik dari pada mengobati :)


Post Comment