Alergi Pada Anak Sebabkan Pertumbuhan dan Pergaulannya Terhambat?

Punya anak alergi, membuat kita, para orangtua harus lebih pintar dan tanggap alergi sehingga pertumbuhan dan pergaulan anak tidak terhambat.

Siapa di antara mommies yang punya anak alergi? *ngacung*

Berhubung saya dan suami sama-sama asma, sejak awal menikah kami sudah sadar kalau anak kami bakal mengalami hal serupa. Benar saja, sekarang Bumi memang asma. Kalau sudah makan cokelat dan terlalu capek, asma-nya ini bisa langsung kambuh.

Sepengetahuan saya, sistem kekebalan tubuh anak-anak memang masih berkembang, dan rentan terhadap berbagai faktor pemicu alergi. Bahkan, Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI mencatat, kalau peningkatan angka kejadian alergi pada anak terus meningkat selama dua dekade terakhir ini.

anak alergi-mommiesdaily

Oleh karena itulah, penting buat kita, para orangtua untuk tanggap alergi agar si kecil tetap tumbuh ceria. Selain karena polusi, kelahiran secara cesar, dan faktor genetik, Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M. Kes, menjelaskan kalau alergi bisa disebabkan oleh faktor lain, baik makanan dan juga susu.

“Untuk itu, orangtua harus memahami alergi pada anak dengan tepat,” ujarnya.

Kondisi alergi pada anak ternyata nggak hanya membuat anak merasa dibatasi, seperti yang diutarakan Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, mau nggak mau orangtua pun anak mengalami masalah parenting yang kompleks.

“Orangtua bisa mengalami stres, cemas berlebihan, hingga merasa gagal jika anaknya mengalami alergi. Namun bukan hanya orang tua yang stres, si kecil yang memiliki alergi juga rentan mengalami stres,” paparnya.

Benar juga, sih, setidaknya kondisi ini sempat saya rasakan. Pun beberapa teman yang senasib dengan saya. “Wah, waktu itu gue sampai pusing sendiri. Bahkan waktu itu semua tes untuk mengetahui kondisi alergi anak dengan pasti sudah gue lakukan. Tapi tetap saja, bawaannya jadi serba khawatir,” ujar salah satu rekan jurnalis yang punya anak alergi.

Mengapa alergi bisa sampai membuat anak dan orangtua stress? Mbak Nina menjelaskan, anak yang memiliki alergi memang rentan mengalami stres dan kecemasan berlebihan karena alergi bisa menimbulkan rasa khawatir yang berlebihan sehingga anak terus waspada dan tingkat kecemasan meningkat. Bahkan menurut Mbak Nina, anak cenderung tidak fleksibel karena pilihan terbatas serta menghindari pergaulan dan bermain dengan teman di tempat bermain.

“Anak dengan alergi cenderung kaku. Menghindari pergaulan karena merasa dianggap aneh. Jangka panjang kepribadiannya terpengaruh,” ungkap Mbak Nina.

Contohnya begini, ketika anak-anak lain bebas untuk bertukar makanan dan minuman, anak yang memiliki alergi tidak bebas. “Belum lagi dengan kondisi stres pada anak pun bisa muncul, jika teman-temannya menganggap dirinya aneh. Bahkan menjauhi atau menolak berteman karena si kecil alergi,” papar Mbak Nina lagi.

Untuk memaksimalkan perkembangan anak dengan alergi, Mbak Nina pun menyarankan agar orangtua menerapkan 3K, yakni kenali, konsultasikan, dan kendalikan. “Kenali sifat anak, kemampuan diri sendiri, dan lingkungan sekitar anak,” ujarnya.

Mbak Nina juga menyarankan kondisi anak yang memiliki alergi juga sebaiknga dikomunikasikan pada anggota keluarga lainnya. Termasuk tidak perlu ragu menginformasikan kondisi anak pada guru atau orangtua teman-teman anak.


Post Comment