Suami Tidak Bahagia, Ini 7 Tandanya!

Ditulis oleh: Azza Waslati

Suami tidak bahagia? Masa sih….. coba dicek dulu, apakah suami kita bahagia atau tidak. Ini dia 7 Tanda suami tidak bahagia.

Saya, saya, dan saya. Sebagai perempuan kadang kita bisa begitu egois dan ingin perasaannya diperhatikan. Tapi, sebenarnya, suaminya bahagia tidak, sih? Ada beberapa tanda suami tidak bahagia:

7 Tanda Suami Tidak Bahagia - Mommies Daily

1. Jarang pulang

Enyahkan lagu tentang Bang Thoyib yang sudah beberapa lebaran tidak pulang-pulang dari kepala Anda. Mungkin dia sedang bertapa di sebuah gua, di penjuru barat daya. Sesibuk apapun suami Anda, pernikahan membutuhkan 2 orang untuk hadir di dalamnya. Kalau suami lebih sering lembur, menginap di kantor, dan alasan-alasan lain yang membuat kalian jadi jarang bertemu, cari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

2. Tidak bisa ngobrol

Kesannya sepele ya? Ah, memang dia bukan tipe yang bisa diajak ngobrol. Atau, ah, memang dia lagi banyak pikiran. Namun, terpikirkah bahwa dia dan juga Anda perlu teman untuk berbagi rasa dan pemikiran agar perkembangan pribadi dan pernikahan juga terlihat? Manusia bertumbuh dan berubah seiring waktu dan pengalaman hidupnya, ngobrol adalah cara untuk menyingkronkan kalian berdua. Ibarat ponsel, ada saat-saatnya harus di-sync dengan komputer agar sejalan.

3. Mudah marah

Sumbunya pendek dan mudah terbakar. Duh, nggak nyaman ya kalau pasangan kita seperti ini? Inginnya dia bisa bicara terbuka sebenarnya apa yang membuat dia marah dan tak bahagia, dibanding cari-cari masalah. Mulai dari masakan tak enak, rumah berantakan (padahal sudah rapi menurut Anda), pokoknya ada saja yang membuat dia kesal. Coba buat dia merasa nyaman untuk menyampaikan keluh-kesahnya pada Anda. Biar sumbunya tidak sedikit-sedikit tersundut. Biar sumbunya nggak pendek-pendek amat :D.

4. Tak lagi tertawa

Hidup berat? Kalau ringan sih balon gas. Atau omongan tetangga. Ha ha ha. Tapi kalau Anda sudah lama tak melihat suami tertawa lepas, itu pertanda dia butuh lebih banyak bahagia. Mulut yang terbuka lebar mengeluarkan tawa, adalah ekspresi kebebasannya. Coba pancing dengan obrolan ringan agar dia bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Entah tentang pekerjaan, keluarga besarnya, atau apapun yang membuat hatinya lelah. Beban seberat apapun tentu akan terasa ringan bila ditanggung berdua.

5. Selalu mengalah

Banyak nih istri yang mengernyitkan dahi membaca poin ini. Kan bagus kalau suami ngalah sama istrinya? Ya itu menurut Anda. Padahal sebagai suami dia juga ada keinginan sendiri, pendapat sendiri. Namun karena keinginannya sering tidak dituruti, dia merasa pendapatnya dan keinginannya tidak cukup berharga untuk diutarakan. Hati-hati deh kalau suami selalu mengalah. Bisa jadi dia merasa tak lagi Anda anggap penting.

6. Dia tak punya kehidupan sosial

Suami selalu bersama Anda saat sedang tidak bekerja? Anda sangat beruntung. Tapi pikirkan apa dulu dia punya hal-hal yang dia cintai yang harus dia lepaskan sejak menikahi Anda? Hobi? Sahabat? Rutinitas yang dulu membuat dia sangat bahagia? Sebelum menjadi suami Anda, dia juga adalah seorang manusia dengan kebahagiaannya sendiri. Bisa jadi dia sangat mencintai Anda dan tak keberatan melepaskan semua itu, namun, bila Anda benar-benar mencintai dirinya, berilah dia waktu untuk menyenangkan dirinya sendiri. Upahnya? Anda pun bisa menikmati waktu untuk diri Anda sendiri!

7. Dia selalu salah

Pokoknya dia selalu salah! Suami bukannya dengan rela mengalah, namun dia selalu merasa salah dan kalah, karena lelah berargumentasi dengan Anda. Atau bisa juga karena dulu dia pernah melakukan kesalahan yang masih sering Anda ungkit. Pemikiran bahwa dia salah membuatnya merasa sia-sia membela diri atau melakukan upaya-upaya yang bisa membuat dia merasa sejajar dengan Anda.

Kalaupun di masa lalu kalian ada masalah, tinggalkanlah masalah itu di sana. Yang sudah terjadi tak bisa dihilangkan. Namun bila masih ingin menuju masa depan bersama, jangan bawa sampah masa lalu, biar langkah terasa lebih ringan dan indah.

Laki-laki dan perempuan sama saja. Sama-sama punya perasaan, sama-sama punya keinginan dan harapan. Jangan lihat pernikahan sebagai leburnya dua pribadi yang berbeda. Dibanding melebur dan saling mengikat, lebih indah bila bergandengan tangan di rel masing-masing menuju tujuan yang sama. Bila Anda mencintainya, Anda ingin membuatnya bahagia, kan? Suami yang bahagia membuat kalian berdua lebih tangguh menghadapi kehidupan.


Post Comment