Pentingnya Review Kinerja Reksa Dana

Ditulis oleh : Prita Ghozie

Jika mommies sudah mulai melakukan investasi reksa dana, jangan sampai lupa untuk melakukan review kinerjanya. Sehingga hasilnya pun bisa maksimal. 

Diantara mommies, mungkin ada yang sudah mulai berinvestasi. Salah satu produk investasi yang populer adalah reksa dana. Setelah menyusun rencana, lalu melaksanakan implementasi, maka tidak kalah pentingnya adalah melakukan evaluasi secara berkala atas kinerja atau hasil investasi.

Review reksa dana-mommiesdaily

Evaluasi terhadap hasil investasi reksa dana sebaiknya dilakukan minimal 6 bulan sekali. Cara evaluasi adalah dengan membaca hasil yang tertera di laporan reksa dana dan melakukan perbandingan dengan keterangan di fund fact sheet. Ada beberapa faktor yang sebaiknya dipertimbangkan dalam melakukan evaluasi.

Jenis reksa dana

Reksa dana yang memiliki komponen obligasi dan saham, wajib dievaluasi minimal 6 bulan sekali. Sedangkan, untuk jenis reksa dana pasar uang, investor hanya perlu melakukan evaluasi tahunan saja karena risiko yang jauh lebih rendah.

Bandingkan kinerja periodik dengan tolak ukur
Setiap jenis reksa dana akan memiliki tolak ukur yang dapat menunjukkan apakah kinerjanya diatas mau pun dibawah rata-rata. Sebagai contoh untuk reksa dana saham, umumnya tolak ukur adalah kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk periode yang sama. Perbandingan ini dapat dilihat di fund fact sheet yang dikirimkan secara bulanan kepada investor.

Bandingkan kinerja reksa dana dengan kompetitor sejenis

Ada masanya sebuah reksa dana mengalami penurunan karena pasar modal juga mengalami gejolak penurunan. Namun, apabila rata-rata kinerja reksa dana sejenis hanya turun 5%, sedangkan reksa dana yang dipilih ternyata turun 8%, maka bisa disimpulkan kinerja reksa dana yang dipilih kurang baik.

Bandingkan jenis reksa dana dengan jangka waktu investasi

Bisa saja, pemilihan reksa dana jenis tertentu dilakukan karena jangka waktu investasi yang masing panjang. Namun, semakin dekat jangka waktu penggunaan dana, maka sebaiknya komposisi alokasi reksa dana juga diubah untuk menyesuaikan risikonya. Misalnya, reksa dana saham dipilih untuk dana universitas saat anak masih berusia 5 tahun. Namun, saat anak sudah memasuki usia 15 tahun, maka jangka waktu menuju universitas menjadi lebih pendek. Maka, evaluasi atas reksa dana sebaiknya dilakukan dan proses rebalancing dapat dieksekusi.

Nah, itulah beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan dalam mengelola aset investasi berupa reksa dana. Di kesempatan lain, saya akan menjelaskan lebih dalam tentang apa yang sebaiknya dilakukan setelah proses evaluasi dilaksanakan.

Live a Beautiful Life!


Post Comment