Ketika Mantan Pacar Menyapa di Social Media

Harus dibalas, di-delete, didiamkan, di-read saja, atau langsung di-unfriend?

“Kenapa, sih, harus memutus tali silaturahmi. Toh, dia cuma mantan. Nggak ada salahnya, kan, berteman?” begitu kata suami sahabat saya, ketika si sahabat mengonfrontir sang suami, kenapa masih juga berteman dengan mantan di facebook, instagram, path, LINE, twitter, hingga linkedIn, ups…bahkan di whatsapp (ah, terkadang saya merindukan momen-momen kala social media cuma ada friendster).

Nggak, memang nggak salah untuk terus menyambung silaturahmi dengan siapa pun, termasuk mantan. Berteman dengan banyak orang tentu menguntungkan. Tapi, sudah berapa kali kita dengar sebuah perselingkuhan dengan mantan terjadi akibat ‘sekadar’ iseng sapa-sapaan di media sosial? Seberapa jauh batasan yang sebenarnya harus kita tentukan berkaitan dengan mantan? Kapan si mantan harus di-unfriend, atau di-delete dari kehidupan?

Ketika Mantan Menyapa di Social Media - Mommies Daily

Baca juga:

Mengapa Tingkat Perceraian di Indonesia Tinggi?

Balas Saja Sapaannya

Ketika mantan menyapa melalui wall facebook, atau mention nama kita di twitter, nggak pernah ada salahnya untuk membalas sapaannya. Ini bisa jadi ia menunjukkan sikap tulus ingin berteman, karena ia nggak berusaha ngumpet-ngumpet menyapa melalui inbox. Positive thinking saja, either ia sekadar menanyakan kabar, atau mungkin mau menawarkan bisnis MLM. ;)

Nggak Usah Ditanggapi

Ketika seorang mantan (uhuk) yang lebih dari 20 tahun nggak ada kabar tiba-tiba menghubungi saya via inbox di facebook, jujur saya hanya sekadar ingin mengetahui kabarnya saja, saat saya membalas message tersebut. Memang kemudian untuk beberapa waktu kami rutin bertegur sapa di kotak masuk facebook. Namun ketika ia mulai mengungkit-ungkit kisah lalu, dan memanggil saya dengan sapaan ‘sayang’, saya mulai nggak nyaman. Mungkin ia cuma bercanda, tapi ini canda yang bisa bawa marabahaya. Saat itu saya masih ingin berteman dengannya, sehingga akhirnya trik saya menghadapi ‘candaannya’ adalah dengan tidak menanggapi tiap kali ia mulai sedikit ‘belok’. Saya alihkan juga dengan cerita-cerita lain yang lebih netral. Lama-lama ia jadi mengerti, dan berhenti bernostalgia. Saat ini kami pun masih berteman baik, via facebook, karena saya memutuskan untuk nggak ada pertemuan dengan beliau ;)

Diamkan Saja Pesannya

Ini sebenarnya buat para mantan yang makin kelewatan. Sudah ditegur baik-baik, tidak ditanggapi, eh, terus saja bernostalgia dan memanggil kita dengan panggilan kesayangan buat kita dulu. Untuk pesan-pesan seperti ini, cukup di-read saja. Nggak perlu dibalas. Termasuk komentar-komentar yang ia tinggalkan di setiap momen atau foto yang kita post.

Delete Dari Kehidupan

Percayalah, setan itu nyata dan bisa berwujud mantan. Seperti yang pernah saya jabarkan di sini, kebanyakan perselingkuhan dengan mantan terjadi bukan karena memang cinta, tapi hanya karena mengungkit kisah romantika masa lalu belaka. Ketika Anda, atau pasangan kemudian larut pada nostalgia kisah cinta SMA, ini kemudian bisa jadi bom waktu bagi pernikahan. Apalagi buat pernikahan yang sedang di titik jenuh, atau kurang komunikasi. Padahal, antara Anda dan pasangan sebenarnya tiada masalah yang berarti. Kalau menurut saya, sih, saat hati mulai meletup-letup ketika menerima notifikasi inbox dari mantan, itulah saatnya men-delete mantan dari kehidupan. Sayangnya nggak semua orang punya kemampuan tersebut, bila sudah terlanjur larut.

Baca juga:

Mempertahankan Pernikahan Setelah Pasangan Berselingkuh


Post Comment