Tips Mengoptimalkan Perkembangan Otak Bayi

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Sejak masih di dalam kandungan, perkembangan otak bayi sudah dimulai. Ini yang saya lakukan untuk memaksimalkan perkembangan otak bayi.

Saat kita belum ngeh kalau kita hamil, ternyata otak bayi sudah mulai terbentuk lho! Misalnya, saya baru sadar saya hamil di usia ke 8 minggu, maka saat itu otak bayi sudah mulai terbentuk sejak 6 minggu. Tepatnya, masuk hari ke 16, lempeng saraf bayi mulai terbentuk. Kemudian, lempeng saraf ini menggulung membentuk tabung saraf (neural tube) pada hari ke-22. Lalu, mulailah diproduksi sel-sel saraf.

Baca juga:

Apa yang Terjadi Pada Janin dan Ibu di Trimester Pertama?

Bila melihat proses pembentukan otak yang sedini ini, maka kalau saya memberikan perhatian terhadap perkembangan otak bayi saat ia sudah lahir bisa dikatakan terlambat.

Saat bayi masih di dalam kandungan, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk merangsang perkembangan otaknya adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak janin.

Baca juga:

Jenis Ikan yang Aman Dikonsumsi Oleh Bumil, Busui dan Anak-anak

IMG_4944

Selama di dalam kandungan, akan terbentuk lebih dari 100 milyar sel saraf. Saat ini, makanan yang memiliki zat gizi seperti asam folat, vitamin B6 dan vitamin B12 sangat dibutuhkan. Memasuki kehamilan usia 15 minggu, rangsangan terhadap otak bayi bisa dilakukan dengan memperdengarkan suara dan bermain cahaya.

Tak berhenti sampai di situ, setelah bayi lahir, perkembangan otak bayi terus terjadi. Kali ini terjadi pembentukan hubungan antara bermilyar-milyar sel saraf yang sudah terbentuk sebelumnya. Pematangan fungsi bagian-bagian otak lainnya juga terus berkembang. Salah satu yang paling pesat perkembangannya adalah bagian frontal lobes yang mengembangkan kemampuan emosi, kedekatan, proses pencernaan dan daya ingat. Lagi-lagi asupan nutrisi menjadi hal yang sangat penting.

Salah satunya asam lemak esensial seperti AA, DHA, EPA, dan asam amino. Ini semua bisa didapat bayi dari ASI dan dilanjutkan dengan pemberian. Stimulasi otak selain pemberian nutrisi adalah dengan mengajak anak bermain, mendongeng, berbicara, bernyanyi, tertawa dan memberkan perasaan nyaman pada bayi.

Selain itu, saya juga melakukan hal ini untuk terus mendukung perkembangan otak bayi:

1. Memijat bayi
Rasa nyaman yang tercipta akan mengurangi stres yang bisa dialami bayi. Cara ini juga bisa memberikan keamanan secara emosional pada bayi. Dengan begitu, perkembangan otaknya terus dirangsang.

2. Segera merespon tangisan bayi
Saya paham masih banyak pro kontra untuk urusan yang satu ini. Namun bagi saya ketika bayi nyaman bila tangisannya segera ditanggapi, ini akan membantu menciptakan ‘sirkuit’ positif dalam otak bayi.

Baca juga:

Bayi Menangis Setiap Malam, Wajarkah?

3. Membiarkan bayi merangkak
Saat bayi merangkak, otaknya dirangsang untuk mengatur keseimbangan tubuh. Bahkan saat merangkak, otak anak akan bekerja mencari tahu lingkungan sekitar, penempatan objek, dan cara menghindarinya agar tidak tertabrak.

Baca juga:

Milestone Anak Saya Berjalan Normal Nggak Ya?

4. Bermain bersama bayi
Apapun jenis permainan yang dipilih bersama bayi akan membantu meragsang perkembangan otaknya. Sesederhana permainan bunyi dengan kerincingan yang memiliki banyak warna.

Bagaimana dengan mommies sendiri?


Post Comment