Kapan Sebaiknya Anak Diberikan Nasi Tim?

Ada alasan tertentu mengapa bayi perlu diberikan nasi tim di usia yang tepat.

Seni mengenalkan makan pada anak memang tidak bisa dikatakan mudah. Segala drama yang terjadi selama proses pemberian anak, saya yakin, dialami oleh banyak ibu. Saya puuunn, hahaha.. Dari mulai makanan yang sukses disembur, dilepeh, ditumpahin mangkuknya sampai drama mengharukan saat anak tiba-tiba menghabiskan semua makanan yang disiapkan.

FB_IMG_1491377598299

Mental kuat dan kesabaran ekstra tinggi memang jadi kunci utama suksesnya proses pengenalan makan pada anak. Namun, ada satu hal yang yang tak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu tahapan pemberian makan pada anak. Pemberian makanan harus disesuaikan dengan perkembangan organ pencernaan dan keterampilan makan anak secara perlahan dan bertahap. 

Sebagai contoh, bayi bisa menyusu saat baru lahir hingga usia 6 bulan karena di usia ini bayi baru bisa mengisap dan menelan, belum pandai mengunyah.

Masuk usia 6 bulan, gerakan rahangnya tidak lagi menyatu dengan gerakan lidah dan mulut. Lidahnya juga bisa bergerak ke segala arah. Saat ada makanan masuk ke dalam mulutnya, maka mulutnya akan membuka hingga makanan memasuki mulutnya. Itulah sebabnya, masuk usia 6 bulan bayi sudah mulai bisa mengonsumsi makanan yang lebih padat daripada ASI.

Terus berlanjut, semakin besar, bentuk dan tekstur makanan bayi pun meningkat. Teksturnya diharapkan semakin kasar dan jenis makananya makin bervariasi.

Kembali pada pertanyaan seperti di judul. Jadi, kapan, waktu yang tepat bagi anak untuk diberikan nasi tim?

Bentuk nasi tim yang sudah lebih padat daripada pure, membuat bayi membutuhkan kemampuan dan keterampilan makan yang lebih kompleks. Setidaknya, anak sudah harus memiliki kemampuan. Makanan sepadat nasi tim perlu diproses lebih dulu di ‘gerbang’ pertama sistem pencernaan atau mulut untuk diolah menjadi bentuk makanan yang lebih halus, sebelum masuk ke lambung.

Selain itu, bayi juga perlu memiliki kemampuan posisi makanan di dalam mulut untuk dikunyah, dan dipindah-pindahkan dari sisi kanan, ke kiri, lalu ke belakang untuk ditelan dengan bantuan lidah. Ini semua terjadi saat bayi berusia 9 sampai 12 bulan. Jadi memasuki usia 9 bulan, sebaiknya bayi mulai diberikan makanan yang lebih padat.

Memang, sih, awalnya saya juga merasa, masa bayi sekecil itu (bahkan saat usia 9 bulan, Gia belum punya gigi) bisa makan makanan yang lebih padat seperti nasi tim? Jawabannya? Bisa! Asalkan dikenalkan secara perlahan. Memasuki usia 1 tahun, bayi sebaiknya sudah bisa mengonsumsi makanan rumahan. Makanan yang sama dengan makanan kita, hanya saja potongan dan rasanya perlu disesuaikan.

Nantinya, Mommies juga akan melihat kemampuan lain selain kemampuan makan yang saling berhubungan. Seperti kemampuan motorik halusnya yang kian berkembang. Proses pemberian makan setiap anak memang unik dan bisa berbeda. Namun, tak ada salahnya mengikuti semua anjuran untuk mendukung perkembangan keterampilan makan anak.


Post Comment