Mau jadi Istri Cerdas atau Istri Bijaksana?

Meskipun menjadi istri cerdas dan bijaksana sama-sama baik dan positif, tapi di antara keduanya ternyata punya berbedaan, lho. Kalau mommies, lebih memilih tipe mana, istri cerdas atau istri yang bijaksana?

Jadi istri cerdas dan bijaksana, siapa juga yang nggak mau. Iya nggak, sih? Biar gimana kan kedua sikap sangat positif dan tentunya punya peran besar bagi kehidupan sehari-hari. Saya berani taruhan kalau kita sebagai istri suka ngarep suami sering bilang, “Sayang… udah ditransfer ya atau kamu lagi mau beli apa,” suami kita juga ngarep banget punya istri yang cerdas dan bijaksana. Dalam artian pintar dan bijaksana secara keseluruhan, ya. Ragu? Coba langsung tanya ke suami, deh, hehehehe.

Mau jadi Istri Cerdas atau Istri Bijaksana

Tapi kemarin seorang teman pria ada yang nyeletuk ke saya, “Gue, sih, lebih senang kalau istri gue bisa bijaksana dari pada cerdas yang ujung-ujungnya jadi terkesan sok pintar”. Lho, kok bisa? Apa memang para suami lebih senang istrinya bijaksana? Saya jadi bertanya-tanya sendiri, mana yang lebih antara bijaksana dan cerdas?

Akhirnya saya pun sempat ngobrol dan membahas dengan beberapateman soal istri cerdas dan istri bijaksana. Setelah ngobrol dan riset kecil-kecilan dengan membaca beberapa artikel, akhirnya saya bisa menyimpulkan kalau memang ada perbedaan di antara keduanya. Yang jelas, di sini saya nggak bermaksud untuk menilai mana yang lebih baik antara istri cerdas dan bijaksana, karena semua akan kembali ke perspektif masing-masing.

Jadi apa saja bedanya?

Satu

Pertama kali membahas soal ini, saya dan beberapa teman berandai-andai, ketika menemukan suami melakukan kesalahan,  apa yang biasanya kami lakukan? Ngomel? Atau justru mendukung dan mengingatkan suami untuk tidak melakuan kesalahannya lagi?

Ternyata, nih, ya…. kalau memang kita jadi istri yang bijaksana, idealnya memang tidak perlu marah ke suami. Namun lebih memberikan dukungan  dan memberikan hiburan. Malah kalau perlu, istri yang bijaksana akan bertindak seolah-olah tidak tidak ada apa-apa. Sementara kalau memang kita istri yang cerdas akan memberikan repon yang berbeda dengan mengatakan, “Saya tahu ini akan terjadi. Makanya kemarin saya bilang nggak perlu melakukan hal ini kan?”.

Baca juga : 3 Cara Meredam Ledakan Emosi

Dua

Perbedaan lainnya bisa dilihat ketika pasangan kita, suami sedang mengalami masa krisis. Ternyata, ketika suami tidak mampu mengelola emosinya dengan baik, biasanya istri akan membantinya. Tapi ajalan yang dipilih istri cerdas dan bijaksana anak berbeda. Istri cerdas cenderung akan mengambil alih atau mengambil kontrol. Sedangkan istri yang bijaksana tetap memberikan dukungan namun tetap memberikan arahan  yang benar sehingga bisa membantu suami untuk mengambil langkah yang tepat.

Tiga

Bagaimana kalau dari sisi pola asuh? Ternyata pola asuh ibu cerdas dan bijaksana itu juga berbeda, lho. Katanya, nih, seorang ibu yang cerdas akan cenderung lebih banyak ambil bagian ketika anaknya sudah tumbuh dewasa. Sering kali kasih mereka saran dan beragam rekomendasi, meskipun anaknya nggak meminta.  Sedangkan kalau ibu yang bijaksana jutsru akan lebih banyak memberikan kesempatan anak-anaknya untuk banyak belajar lewat pengalaman hidup. Ibu bijaksana, akan memberian memberikan dukungan jika memang diperlukan.

Empat

Setelah dilihat dari kaca mata hubungan dengan suami dan anak, sikap perempuan yang bijaksana dan cerdas juga bisa dibedakan lewat cara pendekatan dengan mertua. Hahahaha…  jadi, ya, perempuan yang cerdas itu akan akan berjuang untuk untuk memertahankan ‘kemerdekaannya’, apa yang yang dianggap benar. Bahkan tidak akan segan untuk melakukan debat dengan mertuanya jika memang tidak sepaham. Bagaimana dengan perempuan atau menantu yang bijaksana? Nah, menantu yang bijaksana ini akan memilih untuk terus belajar dekat dengan mertuanya, dan mau mendengarkan tanpa perlu adu argument yang panjang. Tapi tidak lantas membuat menantu bijak ini mau mengekor dan menuruti kata mertua, ya. They will still act on her own, but with love.

Lima

Lalu kalau dilihat dari sisi pekerjaan, ternyata ada bedanya juga, nih.  Seorang perempuan atau ibu bekerja yang cerdas, di lingkungan kantornya cenderung lebih kompetitif. Dia akan berusaha untuk menjadi lebih baik dari semua orang lain dan tidak membuat kesalahan. Akibatnya, sebagian besar rekan-rekannya akan sangat berhati-hati dengan dia. Sedangkan kalau perempuan yang bijaksana lebih memilih menciptakan suasana yang menyenangkan dan penuh kehatangan di lingkungan kantornya.

Jadi, kalau mommies cenderung istri yang cerdas atau bijaksana? Kalau punya pendapat lain boleh, dong, share di kolom komentar :D


3 Comments - Write a Comment

  1. Poin no. 4 saya kurang setuju.. adakalanya orang yg bijak juga perlu memikirkan kebahagiaannya sendiri. Kalau terus2an berada dekat mertua (yang negatif), otomatis sifat2 negatif mertua akan menular. Karena pergaulan kita menentukan sikap kita. Mungkin lebih bijaksana kalau kita juga menjaga jarak dan memberi batasan pada mertua tanpa debat.

  2. Kalau yg saya tangkap disini, istri cerdas = istri dominan. Sedangkan istri bijaksana cenderung lebih mengalah untuk terhindar dari konflik. Dua2nya ada plus minus, namun jika tanya pada para suami, tidak aneh mereka memilih “istri bijaksana” ????

  3. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, cer·das: sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dan sebagainya); tajam pikiran. Selain itu juga ada kalimat kecerdasan emosional: kecerdasan yang berkenaan dengan hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar; kecerdasan intelektual: kecerdasan yang menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dengan yang lain; kecerdasan spiritual :kecerdasan yang berkenaan dengan hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar berdasarkan keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Jadi mungkin ada kata lain selain penggunaan kalimat istri cerdas dalam deskripsi artikel diatas. Cmiiw.

Post Comment