Ini Alasan Kenapa Nggak Perlu Baper Sama Postingan ‘Perfect Mom’ di Instagram

Well, terkadang apa yang diposting di media sosial, belum tentu seindah yang terlihat, lho.

Cantik, terkenal, sibuk, keren, bayinya lucu, suaminya nggak ogah ganti popok bayi, rumah terawat, makanan selalu sehat, olahraganya nggak pernah ketinggalan, dan semua itu dikemas dalam foto-foto atau video yang penuh keindahan, plus musik mendayu-dayu. Do you really think this perfect image is really her (perfect) life?

Ini Alasan Kenapa Nggak Perlu Baper Sama Postingan ‘Perfect Mom’ di Instagram - Mommies

Statement (Nggak) Ganggu

Banyak fans dari selebgram satu ini yang kecewa dan kesal begitu ia pasang caption, “There’s no such thing baby blues.” Hahaha… Menurut saya, sih, nggak perlu marah dan kesal. Itu berarti, dia nggak banyak baca. Sudah banyak jurnal, baik lokal maupun internasional yang memelajari gejala, penyebab, dan penanganan baby blues. Buat saya yang mengalami baby blues ringan saat melahirkan anak pertama, statement ini jelas statement receh. Jadi nggak perlu dibesar-besarkan, moms. Selain menunjukkan kemalasan membaca, sikap ini juga menunjukkan bahwa beliau nggak punya empati. Jadi, masih mau ngefans sama yang begini?

Ruang Kotak 1000 x 1000 Pixel

Apa yang bisa dijelaskan dari image-image berbentuk kotak berukuran 500×500 atau 1000×1000 pixel? Nggak banyak. Angle pengambilan gambar untuk foto, atau video itu sangat mungkin dimanipulasi. Jadi, apa yang terlihat belum tentu sesempurna yang kita bayangkan. Di luar kotak tersebut? Bisa jadi ada rak yang berantakan, sudut mainan anak yang berdebu dan layak masuk gudang, atau dapur yang beberapa areanya masih ternoda oleh noda minyak. Just like we, normal moms, have ;)

Perlengkapan Canggih

Beberapa selebgram punya corner khusus untuk mengambil gambar produk yang ia endorse, beli lighting khusus supaya pencahayaan foto maksimal, dan yang paling penting, kamera mirrorless resolusi tinggi yang hasilnya bikin jerawat wajah secara ajaib hilang. Jadi lain kali kalau Anda membatin, “Kok bisa, sih, dia sibuk mengurus anak, suami, melakukan seluruh pekerjaan rumah tangga tanpa bantuan, tapi kulit wajahnya tetap mulus dan terawat?”, bisa jadi itu tipuan kamera belaka. Oh ya, suami fotografer juga bisa dikategorikan perlengkapan canggih, ya. Hahaha…

Manipulasi Kenyataan

Contoh kasus: Seorang public figure, yang juga selebgram, dalam interview-nya seringkali menekankan bahwa dirinya nggak perlu punya baby sitter karena ia ingin mengurus langsung anak-anaknya. Lucunya, kemudian saya menemukan di beberapa postingan instagramnya, ia memiliki beberapa, sekali lagi, BEBERAPA asisten rumah tangga. Bayinya juga kemudian digendong oleh si art. Hahaha… Saya pun mbatin, nggak punya baby sitter, sih, tapi ART-nya segudang. Sirik? Nggak. Cuma jadi pembelajaran saja buat saya, bahwa di luar sana ada orang-orang yang perlu merasa jaim dan membentuk pencitraan diri yang positif (walau kemudian memanipulasi kenyataan). Selain itu, juga ada selebgram yang terlalu jujur dengan kehidupannya di media sosial. Menurut saya sah-sah saja. Itu akun mereka. Mau diapain, kita nggak berhak protes. Biasanya yang jaim-jaim punya banyak hal yang ditutupi atas nama privasi, sementara yang terlalu terbuka bikin pening untuk dilihat timeline feed-nya. Keduanya tetap saja harus kita hormati. Dia nggak nyuruh kita follow juga, kan? Kalau hati sudah tak nyaman, silakan UNFOLLOW!

Ada Juga yang Menginspirasi

Nggak semua selebgram itu menjual kesempurnaan hidup, kok. Banyak juga yang melakukan mini blogging, berbagi resep, dan juga ilmu parenting. Follower-nya bisa sampai puluhan ribu, dan itu organik, bukan hasil beli followers. Yang begini ini layak di-follow. Karena nggak hanya sekadar menjual mimpi dalam ruang kotak.

Jadi, nggak perlu baperlah kalau ada selebgram yang posting ‘kesempurnaan hidupnya’, karena bisa jadi kesempurnaannya itu hanyalah manipulasi kenyataan belaka ;)


Post Comment