Menghadapi Anak Orang Lain yang Membuat Onar Di Tempat Umum, Harus Bagaimana?

Meskipun saya gampang gemas dan jatuh cinta dengan anak kecil, bukan berati saya akan melakukan pembenaran saat melihat polah anak yang cukup mengganggu di keramaian. Saya, sih. nggak akan sungkan untuk menegurnya dengan memerhatikan trik tertentu.

Menghadapi Anak Orang Lain yang Membuat Onar Di Tempat Umum-mommiesdaily

Ada kejadian yang saya ingat sampai sekarang. Beberapa waktu lalu saat saya dan Rosa liputan di akhir pekan, kami berdua mengajak krucil. Itu pun karena tanpa alasan. Pertama, sebelum memenuhi undangan tersebut, paginya kami lebih dulu diundang menghadari press screening film kartun yang mengharuskan kami membawa anak. Kemudian sebelum hadir ke acara kedua, kami juga lebih dulu memastikan ke pihak pengundang, apakah boleh membawa anak ikut serta. Setelah izin didapat barulah kami yakin untuk datang.

Semua berjalan normal sampai ada seseorang perempuan yang dengan ketus ngomong, “Anaknya bandel, sih…. Nggak bisa diam banget. Saya juga punya anak, tapi nggak kaya begini,” ujarnya sambil melihat Bumi dan Bri, putera Rosa dengan mata yang hampir mau copot ke luar. Mendengar protesnya saya pun langsung minta maaf kalau memang ada sikap Bumi dan Bri yang kurang berkenan.

Baca juga : Berhenti Mengatakan, Maklum Namanya Juga Anak Anak

Sesaat kemudian, saya pun langung mengingatkan Bumi dan Bri untuk bersikap lebih baik. Sekedar informasi aja, nih, menurut saya sih sikap Bumi dan Bri biasa saja. Lah wong keduanya duduk di depan saya sambil nonton youtube, yang posisinya sebelahan dengan si ibu yang menegur. Ya, memang, sih, sesekali mereka berdua tertawa. Tapi dalam batasan normal. Dari pada berbuntut panjang, saya pun akhirnya memisahkan Bumi dan Bri untuk tidak duduk berdampingan.

Kalau cerita ini Bumi dan Bri yang ‘tertuduh’ jadi biang kerok, saya pernah punya pengalaman di mana Bumi yang jadi korbannya. Ketika sedang di area playground, ada seorang anak yang badannya lebih besar membuat Bumi terjauh hingga luka. Menurut Bumi, waktu itu sih, dia didorong. Tapi apa saya lantas naik pitam dan memarahi anak tersebut? Nggak tuh. Saya lebih memilih bertanya lebih dulu kejadian dalam versi si anak berbadan besar. Begiti ibunya meminta maaf, saya pun jadi jauh lebih lega.

Baca juga : Mengenalkan Etika Bercanda Pada Anak Memang Perlu Ya?

Saya cukup paham bagaimana ngeselinnya melihat anak yang membuat onar di tempat umum. Onar dalam kaca mata saya, sih, kalau sikapnya sampai mengganggu orang lain, ya. Berlarian dan loncat-loncat seperti anak liar, teriak-teriak nggak jelas, bahkan sampai mencelakai. Duh, kalau begini sih, saya juga geregetan dan mau saya pites, hahhahaa. Dan menurut saya, orangtua memang nggak selayaknya membiarkan anaknya bersikap ‘berlebihan’ di tempat umum karena anak juga perlu tahu etika ketika berada di tempat keramaian.

Tapi, kalau melihat seorang anak yang berperilaku nggak menyenangkan di depan umum, apa lantas jadi nyerocos protes dengan mata melotot kaya akting artis-artis Indonesia di sebuah sinetron? Ya, jelas nggak, dong!

Irma Gustiana, M.Psi, Psi, Psikolog Anak dan Keluarga menegaskan, memang wajar saja kalau kita mau menegur anak, dengan kata-kata yang sopan dan baik sehingga orangtuanya pun dapat menerima saran atau arahan kita yang notabene mungkin orang asing.

“Misalnya nih, waktu saya melihat ada anak yang bermain dengan cara mendorong-dorong sehingga ada anak lain yang terdesak, saya secara spontan menegur anak itu dengan kalimat “Dek, sabar ya antre nanti  juga kebagian mainannya”. Jika kita menegur dengan cara yang tepat orangtuanya yang melihat justru segera reaktif mengatur si anak tersebut untuk mau bersabar,” papar Mbak Irma.

Baca juga : Belajar Menjadi Orang Baik dan Cerdas

Dari penjelasan Mbak Irma, sekaligus pengalaman pribadi saya pun akhirnya bisa menyimpulkan beberapa hal. Ketika melihat ada anak orang lain yang tampaknya mengganngu, ada beberapa trik khusus yang bisa kita ingat sebelum membentak anak orang lain.

Nggak perlu pakai emosi.

Iya, iya, melihat anak yang membuat gaduh sampai mengganggu orang lain siapa juga yang tahan? Kalau melihat kondisi seperti ini di tempat umum, saya pun tipe ibu yang nggak nggak sungkan untuk mengingatkan si anak. Tapi mengingat anaknya bukan anak sendiri, bahkan bisa dibilang orang asing, menegurnya juga perlu etika. Nggak perlu sampai emosi dan mengelurkan kata yang nggak enak didengar. Kalau perlu, sadarkan dengan kalimat candaan.

Hindari penggunakan kata nakal

Kebayang nggak kalau anak kita dibilang nakal sama orang lain. Kalau saya, sih, merasa seperti ‘dituduh’ ya. Apalagi teguran datang dari orang lain yang memang nggak saya kenal. Makanya, kalau melihat ulah anak orang yang menggangu dan ingin menegurnya, coba deh hindari menggunakan kata-kata nakal. Contohnya seperti kalimat, “Eh, kamu nakal banget, berisik dan lari-larian terus. Anak siapa sih?”.  Kalimat seperti ini tentu saja bisa dianggap sebagai tuduhan yang menyudutkan oleh orangtua si anak. Sebisa mungkin, hindari deh reaksi spontan bernada geram.

Komunikasikan pada orangtuanya

Saat melihat ada anak orang lain yang rusuh, coba perhatikan di mana orangtuanya. Menurut saya, sih, nggak ada salahnya kalau kita memang merasa terganggu dengan polah anaknya, keluhan tersebut disampaikan pada orangtuanya. Tentu saja perlu pendekatan dan menggunakan kalimat yang santun. Langkah ini juga bisa meminimalisir anak merasa malukarena ditegur atau dimarahai oleh orang lain uang belum dikenal.


Post Comment