Memikat Atasan Tanpa Perlu ‘Cari Muka’

Tunggu dulu, jangan dipikir saya akan memberikan trik bagaimana mommies bisa memikat atasan dengan cara cari muka. Kalau cara ini, saya mah nggak jago. Tapi percaya, deh, banyak cara, kok, ‘mengambil hati’ atasan tanpa perlu cari muka.

Iya, iya… siapa juga yang nggak kepengen punya citra baik di perusahaan tempat kita bekerja, termasuk di hadapan atasan. Biar gimana kan memang akan berpengaruh dengan penilaian kita di kantor, bahkan bisa membantu mendapatkan promosi. Tul nggak?

Baca juga : Berani Mengajukan Promosi Pada Atasan

Kebayang, dong, kalau pekerjaan kita sama sekali nggak lirik dan dihargai sama atasan? Rasanya pasti campur aduk, antara sedih,  merasa nggak dihargai. kesel, sekaligus  marah. Perasaan seperti permen nano-nano ini pun mau nggak mau terpaksa ditelan sendiri.

Working Mom: Hindari 5 Hal Ini Agar Tidak Menyesal di Kemudian Hari - Mommies Daily

Mungkin gambarannya seperti cerita di film Hidden Figures. Saat Katherine G. Johnson yang sudah mati-matian mengerjakan tugas dari atasannya, Al Harrison, sampai harus begadang, eh kerjaanya sama sekali nggak dilirik. Bahkan langsung dibuang! Kesel.

Tapi toh, dengan performa kerja yang sangat memuaskan akhirnya, sang atasan malah justru mengandalkannya. Buat saya, sih, film ini memang wajib ditonton oleh semua perempuan. Sudah nonton belum?

Nah, balik lagi ke soal memikat atasan, lewat  karakter  pemeran utama di film Hidden Figures, khususnya apa yang dikerjaan Katherine memang bisa dijadikan contoh, kok. Berikut cara-cara yang bisa dilakukan.

Selesaikan pekerjaan sebelum deadline

Salah satu cara ampuh yang bisa dilakukan untuk memikat hati atasan tentu saja berkaitan dengan performa kerja diri kita sendiri. Sudah maksimal melakukan tugas yang diberikan ke kita atau belum? Kalau bisa, sih, selesaikan sebelum tenggat waktu. Maksudnya nggak perlu nunggu ditanya lebih dulu oleh atasan mengenai pekerjaan yang tengah kita kerjakan. Setiap bulan juga nggak ada salah salahnya untuk me-review hasil pekerjaan sendiri untuk mengetahui kesalahan apa saja yang sering dilakukan di tempat kerja.

Perbanyak Inisiatif

Umh, gini lho… inisiatif yang saya maksud di sini sana sekali bukan cari muka lho, ya.  Tapi lebih kepada melahirkan ide segar, atau kemampuan untuk mengidentifikasi ketika ada masalah dan bisa ‘menangkap’ peluang yang bisa membantu mengembangkan lajunya perusahaan. Konon kadar inisiatif ini akan berbanding lurus dengan kadar risiko yang dimiliki. Artinya, semakin seseorang punya inisatif tinggi maka ia pun memiliki risiko yang cukup besar. Sedangkan mereka yang nggak punya inisatif, akan cenderung ‘bermain aman’.

Punya stok rencana cadangan

Di dunia ini apa, sih, yang 100% pasti terjadi? Menurut saya, sih, nggak ada, ya. Termasuk soal pekerjaan. Jadi, ketika puna rencana ada baiknya selalu dilengkapi dengan paket rencana cadangan.  Soalnya, ada kalanya rencana yang sudah disusun secara matang ternyata tidak berjalan sesuai ekpektasi. Di sini lah butuh rencana lain untuk mengantisipasi sesuatu. So,  jangan hanya maju dengan satu rencana.

Mau belajar, termasuk yang bukan main job

Idealnya kan ketika bekerja kita bisa terus belajar. Bahkan untuk bidang yang sebenarnya bukan kita tekuni dan kuasai. Bukankah hal ini justru memperlihatkan kalau kita masih punya keinginan untuk mengembangkan diri. Selain itu, sikap seperti ini juga bisa memperlihatkan kalau kita memang punya rasa antusiasme saat  bekerja.

Baca juga : Meminta Training Pada Perusahaan Hak Anda kah?

Nggak perlu jadi ‘ekor’

Jangan mentang-mentang sama atasan membuat kita jadi ‘ekornya’. Apa-apa maunya buntutin dan mengiyakan apa yang diminta. Hei, sekali-kali beda pendapat dengan atasan sangat wajar kok. Bilang ‘tidak’ ke atasan juga nggak apa-apa. Percaya, deh, atasan pun nggak mau dianggap kalau dirinya selalu benar, ada kalanya mereka butuh pandangan dari orang lain. Jadi kalau memang nggak setuju dengan konsep project yang akan dijalankan, ya bilang aja. Memang, sih, di sini juga dibutuhkan keberanian dan rasa percaya diri. Tapi coba deh, dari pada cuma ‘mangkel’ sendirian.

Umh, apa lagi yaaa! Coba mommies yang lain tambahkan kiat-kiat lainnya. Siapa tahu bisa saya aplikasikan juga.


Post Comment