7 Hal yang Harus Diajarkan dalam Kelas Prenatal

Untuk mommies yang akan dan sedang mengikuti kelas prenatal, ini dia 7 hal yang harusnya mommies dapatkan di kelas tersebut.

Meski masa-masa hamil saya sudah berlalu, hampir 3 tahun yang lalu, tapi rasanya masih saya ingat. Dari trimester ke trimester, jadi momen yang benar-benar berharga. Kalau waktu jadi pengantin dulu, kata orango-orang jadi ratu dalam sehari, pas hamil menurut saya perempuan jadi ratu selama 9 bulan. Wajar kan? soalnya di dalam rahim perempuan sedang ada janin yang tumbuh dan keduanya butuh perhatian extra.

7 Hal yang Harus Diajarkan dalam Kelas Prenatal - Mommies DailySalah satu usaha untuk memaksimalkan kesehatan semasa hamil, lewat kelas prenatal. Saya sendiri semasa hamil tidak bergabung dalam kelas tersebut, jadi  memang tidak ada gambaran yang detail apa saja yang dilakukan bumil dalam kelas prenatal. Yang pasti mendapatkan banyak pengetahuan sebelum melahirkan. Bidan Tantri Maharani Setyorini, seorang Bidan dan Trainer Hypno Birthing Indonesia, menjabarkan 7 hal yang seharusnya bumil terima dalam kelas prenatal, mau tahu apa saja?

  1. 1. Mengubah mindset kehamilan dan persalinan yang tadinya mereka pikir suatu hal yang menyeramkan dan penuh keluhan (karena dari kecil (sebagian) dari kita terpapar anggapan bahwa melahirkan itu sakit dan menyeramkan) menjadi suatu hal yang menyenangkan dan merupakan berkah dari pencipta.
  1. Mengajarkan tentang komunikasi dengan bayi didalam rahim, karena banyak ibu dan ayah dalam masa kehamilan yang tidak pernah menyapa bayinya. Padahal bonding antara orang tua dan anak dipupuk mulai dari dalam kandungan.
  1. Mengajarkan beberapa hal untuk dilakukan selama kehamilan dengan manfaat kesehatan jiwa dan fisik Ibu dan bayi.

Contohnya : mengajarkan relaksasi kehamilan atau hypnobirthing, olahraga selama hamil, nutrisi selama hamil dan do and dont’s selama masa kehamilan. Karena kita diberi waktu 9 bulan masa kehamilan untuk mempersiapkan bertemu dengan calon wakil Pencipta yang ada di dunia, untuk itu kita hendaknya bersiap dengan lebih baik.

  1. Mengajarkan tanda-tanda persalinan.

Poin ini penting untuk diberikan, karena menurut Tantri, banyak dari kita yang belum mengetahui tanda-tanda bersalin.

Tanda – tanda persalinan yang harus diketahui keluarga antara lain:

  • Keluarnya mucus atau lendir putih tanpa flek darah , ini adalah tanda awal persalinan artinya sumbat jalan lahir sudah lepas.
  • Keluarnya flek darah bercampur dengan lendir, artinya sudah mulai ada penipisan dan pembukaan jalan lahir. Ibu diharapkan datang ke klinik bidan atau RS untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  • Datangnya gelombang rahim yang teratur dan berpola 5-1-1. Datang 5 menit sekali, sekali gelombamg rahim datang berjalan selama kurang lebih – menit dan sudah dilihat selama 1 jam hasilnya teratur dan sama.
  • Keluarnya air ketuban. Tiba-tiba air keluar melalui vagina, bisa bening dan tidak berwarna, artinya air ketuban jernih, bisa berwarna kuning seperti es jeruk artinya sedikit keruh atau berwarna hijau pekat seperti jus buah alpukat artinya air ketuban sangat keruh dan memberi pengetahuan bahwa bayi sedang mengalami stress di dalam rahim sehingga mengeluarkan kotoran.
  1. Mengajarkan apa saja yang harus dipersiapkan, alat, baju dan perlengkapan lainnya jika persalinan sudah dimulai. Semacam hopital bag essential, gitu lho, mommies.

Misalnya:  Menyiapkan baju bayi, baju ibu, makanan atau minuman yang Ibu suka untuk bantu supaya relaks selama persalinan, bawa bola persalinan, hot and cold pack, selendang rebozo, dan lain-lain.

  1. Mengajarkan comfort measure technique untuk para suami sebagai pendamping persalinan. Ini dibuat agar para suami lebih siap dan siaga terhadap kebutuhan calon Ibu selama proses persalinan sehingga Ibu merasa didukung sepenuhnya dengan penuh cinta saat proses bersalin. Contohnya melakukan labor dance, melakukan endhorpin massage, melakukan rebozo sifting, eye contact, pelukan selama proses bersalin, memandu relaksasi supaya ibu selalu rileks dalam proses persalinan agar hormon persalinan keluar lebih lancar. Poin ini menurut saya juga sebagai cara berdamai dengan rasa sakit saat melahirkan.
  1. Mengajarkan cara membuat birth plan atau bahkan road map to labor.

Agar pasangan dapat mempunyai rencana yang lebih matang dalam mempersiapkan persalinan.

Lalu apa saja manfaat kelas prenatal untuk bumil?

  1. Ibu hamil lebih mengerti tentang proses dan tahapan kehamilan juga persalinan sehingga meminimalkan stress selama kehamilan.
  1. Bayi lebih sehat secara batin karena dengan Ibu mengetahui banyak metode yang bisa dilakukan selama hamil, Ibu merasa lebih rileks dan bayi lebih nyaman didalam rahim.
  1. Ibu dan ayah lebih siap dalam menjalani proses kehamilan dan persalinan dengan lebih sehat.
  1. Ayah atau pendamping persalinan diberdayakan secara penuh selama proses kehamilan sampai proses persalinan dengan belajar banyak teknik yang membantu Ibu dan bayi sehingga mengurangi kemungkinan stress pada Ibu selama hamil, saat bersalin sampai setelah persalinan. Ayah jadi tahu persis, gambaran proses melahirkan seperti apa, jadinya nggak shocked :D
  1. Dapat mewujudkan persalinan minim trauma yang memberi memori yang lebih positif bagi ibu, ayah dan bayi yang dilahirkan. Supaya bisa semaksimal mungkin mempersiapkan diri.

Kalau saya hamil kedua, saya nggak mau melewatkan kelas prental ini ah. Kata Mbak Tantri, kelas prenatal bisa diikuti sedari awal tahu kita mengandung. Intinya jangan terlalu mepet waktu melahirkan, ya, mommies :)


Post Comment