3 Penyebab Tertinggi Kematian Dalam Kehamilan

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Nggak ada maksud mau bikin parno para bumil. Namun sekadar sharing tulisan untuk lebih berhati-hati :).

Sudah sering, kan, ya, mendengar berita sedih tentang kematian ibu hamil? Bahkan kalau dilihat dari data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Ibu (AKI) adalah sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih cukup tinggi.

Apa saja sebetulnya yang menjadi penyebab tertinggi kematian dalam kehamilan? Menurut dokter Ricky Susanto, SpOG dari RS Mitra Keluarga Kali Deres, Jakarta, ada 3 penyebab kematian tertinggi selama proses kehamilan dan persalinan. Berikut 3 penyebabnya:

3 Penyebab Tertinggi Kematian Dalam Kehamilan - Mommies Daily

1. Perdarahan
Perdarahan bisa terjadi pascapersalinan. Umumnya terjadi pada persalinan yang dilakukan secara normal. Perdarahan ini ditandai dengan keluarnya darah yang tidak berhenti-berhenti hingga ibu kehabisan darah. Terdapat 4 penyebab yang bisa mengakibatkan perdarahan pascapersalinan, yaitu:

Pertama, kontraksi yang tidak baik
Kontraksi merupakan reaksi alami yang dialami ibu hamil setelah melahirkan. Dengan adanya kontraksi, maka rahim yang tadinya besar akan mengecil. Namun, saat kontraksi tidak terjadi, maka rahim tidak kunjung mengecil dan akibatnya pembuluh darah di sekitar rahim menjadi terbuka dan terjadilah perdarahan tersebut.

Kedua, adanya pembuluh darah yang terbuka dan tidak dijahit dengan baik pasca persalinan
Biasanya ini terjadi pada robekan jalan lahir. Jadi, kalau dokter terlihat lama saat harus menjahit robekan jalan lahir jangan buru-buru protes, ya. Dokter sedang memastikan agar semua pembuluh darah tertutup dengan baik melalui jahitan yang rapi.

Ketiga, terdapat sisa ari-ari atau plasenta di dalam rahim
Ini memang terdengar seram. Tapi, plasenta yang tidak dikeluarkan dengan sempurna bisa mengakibatkan perdarahan.

Keempat, terdapat gangguan pembekuan darah
Hal ini biasanya terjadi karena ibu memang memiliki gangguan pada pembekuan darah.

Baca juga:

Hamil dengan Kekentalan Darah

2. Eklamsi
Penyebab kematian dalam proses kehamilan yang kedua adalah eklamsi atau kejang. Hal ini bisa terjadi saat masa kehamilan, proses persalinan atau saat sudah bersalin atau pascapersalinan. Tanda-tanda ibu hamil yang memiliki eklamsi, menurut dokter Ricky antara lain memiliki preeklamsi selama kehamilan, tekanan darah tinggi, terdapat kandungan protein di urin ibu (yang ini bisa dicek lewat tes urin di laboratorium), mengalami keluhan sakit kepala hebat, sakit di sekitar ulu hati, mual dan muntah yang berlebihan.

Untuk menghindarkan terjadinya hal ini, dokter Ricky menyarankan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan secara rutin selama kehamilan. Sebab, bila melalui USG pun, eklamsi bisa dideteksi. Dari pemeriksaan USG, pembuluh darah ibu akan terlihat ada atau tidaknya kecenderungan eklamsi.

3. Infeksi
Infeksi saat kehamilan bisa terjadi bila ibu hamil mengalami sakit terus menerus selama masa kehamilan. Keadaan sistem pertahanan tubuh ibu yang tidak baik membuat infeksi menjadi lebih mudah terjadi di dalam tubuh. Bila hal ini dibiarkan terus menerus, maka infeksi bisa berakibat buruk pada kehamilan maupun saat proses persalinan. Selain itu, infeksi juga bisa terjadi saat proses persalinan yang tidak steril atau masa nifas yang tidak bersih atau tidak steril. Pada masa tersebut, kondisi di sekitar ibu hamil yang tidak steril akan mudah masuk ke pembuluh darah ibu dan meningkatkan risiko terjadinya sepsis.

Baca juga:

Mitos dan Fakta Seputar Masa Nifas

Sepsis sangat mungkin mengakibatkan kematian. Sepsis terjadi akibat pembuluh darah yang terbuka dimasuki kuman atau bakteri dari alat yang tidak steril atau tempat melahirkan yang tidak bersih. Kuman ini akan masuk ke dalam otak dan akan sulit diobati meskipun menggunakan antibiotik.

Sudah tahu masalahnya, sudah tahu pencegahannya, jadi nggak perlu parno ya mom :).


2 Comments - Write a Comment

  1. pengalaman sya nih 2x lahiran normal dgn kasus plasenta akreta…duh seram bgt…habis lahiran lsg dikuret spya bersih bahkan sempat ditransfusi 2 kantong.setelah itu lahiran ke.3 dan ke 4 lwt op.caesar. Alhamdulillah sya masih diberi umur panjang untuk membesarkan 4 org anak saya.

Post Comment