Product Review: Silicon Breast Pump, Inovasi Terbaru Untuk Memompa ASI

Ditulis oleh: Riri Maulidina

Surprised banget saya mencoba Silicon Breast Pump ini. Hasilnya lebih banyak dari memompa ASI dengan electric breast pump (dalam kasus saya lho ya).

Saat memiliki anak pertama tahun 2013, saya merasa kurang teredukasi untuk urusan menyusui. Mungkin mentang-mentang menyandang status ibu rumah tangga, jadinya merasa tidak perlu memompa ASI setelah melahirkan. Langsung dari gentong saja, kan lebih praktis. Pikir saya waktu itu.

Padahal seperti yang telah kita tahu, memompa ASI ya banyak banget manfaatnya. Kalau dilakukan secara rutin, memompa bisa meningkatkan produksi ASI. Jadi buat para ibu yang ASInya belum terlalu banyak di awal melahirkan, apalagi kebanyakan bayi baru lahir tidur terus, bisa coba naikin produksi ASI dengan cara memompa.

Saya kena batunya tuh, saat seminggu setelah melahirkan. Anak saya, Handaru, dideteksi bilirubin tinggi. Ia pun harus diopname selama satu malam di RS. Supaya cepat sembuh, ia harus banyak minum. Kebayang nggak, saya nggak punya stok ASIP sama sekali! Baru deh melesat hari itu beli pompa ASI elektrik, yang mana hasilnya sungguh mengecewakan. Hanya dapat sepantat botol setelah 20 menit memompa. Terpaksa Handaru minum susu formula agar bilirubinnya dapat turun kembali.

Baca juga:

5 Hal yang Tidak Indah Dari Menyusui

Silicon Breast Pump, Inovasi Terbaru Untuk Memompa ASI  - Mommies Daily

Walaupun setelah itu saya berhasil menyusui selama dua tahun, saya merasa produksi ASI saya sedikit apabila dipompa, namun banyak apabila dihisap mulut bayi. Jadinya saya malas memompa.

Kekhawatiran pun saya rasakan ketika hamil anak kedua. Apakah ASI saya juga akan mampet saat dipompa setelah melahirkan nanti? Beruntung, adanya WA Group Ibu-Ibu -di mana informasi terkadang lebih cepat didapat dari sini dibandingkan media, hehehe – memberikan sebuah info tentang silicon breast pump.

Kurang lebih infonya begini: ‘’Eh bener nggak sih, pompa ini tinggal templok doang, ASI langsung ngocor?”dengan image screen capture Instagram seseorang, hehehe.. Saya yang penasaran, langsung googling tentang si pompa itu. Ternyata namanya adalah silicon breast pump dan yang terkenal adalah merek Haaka.

Prinsipnya, silicon breast pump ini adalah penampung ASI di payudara sebelahnya saat kita sedang menyusui atau memompa. Betapa seringnya bukan, saat kita menyusui di satu payudara, eh payudara sebelahnya mengeluarkan ASI yang hanya merembes di baju atau breast pad dengan sia-sia. Padahal kan, ASI yang keluar dari payudara itu bisa ditampung dan dijadikan ASIP bila diperlukan.

Silicon breast pump ini sebenarnya bekerja memanfaatkan LDR (let down reflex) kita saat menyusui, jadi bukan hanya menampung, tapi benda ini juga menghisap layaknya pompa elektrik atau manual. Caranya? Hanya dengan menempelkan silicon breast pump ini ke payudara hingga tak ada udara masuk, dan biarkan ia bekerja.

Baca juga:

Memerah ASI Tanpa Tangan

Hasilnya? Waw! Saya kaget, karena dengan pompa elektrik saja saya belum pernah tuh dapat hasil sebanyak ini. Di minggu pertama setelah melahirkan, satu kali menyusui saya bisa dapat sekitar 25ml. Bayangkan saja berapa kali newborn menyusu dalam satu hari kan? Semakin besar bayi saya (saat ini ia sudah menginjak usia 1 bulan), saya bisa dapat 50ml sekali menyusui. Endorphin yang dihasilkan oleh aktivitas menyusui dan juga perasaan bahagia ini tentunya semakin membuat ASI semakin deras :).

Sebenarnya silicon breast pump ini tidak hanya bisa digunakan saat menyusui/secondary pump saat memompa lho. Jika ingin menjadikan ia sebagai primary pump pun juga nggak masalah. Saat saya pergi dari rumah sekitar 3 jam, saya tinggal tempelkan saja silicon breast pump di payudara saya, wah ASI saya langsung mengalir deras, lebih deras dibandingkan memakai pompa elektrik. Effortless banget! Kebayang deh bagi mereka yang gemar traveling, dengan adanya ini, nggak ribet lagi menyusui saat traveling. 

Setelah saya perhatikan, penggunaan silicon breast pump sebagai primary pump akan lebih cepat mengeluarkan hasil apabila saat ditempelkan ke payudara, tangan saya memencet-mencet bagian bawahnya seperti pompa manual. Hasil yang keluar pun akan lebih banyak.

Silicon breast pump ini banyak dijual di toko-toko online, dan tak harus merek Haaka. Ada beberapa produk lokal yang lebih murah seperti yang saya gunakan. Harganya tak sampai 200 ribu rupiah.

Selamat mencoba mommies, semoga ASI semakin mengalir deras!


Post Comment