5 Kebiasaan si Kecil yang (Sesungguhnya) Berbahaya untuk Kesehatan

Coba lihat lagi satu persatu kebiasaan si kecil seperti di bawah ini, jika ada beberapa di antaranya yang sudah terlanjur sering dilakukan, segera stop, karena bisa membahayakan kesehatannya.

Perkara kesehatan anak, umumnya jadi perhatian utama para orangtua, ya kan mommies? Rasanya tuh, kalau ada perkembangan terbaru tentang dunia kesehatan anak, pinginnya buru-buru praktik. Dan nggak jarang, kalau ada naman penyakit baru yang muncul, hati jadi kembang kempis, takut hal yang sama terjadi pada si kecil.

5 Kebiasaan si Kecil yang (Sesungguhnya) Berbahaya untuk Kesehatan - Mommies DailyImage: www.advantage4parents.com

Sebetulnya menurut hemat saya, mencegah si kecil berisiko terjangkit penyakit berbahaya bisa dimulai dari mengatur hanya kebiasaan baik yang dilakukan dan menghindari dirinya dari beberapa kebiasaan yang bisa berbahaya untuk kesehatannya. Mau tahu apa saja?

  1. Terlalu sering tidur larut malam

Sudah pernah membaca tulisan saya tentang, alasan anak tidur harus sebelum jam 9 malam? Dari artikel itu, dijabarkan ketika anak disiplin pulas sebelum jam 9 malam, maka dia akan mendapatkan hormon pertumbuhan dengan maksimal, atau dinamakan growth hormone. Nah, hormon ini berada di puncaknya saat tengah malah, saat fase tidur anak dimulai. Sementara kenapa disarankan pulas sebelum jam 9 malam, karena sekresi hormin melatonin dimulai sejak jam 9 malam, hormon yang akan memengaruhi siklus tidur dan reproduksi anak. Kebayang dong, kalau si kecil sering begadang? Dia tidak akan mendapatkan manfaat baik tidur, yang sebetultnya ada di antara sebelum jam 9 dan 12 malam. Tidur terlalu larut juga akan menyebabkan risiko obesitas, nilai akademis yang tidak maksimal, karena ketia bangun pagi, masih mengantuk, berujung sulit untuk konsentrasi. Bahkan disebutkan oleh dr. Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, kurang tidur dapat meningkatkan risiko hipertensi, obesitas, dan depresi.

Baca juga: 5 Sebab Anak Sukses Tak Pernah Tidur Larut Malam

  1. Mengandalkan asupan vitamin dari suplemen

Dalam literatur yang saya baca, Dr. H. MV. Ghazali, MBA, MM, spesialis anak dari Kid’s World, menyatakan sebetulnya lewat makanan yang benar dan bergizi, kebutuhan tubuh akan vitamin sudah pasti terpenuhi. Selain itu The American Academy of Pediatrics (AAP) tidak merekomendasikan penggunaan vitamin pada anak sehat berusia 1 tahun ke atas.

AAP memberikan keterangan, jika mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral dalam jumlah banyak menyebabkan efek samping yang bervariasi, bisa berupa muntah, dan kerusakan ginjal.

  1. Konsumsi gula berlebih

Saya termasuk ibu yang lumayan galak soal konsumi makanan dan minuman yang mengandung gula berlebih. Karena saya percaya, apa yang dikonsumi Jordy anak pertama saya dari kecil, merupakan investasinya untuk seumur hidup. Sebisa mungkin saya tidak memberikan minuman berwarna dalam kemasan kepada Jordy. Ada waktu-waktu khusus Jordy saya kasih minuman berwarna tadi, belum tentu seminggu sekali :p

Tahu sendiri kan, gula yang terkandung, lumayan tinggi, apalagi untuk anak-anak. Gula berlebih, menurut Profesor Russell Viner dari Royal College of Pediatri and Child Health, bisa mengakibatkan anak obesitas dan ketika besar hidup sebagai orang dewasa obesitas yang berisiko tinggi menderita penyakit diabetes tipe 2, kanker, jantung, penyakit hati, gigi hingga kesehatan mental.

  1. Too much snacking

Snacking yang maksud di sini, ngemil makan ringan yang terlalu asin dan manis. Kalau si kecil sudah merasa kenyang dengan camilannya, apa kabar dengan menu utamanya? Yang jelas-jelas menyumbang asupan gizi terbesar untuk tubuhnya. Saya mengakalinya dengan memberikan, jam-jam Jordy untuk ngemil, itupun saya pilih jenis biskuitnya. Nggak terlalu asin atau manis. Takutnya kan kalau dua rasa itu sudah terlalu akrab dengan lidahnya, makanan rumahan yang saya buat, malah enggan dia konsumsi, kan repot jadinya.

  1. Tidak senang bergerak aktif

Tahu sendiri ya, zaman sekarang “serangan” gadget sudah tidak bisa lagi dihindari. Nggak usah juga kok kita terlalu anti gadget, karena gadget juga ada manfaatnya. Misalnya untuk mencari informasi pekerjaan rumah anak. Yang jadi masalah kalau si kecil, sudah terlalu asik bermain gadget, sampai lupa bergerak aktif. Padahal dalam artikel MD, tentang anak bergerak aktif selama 60 menit sehari, ada data dari WHO yang menyatakan urang aktivitas fisik menjadi penyebab kematian terbesar ke-4 setelah hipertensi, diabetes dan merokok. Aaaakkkk, serem banget nggak sih? Sekadar mengingatkan, dengan si kecil bergerak aktif, bisa terhindar dari risiko osteoporosis. Fungsi kognotif anak jadi aktif dan aliran oksigen ke otak lebih lancar, dampaknya? Mereka lebih mudah fokus dalam belajar.

Baca juga: Aturan Terbaru Screen Time untuk Anak

 


Post Comment