Hello, 8 Hal Ini Bisa Dipelajari Anak Dari Seorang Adele

Selain lagu-lagunya yang memang gampang banget dicintai, sosok Adele sendiri memilik banyak hal positif untuk dicontoh oleh anak-anak kita.

Walau suara dan lagu-lagunya memang menawan hati, Adele nggak punya body seseksi Selena Gomez buat post OOTD di Instagram , dan nggak pernah posting soal liburan ala Gigi Hadid di media sosialnya. Kehidupannya buat anak-anak, terutama pra remaja sepertinya kurang menarik untuk disimak, bahkan mungkin nggak semenarik selebgram lokal Awkarin (kemudian terbayang-bayang video klipnya :D). Padahal dari Adele, anak-anak kita bisa belajar banyak, lho, mom.

Baca juga:

Kasus Awkarin dan Pelajaran Bagi Kita Para Orangtua

Hello, 8 Hal Ini Bisa Dipelajari Anak Dari Seorang Adele - Mommies Daily

*Image: JustJared

Belajar Dari Kesalahan Sendiri

Pernah sekali di tahun 2008, Adele membatalkan konsernya. Habis itu, dia nyesel banget, dan cerita ke majalah Nylon kalau dia nggak bakal melakukan hal itu lagi. Ini membuktikan berapa pun umur kita, membuat kesalahan itu nggak apa-apa banget. Tapi, harus diiringi dengan rasa tanggung jawab dan melakukan yang lebih baik ke depannya.

Nggak Usah Malu Kalau Gagal di Depan Banyak Orang

Waktu menyanyikan sebuah lagu di perhelatan akbar Grammy Award kemarin, Adele berani untuk berhenti di tengah-tengah, karena merasa ada yang nggak benar, lalu meminta izin buat mengulang lagi dari awal lagu yang diperuntukkan untuk legenda George Michael itu. See? Gagal di depan publik itu nggak perlu malu. Toh, bisa diulang lagi dari awal dengan lebih baik.

Baca juga:

Pentingnya Anak Mengalami Kegagalan

 Menangislah Untuk Merasa Lebih Baik

Menangis itu manusiawi. Kalau kata Adele, “Sesekali biarkan dirimu merasakan kesedihan untuk kemudian move on.” Jadi, anak laki-laki, perempuan, orang dewasa, sangat boleh menangis, karena menangis adalah salah satu alat bantu untuk anak mengekspresikan perasaannya.

Mencintai Diri Sendiri

“I really like how I look, I like who I am, and I like everyone that I surround myself with.” Print quote dari Adele ini, beri pigura, dan gantung di dekat cermin tempat anak kita biasa berkaca. Enough said.

Baca juga:

Nak, Jangan Menilai Orang Dari Penampilan luar ya!

Nggak Larut Dalam Kemarahan Sama Orang Lain

Performance yang maksimal cuma gara-gara kesalahan teknis, dan bukan kesalahan penyanyinya pula, memang bikin penyanyi kelas Grammy marah berat.  Kebayang Mariah Carey nggak? Hahaha… Tapi, walau kesal, Adele nggak mau berlarut-larut menyalahkan orang lain. Ini yang mesti ditanamkan juga ke anak-anak pra remaja.

Support dan Sportif

Adele nggak pelit memuji sesama penyanyi. Dia nggak gengsi bilang Beyonce lebih pantas menang Album of The Year daripada dia di depan semua orang. Sportif menerima kekalahan. Dua sikap yang pasti kita, orangtua, ingin ada di anak-anak kita. Alangkah menyenangkan, kan, kalau anak-anak bisa saling dukung daripada saling nge-bully?

Mendukung Sesama Perempuan

Nggak ada istilah terlalu dini untuk mengajarkan anak-anak kita tentang kebaikan. Terutama buat anak-anak perempuan.

Memberi dan Berbagi

Hal-hal kecil seperti, tiba-tiba membayarkan makanan yang disantap orang tak dikenal di sebuah restoran, bagi-bagi tiket konser, berbagi makan siang sama orang di sebelahnya yang kebetulan lagi nggak bawa bekal itu semua dilakukan Adele. So warm and nice, ya. Kalau ingat speechnya dia di Grammy Award 2017 pas terima piala di kategori Album Of The Year itu, bikin berkaca-kaca lagi, deh.

Sebenarnya masih banyak lagi sikap positif Adele yang bisa diajarkan ke anak-anak kita. Mungkin ada mommies yang mau share juga?

Baca juga:

Keterampilan Hidup yang Perlu Diajarkan Kepada Anak Sebelum Usia 10 Tahun


Post Comment