Multilingual dan Speech Delay, Apa Hubungannya?

Salah satu kekhawatiran orangtua mengenalkan beberapa bahasa selain bahasa ibu adalah takut kalau anaknya mengalami speech delay. Apa benar belajar beberapa bahasa membuat anak speech delay? Berikut penjelasan Roslina Verauli, M.Psi., Psi.

Tiga tahun lalu, ketika anak saya, Bumi, masih berusia 3 tahun, saya dan suami sudah bisa melihat kalau anak kami ini punya ketertarikan untuk mempelajari Bahasa Inggris. Setiap kali nonton program atau film kartun di TV berbayar, pasti selalu ada pertanyaan yang terlontar dari mulutnya.

“Bu… itu artinya apa?”

“Bu… ini Bahasa Inggris-nya apa, sih?”

Hingga suatu hari, anak saya tahu-tahu bilang mau les Bahasa Inggris. Tapi namanya juga anak-anak, ya, sekarang ngomong A belum tentu besok ingat pernah ngomong begitu. Jadi, permintaan Bumi nggak kami anggap serius. Lagian, apa iya anak balita sudah perlu kursus Bahasa Inggris?

Baca juga : Si Kecil Kursus Bahasa Inggris Perlu Nggak Sih?

Belum lagi kalau ingat masih banyak anggapan anak yang dikenalkan beberapa bahasa akan mengalami speech delay. Apa iya, belajar beberapa bahasa ada kaitannya dengan speech delay?

multilingual dan speech delay apa hubungannya_ mommiesdaily1*Ki-ka : Meta Fadjria (Director of Studies EF English First Jakarta-Roslina Verauli, M.Psi., Psi-Donna Agnesia (Brand Ambassador EF English First)

Jawaban ini akhirnya bisa saya dapatkan ketika mengikuti talkshow ‘Multilingual Sejak Dini, Kenapa Tidak?’ yang diadakan oleh English First bekerja sama dengan Mommies Daily di EF fX Sudirman, 22 Februari lalu. Talkshow ini dihadiri psikolog anak  dan keluarga, Roslina Verauli, M.Psi., Psi, Meta Fadjria sebagai ​Director of Studies EF English First Jakarta dan dipandu oleh Donna Agnesia.

Mbak Vera, selaku psikolog anak memaparkan fakta yang cukup mengejutkan, yaitu bilingual atau bahkan multilingual sama sekali nggak ada hubungannya dengan speech delay atau terlambat bicara. Artinya, selama ini banyak yang salah persepsi dong? Lah, iya! Saya juga dulu sempat mikir seperti itu, kok! Justru, yang perlu dipahami adalah kalau anak dikenalkan dengan beberapa bahasa, maka yang terjadi adalah code mixing, di mana terjadi peleburan dari bahasa-bahasa.

Baca juga : Speech Delay Pada Anak Apa Penyebab dan Gejalanya

“Berdasarkan penelitian perkembangan berbahasa, salah satunya teori dari Naom Chomsky, bayi yang dipaparkan lebih dari dua bahasa tidak akan mengalami keterlambatan wicara. Hal ini dikarenakan setiap manusia sejak bayi sudah punya program di dalam otak yang disebut dengan Language Acquisition Device (LAD),” ujar Mbak Vera.

Multilingual dan Speech  Apa Hubungannya_ mommiesdaily*Semua mommies konsen dengerin penjelasan Mbak Vera :)

Jadi, ‘program’ inilah yang akhirnya memungkinkan bayi untuk punya kemampuan menganalisa dan memahami aturan dasar dari bahasa yang mereka dengar, hingga akhirnya bisa berbahasa dengan baik.

Berdasarkan penjelasan Mbak Vera, speech delay ini terjadi memang karena ada keterlambatan dalam perkembangan anak, atau karena adanya gangguan biologis, termasuk mengalami gangguan atensi. Bukan karena dikenalkan beberapa bahasa.

Jadi kalau memang pada dasarnya anak  ada bakat speech delay, pekembangan berbahasanya memang akan terhambat. Monolingual saja sulit, apalagi beberapa bahasa? Gitu, lho. Jadi sudah nggak perlu parno anak alami speech delay karena dikenalkan beberapa bahasa, ya. Malah pengenalan dengan beberapa bahasa ini disarankan dilakukan saat golden age.

Toh, sebenarnya banyak cara menyenangkan mengajarkan anak bahasa Inggris di rumah. Bisa lewat percakapan sederhana setiap hari, dengan mendongeng atau baca buku, bisa juga dengan nonton film. Atau bisa juga mencari partner tempat kursus Bahasa Inggris yang menyediakan program yang seru dan menyenangkan.

Baca juga : 5 Strategi Memilih Tempat Les Bahasa Inggris Untuk Si Kecil

multilingual dan speech delay_mommiesdaily*Salah satu member komunitas Mommies Daily yang masih penasaran dan mengajukan pertanyaan

Kalau di English First sendiri, memang ada program yang ditujukan untuk anak-anak. Program Small Stars untuk anak berusia 3 sampai 6 tahun memang dirancang agar anak nggak cepat bosan belajar Bahasa Inggris. Menurut Meta Fadjria, pengajar di EF Indonesia yang sudah punya pengalaman 18 tahun jadi guru bahasa Inggris anak, program Small Stars menggunakan metode EFEKTA System dengan tahapan Learn, Try, Apply, dan Certify.

Maksudnya, program ini mengajak anak-anak belajar dengan cara menyenangkan lewat buku, nyanyian, beragam permainan, termasuk mendorong anak untuk berani berbicara bahasa Inggris dan mempraktikkannya dalam konteks nyata.

Misalnya, nih, anak diajak membuat kue lalu menggunakan Bahasa Inggris sepanjang mereka membuatnya. Seru ya? Kalau sudah berhasil, tentu saja diberikan apresiasi atas apa yang sudah dilakukannya sehingga anak tetap termotivasi dan semangat belajar Bahasa Inggris.

Walaupun sudah ada EF sebagai partner dalam mengajarkan anak berbahasa Inggris, kita sebagai orangtua bukan jadi lepas tangan, lho, ya! Menurut  Mbak Meta dan Mbak Vera, keberhasilan anak dalam menguasai beberapa bahasa akan lebih berhasil kalau belajar dengan dukungan penuh dari orangtua.


Post Comment