Apa yang Terjadi Pada Janin dan Ibu di Trimester Ketiga?

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Setelah menulis tentang apa yang terjadi pada janin dan ibu di trimester pertama dan kedua, sekarang lanjut ya dengan trimester ketiga.

Bagi saya, begitu masuk ke minggu ke 25 kehamilan artinya juga selamat datang kesesakan! Hahaha, perkembangan janin yang mulai membesar membuat saya tak bisa lagi memakai celana jeans andalan.

Pada trimester ini, saya mulai mendapat banyak arahan untuk menghadapi persalinan dan mendapatkan lebih banyak informasi tentang pemberian ASI. Selain itu, dokter Ade Permana, SpOG dari Rumah Sakit Medika BSD, juga memberitahukan beberapa hal yang terjadi pada janin dan diri saya saat memasuki trimester ketiga ini.

Apa yang Terjadi Pada Janin dan Ibu di Trimester Ketiga? - Mommies Daily

Pada Janin:

Usia 25-26 minggu
Bila janin sudah diwajibkan membuat sidik jari, maka inilah saat yang tepat. Saat ini sidik jarinya sudah mulai terlihat dan membentuk bentuk yang unik. Masih berkisar pada perkembangan tangan, ia mulai meningkatkan ketangkasan tangan dan jari-jarinya. Jadi jangan heran, saat mengintipnya lewat USG, ia sedang berpegangan pada tali pusat, atau mengisap ibu jarinya.

Usia 27-28 minggu
Kini giliran warna mata yang sedang berkembang. Warna mata sangat dipengaruhi oleh gen dari kedua orangtua. Kemampuan janin untuk mendengar juga berkembang pesat. Bahkan saat ibu berbicara, ia bisa mendengarnya. Yang menyenangkan, suara ibu bisa menenangkan janin. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang mengatakan, detak jantung janin berangsur turun saat ia mendengar suara ibunya. Mungkin saat ini bisa tuh kita dengarkan musik, karena manfaat musik untuk janin kan bagus ya.

Manfaat Musik Bagi Janin - Mommies Daily

Usia 29-30 minggu
Ukuran janin sekarang bertambah besar. Bumil bisa merasakan tendangan (dan terlihat tonjolannya di dinding perut) saat ia bergerak atau menendang. Saat ini ibu hamil perlu memerhatikan gerakan atau tendangan janin. Bila gerakan tiba-tiba berkurang, atau janin diam dalam waktu yang lama, coba minum segelas air. Bila tak ada perubahan, segera hubungi dokter atau bidan.

Usia 31-32 minggu
Bagian tubuh janin terlihat lebih proporsional, meskipun kepalanya tetap terlihat lebih besar. Kuku janin juga sudah sepenuhnya berkembang. Selain itu, organ lain seperti ginjal, pankreas dan sistem pencernaan mulai berfungsi dengan lebih baik. Pada usia ini janin juga mulai akrobatik memosisikan kepalanya di dekat jalan lahir. Meskipun bisa saja dua hari jelang persalinan posisi kepalanya berubah lagi.

Baca juga:

5 Cara Alami Mengubah Posisi Bayi Sungsang

Usia 33-36 minggu
Tulang-tulang janin mulai mengalami pengerasaan. Tapi ajaibnya, tulang tengkoraknya belum menyatu dengan sempurna. Ini akan memudahkan janin keluar dari vagina. Berat badannya juga terus bertambah. Kini, janin akan menghabiskan sisa waktunya di dalam rahim untuk terus meningkatkan berat badannya.

Baca juga: Apa yang Terjadi Pada Vagina Selama Kehamilan?

Pada ibu:

1. Ukuran janin yang semakin besar membuat tidur menjadi tidak nyaman. Satu-satunya cara agar lebih bisa menikmati tidur adalah dengan tidur miring ke kiri. Tidur dengan keadaan telentang justru bisa menekan janin ke bawah dan membuat makin tak nyaman.

2. Tekanan darah akan menurun akibat pembuluh darah yang melebar untuk mengatasi aliran darah ekstra. Itulah sebabnya, ibu hamil kemungkinan lebih sering merasa pusing dan lemas, terutama saat berdiri dengan cepat.

3. Kram pada kaki akan lebih sering terjadi. Jangan heran bila sekarang ibu hamil menjadi lebih sering sembelit. Ini terjadi akibat hormon kehamilan yang sedang sibuk melonggarkan ligamen sebagai persiapan persalinan. Efeknya, otot-otot sekitar usus juga mengendur dan pencernaan jadi berjalan lebih lambat.

4. Selamat datang pada gangguan urin. Bukan gangguan yang sebenarnya. Hanya saja, ukuran janin yang mulai membesar mendesak kantung urin dan membuat bumil bolak-balik ke kamar mandi.

5. Gerah dan berkeringat terus menerus meskipun pendingin ruangan menunjukkan angka 16 derajat,. Yang perlu diperhatikan, terus cukupi kebutuhan minum agar terhindar dari dehidrasi.

6. Tekanan darah ibu akan lebih sering diperiksa sekarang. Dokter melakukannya untuk mengetahui apakah ada risiko preeklamsia yang memerlukan perlakuan khusus saat persalinan.

Jelang persalinan, akan lebih banyak yang harus disiapkan. Salah satunya mental. Tak perlu khawatir, Mommies, hal ini akan berlangsung dengan cepat dan bahkan sebelum mommies menyadarinya.


Post Comment