Tips dari Sesama Ibu Tentang Trik Membuat Anak Cepat Tertidur

Para mommies member komunitas Mommies Daily berbagi tips tentang trik membuat anak cepat tertidur. Siapa tahu salah satunya bisa kita coba mom :). 

Urusan tidur menidurkan si kecil itu ibarat kata medan pertempuran tersendiri untuk para orangtua, ya nggak sih?! Nggak terhitung banyaknya teman saya yang suka mengeluh kurang tidur atau sukses menjadi zombie mom karena ya itu, seharian sibuk bekerja kemudian kudu begadang di malam hari karena si kecil nggak kunjung tidur. Makanya, berbagi kiat menidurkan anak selalu menjadi salah satu topik menarik di antara ibu-ibu :D.

Dan memang paling benar sih, minta masukan itu dari sesama ibu yang terbukti punya cara-cara jitu untuk anaknya. Beberapa waktu lalu saya sempat kepo-in gimana cara para mommies di komunitas Mommies Daily membuat anaknya bisa tidur cepat. Dan, ini beberapa cara yang kayaknya menarik untuk dicoba:

6 Cara Membuat si Kecil Lekas Tidur Nyenyak - Mommies Daily

Baca juga:

Agar Bayi Bisa Tidur Lebih Nyenyak, Pahami Kebiasaannya

Kenapa Anak Perlu Tidur Sebelum Jam 9?

  1. Mendongeng

Kebiasaan baik ini nggak perlu diragukan lagi memang ya, dari segi manfaat. Si kecil punya perbendaharaan kosakata yang beragam dari kecil. Ditambah unsur suara orangtua yang mereka dengar, dan membuat tenang. Tapi perlu diperhatikan juga, pemilihan jalan ceritanya, jangan yang seru dan malah memancing si kecil untuk melakukan banyak pergerakan, hihihi.

  1. Membuat kamar jadi temaram

Si kecil pada dasarnya hanya mengikuti pola yang dibuat orangtuanya. Saya juga melakukan kebiasaan ini, dan untungnya dapat suami yang juga baru bisa tidur dalam keadaan kamar gelap. Nggak total gelap, ada lampu tidur dengan bentuk lucu yang sengaja kami pasang. Jadi Jordy, anak saya, sudah tahu, kalau sudah waktunya tidur dia yang minta mematikan lampu kamar kami, hihihi. Oh iya, mommies, sebuah penelitian di Ohio State Universuty Medical Centre menyebutkan, kalau tidur dalam keadaan lampu menyala dapat menimbulkan perubahan struktur pada otak, dan berisiko menjadi pemicu depresi.

  1. Peluk aku, Mah!

Siapa yang nggak senang mendapat pelukan? Apalagi dari ibunya sendiri, ya, kan. nyatanya pelukan memang punya banyak manfaat, memberi rasa aman, membuat yang dipeluk merasa rileks dan dari segi kinerja homon, pelukan dapat merangsang hormon oksitosin dan serotin yang membuat seseorang merasa tenang, dan bahagia.

Baca juga: Pentingnya Peluk Cium Untuk Anak Di 3 Tahun Pertama dan Selanjutnya

  1. Beri sentuhan

Istilahnya kalau kata orangtua saya, “diempok-empok.” Familiar juga kan dengan isitilah ini mommies? Biasa, si kecil merasa nyaman diempok-empok pada bagian paha. Tapi ada juga yang bilang, “Jangan dibiasain, nanti kita yang repot.” Berpulang sama kita sih, menurut saya sebagai orangtua. Kalau ngerasa suka cita melakukannya, ya, sah-sah aja. Yang penting masih dalam batas wajar, nyaman dan aman buat si kecil. Sentuhan lainnya, bisa berupa dielus di bagian punggung, kening dan telinga.

  1. Lap dengan air hangat dan pakai piyama

Kalau yang ini, kebiasaan saya mommies. Semenjak Jordy sudah bisa berjalan, otomatis dia jadi sering keringetan. Hukumnya wajib mengelap tubuh Jordy dengan air hangat, gosok gigi, ganti diapers dan mengenakan piyama. Nggak ketinggalan, seluruh badan dibaluri minyak telon. Pokoknya tidur dalam keadaan bersih, dari ujung rambut sampai ujung kaki.

  1. Menyalakan musik yang tenang

Bahkan sejak dalam kandungan, anak kita sudah bisa merasakan manfaat baik dari musik.  David Baron, seorang Psikiatru dari Temple University, AS mengatakan musik bermanfaat positif bagi janin. Apapun itu jenis musiknya, yang penting bisa menenangkan si kecil.

7. Suhu kamar yang sejuk

Sebagian mommies menjawab poin terakhir ini di IG MD. Khusus mommies yang tinggal di kota-kota besar, udah paham banget deh, ya. Gimana cuaca sehari-hari. Misalnya di Jakarta, aduuuh, kalau AC rumah lagi rusak, rungsing udah kayak apa tau. Tergantung anaknya juga, kalau dari awal dia terbiasa dengan suhu ruangan yang terlalu dingin, agak panas dikit, kemungkinan dia agak sulit nyenyak. Tapi kalau dari awal dibiasakan, dengan suhu ruangan yang sejuknya normal, mudah-mudahan kalau AC rusak, tetap bisa tidur lelap. Saya biasanya, mematok suhu AC, di 25, saja. Dan selalu jaga kebersihan AC ruangan, minimal 2-3 bulan sekali dibersihkan.

Punya cara lainnya, yang lebih khusus? Silakan dibagi ke dong, mommies :D


One Comment - Write a Comment

Post Comment