Yuk, Kenali Sukuk Ritel

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance.

Akhir bulan Februari tahun ini, pemerintah kembali mengumumkan rencana penerbitan sebuah instrumen keuangan yang dikenal dengan nama Sukuk Ritel. Yuk, kenali apa itu sukuk ritel karena bisa jadi aset investasi yang cocok untuk rencana keuangan rumah tangga.

Salah satu jenis aset investasi ini tentunya dapat bermanfaat sebagai kendaraan dalam rencana keuangan kita. Sukuk Ritel (Sukri) adalah produk investasi berbasis syariah yang diterbitkan oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan, yang ditujukan bagi investor individu Warga Negara Indonesia. Investor individu dapat membeli Sukri dengan minimum pembelian Rp 5 juta dan kelipatannya. Seperti halnya instrumen pendapatan tetap lainnya, Sukri akan memberikan imbal hasil berupa kupon yang dibayarkan secara periodik hingga tanggal jatuh tempo.

yuk kenali sukuk ritel

Kupon Sukri adalah objek pajak penghasilan. Sebagai contoh, Sukri 008 yang terbit tahun 2016 lalu ditawarkan dengan kupon sebesar 8,30% per tahun dan dibayarkan setiap bulannya. Kupon sebesar 8,30% per tahun tersebut belum terkena pajak final 15%, sehingga imbal hasil setiap bulan yang akan didapat calon investor setelah dipotong pajak adalah 7,055% per tahun.

Saat ini, pemerintah telah menerbitkan Sukri hingga seri SR-008, dan tahun ini direncanakan adanya penerbitan seri SR-009. Jangka waktu berinvestasi umumnya antara 3 tahun hingga 5 tahun. Berikut ini adalah pertimbangan sebelum memutuskan membeli sukuk ritel.

  1. Apa Tujuan Keuangan Kita?

Dalam perencanaan keuangan, tujuan adalah impian akhir yang ingin diwujudkan. Contohnya seperti membayar dana pendidikan anak, mendapatkan tambahan penghasilan untuk hidup, atau mengumpulkan dana untuk liburan. Kupon Sukri umumnya akan ditransfer ke rekening tabungan yang ditentukan setiap bulan. Kupon ini dapat langsung digunakan untuk konsumsi atau dapat digunakan untuk diinvestasikan kembali kedalam aset investasi lain. Secara umum, Sukri sangat cocok digunakan untuk investor yang ingin mendapatkan tambahan penghasilan secara periodik, seperti bagi para pensiunan, atau ibu rumah tangga.

  1. Jangka waktu berinvestasi.

Sukri lebih sesuai digunakan untuk tujuan keuangan dengan jangka waktu investasi menengah. Sebagai contoh, mommies ingin menyimpan dana untuk membayar dana pendidikan anak 3 tahun lagi, maka untuk menjaga agar nilai aset tidak menurun daya belinya, Sukri dapat digunakan sebagai sarana investasi.

  1. Sumber dana untuk berinvestasi.

Patut dipahami bahwa cara berinvestasi di Sukri adalah berbeda dengan cara berinvestasi di reksa dana. Untuk membelinya, modal awal sebesar Rp5 juta wajib untuk dimiliki. Sumber dana untuk investasi umumnya berasal dari penghasilan bonus atau pengalihan dari aset investasi lain. Jika sumber dana adalah penyisihan dana setiap bulan dari gaji, maka Sukri bukanlah instrumen pendapatan tetap yang sesuai.

Sukuk ritel ini dijual melalui agen penjual yang masing-masing memiliki jatah penjualan sukuk. Selain itu, dapat ditanyakan juga biaya-biaya terkait transaksi Sukri, yaitu biaya pembelian, biaya penjualan, biaya administrasi, biaya kustodian, dan lainnya. Tentunya, mommies ingin membeli dari agen penjual dengan biaya seminimal mungkin. Live a Beautiful Life!

 

 


Post Comment