Mitos dan Fakta Seputar Masa Nifas

Mulai dari larangan keluar rumah sebelum 40 hari sampai jenis makanan yang dipantang selama masa nifas, ini rangkuman mitos dan fakta seputar masa nifas. 

“Kalau belum 40 hari, jangan keluar rumah dulu!”

“Ih, jangan makan ikan-ikanan nanti jahitannya nggak kering-kering lho!”

Kira-kira begitu beberapa nasihat yang saya terima dari orang-orang sekitar. Pertama, saya bingung, apa korelasinya antara baru melahirkan dengan nggak boleh keluar rumah selama 40 hari? Lah, kayak waktu itu setelah Jordy lahir, kami belum punya ART yang nginap, masih dibantu Mama dan Papa saja, kemudian ada kebutuhan Jordy yang mendadak habis, dan nggak mungkin nunggu pak suami pulang ngantor, mau nggak mau saya harus pergi keluar rumah, kan.

Duh, susah juga ya antara mendengarkan nasihat para sesepuh dengan mendengarkan kata hati saya, hehehe. Agar mommies nggak ngalamin kebingungan seperti saya, ini saya coba rangkum penjelasan medis dari dr. Khanisyah Erza Gumilar, SpOG  – Staf divisi Fetomaternal RS Universitas Airlangga, Surabaya.

Baca juga: 7 Hal yang Ingin Diketahui Sebelum Melahirkan

Mitos & Fakta Seputar Masa Nifas - Mommies Daily

Mitos: Dilarang makan ikan, telur dan daging agar jahitan cepat sembuh atau kering

Fakta: Konsumsi ikan, telur dan daging adalah baik karena ketiganya mengandung protein yang tinggi. Salah satu fungsi protein adalah pembentukan sel baru dan perbaikan sel yang rusak. Kumpulan sel membentuk jaringan dan dalam kondisi pasca persalinan apalagi didapatkan luka jahitan, maka perlu ada perbaikan jaringan. Di sinilah peran protein diperlukan. Kesimpulannya konsumsi protein tinggi WAJIB bagi ibu pasca persalinan

Mitos: Selama masa nifas tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari

Fakta: Masa nifas berjalan kurang lebih 40 hari dan pada masa itu diharapkan ibu sudah memulai aktivitas harian secara bertahap. Tidak didapatkan hubungan antara masa nifas dengan aktivitas di luar secara ilmiah. Justru faktanya seorang ibu dianjurkan untuk memulai kembali secara bertahap aktivitas yang sempat “ditinggalkan”saat ia hamil. Kesimpulan: mulailah aktivitas ringan, keluar rumah sekedar berjalan kaki, sosialisasi, dan lain-lain.

Mitos: Selama masa nifas tidak boleh berhubungan intim suami istri

Fakta: Selama masa nifas, secara alami rahim mengeluarkan sisa darah dan lendir dari bekas persalinan. Cairan yang keluar tersebut di antaranya mengandung sel darah putih, flora normal dan sel-sel mati dari persalinan yang terjadi. Secara ilmiah berhubungan intim pada saat nifas menambah risiko infeksi pada ibu. Ibu juga memerlukan waktu pemulihan pasca persalinan apalagi bila mendapatkan jahitan di vagina. Berhubungan intim saat nifas tentunya tidak memberikan kenyamanan pada ibu. Kesimpulan: Nggak ada salahnya sabar sedikit :D

Mitos: Tidak boleh makan salak dan sirsak nanti terjadi perdarahan

Fakta: Belum ada penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa konsumsi salak dan sirsak mengakibatkan perdarahan massif.

Mitos: Harus pakai stagen selama masa nifas

Fakta: Pemakaian stagen mungkin lebih ke arah kultur dan tradisi. Setelah bersalin, dinding perut dirasa kendor dan tidak langsung kembali ke bentuk semula. Pemakaian stagen diharapkan mengembalikan bentuk perut seperti sediakala sehingga nampak langsing

Dalam hal ini dikembalikan sepenuhnya kepada masing-masing pribadi. Faktanya secara ilmiah, dinding perut secara bertahap akan kembali ke bentuk semula. Belum dijumpai penelitian ilmiah tentang pemakaian stagen pasca persalinan.

Baca juga: Istri Hamil? Suami Harus Perhatikan 6 Hal Ini

Jawaban-jawaban dari dr. Erza, semoga membantu mommies  ya :)


Post Comment