Berani Mengajukan Promosi pada Atasan?

Pernah terbesit mengajukan promosi pada atasan? Tapi masih bingung kapan dan bagaimana caranya.

Berani Mengajukan Promosi pada Atasan? - Mommies DailyBukannya terlalu percaya diri atau tidak bisa menakar kemampuan diri sendiri, mengajukan diri untuk dipromosikan jabatan kepada atasan. Bisa saja, kan, mommies sudah merasa melakukan semua job desc dengan maksimal, namun belum ada perhatian khusus dari perusahaan. Lalu sampailah di titik, mommies merasa mampu mengemban sesuatu yang lebih dari sebelumnya. Sebelum, membuat mengajukan promosi pada atasan, sebaiknya mommies memperhatikan 3 hal berikut ini.

Baca juga: Ingin Cepat Mendapatkan Promosi? Lakukan Hal Ini!

1. Lihat penguasaan kompetensi di posisi saat ini.

Ketika mommies yakin bahwa mommies mampu menyelesaikan semua cakupan tugas yang menjadi tanggung jawab mommies dengan hasil yang baik, maka itulah saatnya mommies memikirkan untuk mendapatkan promosi. Artinya, mommies yakin bahwa mommies telah menguasai kompetensi kunci yang disyaratkan untuk berhasil di dalam pekerjaan mommies saat ini. Jika ternyata masih banyak kompetensi yang belum dikuasai secara maksimal, sehingga peluang untuk room for improvement masih sangat banyak, adalah lebih baik untuk fokus mengembangkan diri di area-arena ini terlebih dahulu.

Baca juga: 5 Keterampilan yang Akan Membawa Anda ke Puncak Karier

2. Pantau konsistensi kinerja

Jika mommies telah secara konsisten mampu memenuhi bahkan melebihi target-target yang ditetapkan perusahaan, dan mommies merasa bahwa sudah tiba saatnya untuk mencari challenge yang lebih kompleks demi pengembangan diri, maka itulah waktu terbaik untuk mengajukan promosi kepada atasan. Why not? Try it!

3. Bagaimana menyampaikannya?

Data-data tak terbantahkan yang menunjukkan kontribusi signifikan mommies bagi kemajuan perusahaan adalah senjata terkuat mommies untuk mengajukan promosi. Mulailah dengan bertanya peluang-peluang yang tersedia dalam organisasi yang membantu mommies untuk berkembang lebih tinggi lagi. Tunjukkanlah data-data pendukung yang mommies miliki tentang kontribusi mommies tadi. Nyatakan dengan semangat positif dan percaya diri, tanpa perlu merengek dengan nada frustasi. Sampaikan komitmen mommies untuk tetap berkontribusi di level tertinggi bagi organisasi, tapi komunikasikan juga harapan-harapan karir mommies ke depan. Berbagilah aspirasi karir mommies kepada atasan.

Jangan kehilangan asa jika peluang promosi belum tersedia karena berbagai hal. Ketika mommies menyatakan aspirasi karier mommies, sesungguhnya mommies telah memberikan informasi penting bagi perusahaan yang harus mereka pertimbangkan. Itu jauh lebih baik dibandingkan jika mommies bersikap seolah semuanya baik-baik saja. Tanpa keberanian mengemukakan aspirasi, maka perusahaan tidak menangkap apa yang mommies inginkan.

Oya, jangan lupa jalinlah relasi dengan pihak-pihak yang juga menentukan karier di dalam perusahaan. Misalnya, dengan atasan dari atasan mommies, departemen SDM, juga atasan-atasan di departemen lain. Beranilah tampil dalam berbagai forum, karena prestasi dan kompetensi sebaik apapun tetap perlu “dijual” dengan cara yang elegan kepada berbagai pihak.

Baca juga: Komunikasi Antar Divis, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Artikel ini ditulis oleh: Billy Latuputty, Consultant EXPERD.


Post Comment