10 Masalah yang Paling Sering Terjadi di Dalam Pernikahan

Dari sekian banyak penyebab masalah dalam pernikahan, apa yang menempati 10 urutan teratas?

10 Masalah yang Paling Sering Terjadi di Dalam Pernikahan - Mommies Daily

1. Perselingkuhan
Sebuah survey yang dilakukan oleh National Opinion Research Center’s General Social Survey menyebutkan bahwa sejak social media semakin happening, terjadi peningkatan perselingkuhan sebanyak 40%! Nggak heran perselingkuhan menduduki posisi nomor satu sebagai penyebab tingginya perceraian. Ini termasuk hubungan jangka pendek seperti one night stand, chit chat di WA yang mengarah kepada percakapan seksual, hingga perselingkuhan yang lebih serius sehingga membuat pernikahan menjadi hancur.

Baca juga:

5 Penyebab Tertinggi Terjadinya Perceraian

2. Problem seksual
Masalah seksual menempati posisi kedua. Tertinggi adalah kelainan seksual yang tidak bisa ditoleransi oleh pasangan, misalnya kebiasaan sadomasokis. Penyebab lainnya adalah ketika pasangan kita memiliki libido tinggi sedangkan kita tidak bisa mengimbangi.

Baca juga:

6 Types of Foreplay that Woman Want

3. Masalah finansial
Suami yang tidak mampu mencukupi nafkah lahir untuk istri dan anak, pasangan yang terlalu boros atau adanya ketidak jujuran finansial antara sama sama lain.

4. Perbedaan pola asuh
Kadang, sebelum memiliki anak kita lupa untuk membicarakan seperti apa pola pengasuhan yang akan kita terapkan kepada anak-anak kita. Sehingga begitu sudah memiliki anak, terjadi perbedaan mendasar dalam urusan mendidik anak dan tak jarang ini menimbulkan pertengkaran demi pertengkaran.

5. Perbedaan pola pikir atau tujuan hidup
Ketika pernikahan sudah berjalan sekian tahun, pengalaman hidup juga menempa kita dengan cara berbeda, bisa saja terbentuk pola pikir yang baru, tujuan hidup yang berbeda dari awal pernikahan terbentuk. Suami fokus kepada urusan materi misalnya, sedangkan istri fokus kepada urusan agama. Hal-hal seperti ini menjadi penyebab timbulnya keretakan dalam rumah tangga. Maka, nggak ada salahnya setiap tahun, suami dan istri mengevaluasi tujuan hidup keluarga mereka kembali. Menyamakan pandangan dan tujuan.

6. Kurangnya komunikasi
Terlalu sibuk dengan aktivitas harian, terlalu sibuk mengurus anak dan menganggap bahwa pasangan sudah pasti paham apa yang kita inginkan, membuat komunikasi antara suami istri pada akhirnya akan mati secara perlahan. Komunikasi yang buruk bisa menjadi awal dari kehidupan rumah tangga yang jauh lebih buruk.

7. Rasa bosan dalam pernikahan
Setelah menikah, merasa tidak ada lagi yang perlu diperjuangkan untuk mempertahankan rasa cinta, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan hingga setiap tahun berjalan begitu-begitu saja. Tidak merasa perlu ada kejutan-kejutan untuk pasangan. Akhirnya perlahan bosan dan kemudian mati rasa.

8. Tidak akur dengan keluarga dari pernikahan kedua
Ketika akan menikah kembali, jangan lupa bahwa interaksi yang terjadi itu tidak hanya antara suami dan istri. Terlau berfokus dengan hubungan antara suami dan istri, malah melupakan anggota keluarga lain membuat pernikahan akan jalan di tempat atau bahkan memburuk, karena penolakan-penolakan yang terjadi.

9. Tidak adanya tanggung jawab
Ayah kurang ikut bertanggung jawab dalam pengurusan anak, ibu kurang tanggung jawab dalam mengurus rumah, kepala keluarga kurang bertanggung jawab dalam urusan finansial, dan masih banyak lagi tanggung jawab yang diabaikan.

10. Pasangan yang tidak suportif di masa kehamilan
Nah, kan, bahkan suami yang tidak suportif untuk urusan kehamilan juga masuk ke dalam daftar masalah dalam rumah tangga yang cukup menganggu.

Jadi, kembali lagi, tanyakan ke diri kita, apakah di antara 10 poin di atas, kita sedang melakukannya?


Post Comment