Harus Bagaimana Saat Kita Nggak Suka Teman Main Anak Kita?

Ditulis oleh: Dewi Warsito

Nggak perlu langsung melarang anak kita bergaul sama temannya, sih, mom. Ada cara lain yang pernah saya lakukan.

Berhubung rumah kami dekat sekali dengan sekolah, tak jarang tiap pulang sekolah, Awan kembali dengan sekelompok teman-temannya. Beberapa dari mereka ingin bermain di rumah sembari menunggu dijemput. Saya, sih, nggak masalah. Punya teman dekat yang dibawa ke rumah, menurut saya adalah hal yang wajar. Hanya saja, saya sedikit kurang sreg dengan seorang temannya. Datang tak mengucap salam, pulang pun main pergi begitu saja. Tanpa pamit, tahu-tahu sudah melesat meninggalkan pintu pagar rumah terbuka lebar. Selama bermain pun saya dengar dia lebih egois, padahal mainan yang dimainkan milik anak saya.

Saya, sih, nggak mau melarang Awan untuk berteman dengannya. Bagaimana pun, sikap negatif dari seseorang tetap ada manfaatnya, yaitu sebagai pembelajaran. Tapi saya juga nggak mau ia ikut nggak sopan, dan terpengaruh sifat yang negatif.

Harus Bagaimana Saat Kita Nggak Suka Teman Main Anak Kita? - Mommies Daily

Baca juga:

Pentingnya Mengenal Teman-teman Dari Anak Kita

Hubungan yang Positif
Sebuah studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa remaja yang memiliki hubungan positif dengan orangtuanya, memiliki kemungkinan 60% lebih tinggi untuk tidak terlibat dengan aktivitas negatif dan pengaruh jelek teman-temannya. Artinya, penting buat saya, untuk selalu menemukan cara tetap dekat dengan anak-anak. Be present! Saat menghabiskan waktu bersama anak, kita harus benar-benar terlibat. Nah, saat kita melakukan aktivitas bersama itulah, kita bisa menyelipkan nasihat-nasihat, serta pandangan-pandangan positif yang kita anut sehingga secara nggak sadar akan terbawa hingga ia remaja kelak.

Tidak Lupa Mengingatkan
Sebisa mungkin saya selalu ingatkan anak saya, untuk juga mengingatkan temannya agar menyapa dan berpamitan pada empunya rumah. Hal ini untuk menunjukkan kesopanan. Kalau menurut anak saya dia sudah mengingatkan, tapi masih dilakukan juga, saya tak segan menegur langsung. Tentunya dengan bahasa anak-anak dan tanpa nada bicara yang tinggi. Kecuali si teman sudah kelewat batas.

Nggak Nafsu Melarang Berteman
Biasanya, sih, yang namanya insting ibu kuat. Sekali lihat, kita bisa tahu, anak ini kemungkinan besar bakal jadi pengaruh jelek buat anak kita. Cuma, jangan terlalu bernafsu melarang. Wait and see. Persahabatan atau pertemanan itu bisa datang silih berganti. Belum tentu pertemanan dengan teman yang membawa efek negatif itu bertahan lama, lho. Bisa jadi tanpa kita nasihati, anak kita sudah nggak nyaman sendiri dan memutuskan untuk nggak lagi gaul dengan anak yang kita nggak suka itu. Lebih simpel, kan?

Percayakan Pada Anak Kita
Kalau kita kelihatan nggak percaya, anak cenderung lebih defensif. Ingat, kalau mama papa kita dulu suka marah-marah melarang kita dugem (duh, ketauan banget, deh, umur gue), kita malah keukeuh pengen jalan, kan? Kalau perlu lompat jendela. Hahaha… Sama, deh, sama anak kita sekarang. Rasa nggak percaya sama anak kita, mudah merusak kepercayaan dirinya, dan membuat dia jadi gampang terpengaruh dengan teman-temannya.

Baca juga:

Kenapa Ya Anak Suka Menggigit Kalau Berantem?


Post Comment