Tidak Bisa Ditunda, Ajarkan Remaja Mengatur Keuangan

Ditulis oleh Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance.

Riset yang dilakukan oleh The University of Cambridge, menunjukkan kebiasaan mengatur keuangan terbentuk sejak usia 7 tahun.

Apakah ada di antara mommies yang memiliki anak yang akan memasuki masa remaja? Pertengahan tahun ini, anak pertama saya akan mulai memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama atau Middle School. Selain perkembangan dari sisi fisik dan psikologi, urusan mengatur keuangan juga sebaiknya mulai dikembangkan lagi. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh The University of Cambridge baru-baru ini menemukan bahwa kebiasaan mengatur uang seseorang sebenarnya terbentuk sejak usia 7 tahun. Maka, agar anak kelak menjadi pribadi yang pandai mengatur keuangannya, mengajarkannya mengatur keuangan sejak masa remaja sudah tidak bisa  ditunda lagi.

Tidak Bisa Ditunda, Ajarkan Remaja Mengatur Keuangan - Mommies DailyImage: www.thekrazycouponlady.com

Secara umum, tujuan utama yang orangtua sebaiknya tetapkan dalam mengajarkan remaja adalah meningkatkan kemampuannya untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk digunakan di masa depan. The sooner you save, the faster your money can grow from compound interest. Artinya, remaja harus memahami bahwa semakin hari daya beli uang akan semakin menurun secara nilai dan remaja harus mulai memikirkan masa depannya. Ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan untuk remaja usia 12 tahun hingga 15 tahun.

  1. Ajak Remaja Punya Tujuan yang Besar

Agar remaja punya semangat untuk menyisihkan, maka mereka sebaiknya menetapkan suatu tujuan keuangan yang cukup besar. Misalnya, untuk anak remaja yang ingin memiliki perangkat gadget yang lebih canggih, maka orangtua bisa aja memberikan modal awal hanya sebesar setengah dari harga barang. Agar remaja dapat membeli, maka mereka harus mau menunda berbagai konsumsi kurang penting bulan ini agar uang dapat terkumpul.

Baca juga: Ajarkan Anak Tentang Literasi Keuangan Agar Ia Tidak Konsumtif dan Memiliki Empati

  1. Uang Jajan Mingguan

Hentikan pemberian uang jajan secara harian atau secara ad hoc, agar kemampuan mengatur uang dapat terasah, maka sebaiknya uang jajan diberikan setiap minggu termasuk untuk akhir pekan. Dengan demikian, remaja dapat mengalokasikan berapa besar uang jajan yang mampu dimiliki setiap hari dan juga berapa besar yang harus disisihkan untuk akhir pekan.

Baca juga: Memberikan Uang Saku untuk Anak, Perhatikan 4 Hal Ini Dulu

  1. Buka rekening investasi

Remaja apalagi yang menjelang SMA, sebaiknya sudah memiliki satu jenis aset investasi. Tujuannya agar mereka dapat membandingkan perbedaan menyimpan uang di tabungan dengan menyimpan uang di aset investasi. Secara sederhana, remaja dapat diajak berinvestasi di produk reksa dana  (dengan bantuan QQ nama dari orang tua) atau membeli emas batangan.

Baca juga: Tren Investasi 2017, Apa Saja, Ya?

  1. Beri kebebasan pakai kartu ATM & Debit

Ada baiknya, remaja memiliki rekening tabungan sendiri yang ditujukan untuk pembelanjaan. Remaja sebaiknya belajar mengelola uang dengan menggunakan kartu ATM dan juga kartu debit untuk transaksi pembeliannya. Orang tua memantau dengan cara memasang fitur notifikasi sms untuk setiap transaksi dan juga membatasi jumlah dana yang ditempatkan di rekening belanja tersebut. Live a Beautiful Life!

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment