Jenna Lani, Bicara Soal ‘Resep’ Memertahankan Bisnis & Dapatkan Kulit Sehat

Jenna Lani, adalah salah satu sosok perempuan yang akrab dengan forum Female Daily Network. Dengan saya ia pun berbagi cerita soal sisi posistif yang bisa diambil baik setelah menjadi member FDN, baik secara personal maupun bisnis yang ia jalankan.

Kalau Mommies sudah lama gabung di forum Female Daily Network, dan sering main ke thread beauty warehouse mungkin sudah familiar dengan sosok perempuan yang satu ini, Jenna Lani. Saya sendiri sudah sangat familiar dengan sosoknya, maklum saja selain aktif di forum, Mbak Jenna  Lani juga cukup aktif datang ke acara off line Female Daily.

Di kalangan Female Daily Netwook sendiri Mbak Jenna Lani dikenal sebagai beauty enthusiast. Kalau ‘mengintip’ akun Instagram pribadinya, saya yakin banyak perempuan yang kepengen punya wjah kulit sehat dan bisa selalu tampil sexy di semua foto Instagram-nya. Tapi perlu diketahui kalau aslinya, kondisi kulit dan tampilan Mbak Jenna sehari-sari itu memang seperti itu, lho!

Belum lama ini saya pun punya kesempatan ngorol dengannya, di awal pembicaraan ia bercerita kalau sudah begabung dengan Forum FDN sejak April 2009. “Awal mula mengetahui Female Daily Network, sejak masih bernama Fashionesedaily. Sebenarnya itu pun secara nggak sengaja, disaat mencari info tentang rekomendasi salon rambut. Tapi waktu itu masih belum sign up. Baru setelah bertemu dengan rekan yang juga bergerak di bidang kreatif menyarankan untuk gabung. Dan selanjutnya sampai saat ini pun tetap member FD”.

jenna lani mommiesdaily

Obrolan kami pun kian mengalir, mulai dari ngobrolin forum Female Daily Network, bagaimana Mbak Jenna mendapatkan kulit sehat, hingga kesibukannya sebagai womanpreneur. Simak obrolan saya, yuk!

Menurut Jenna sendiri, apa saja manfaat yang bisa diambil ketika bergabung dan aktif di forum FDN? Baik untuk diri sendiri termasuk bisnis yang sedang dijalankan.

Manfaat sebagai member FD jadi lebih update trend lifestyle terkini. Selain itu yang paling krusial, adalah menambah tali pertemanan dan nggak  jarang tumbuh jadi persahabatan. Sedangkan ditilik dr segi bisnis, yang jelas memberikan sisi positif berupa promosi Siren secara tidak langsung.

Oh, ya, biasanya kan kalau di forum ini jadi tambah teman, ya. Ada nggak anggota member forum yang akhirnya benar-benar akrab in real life?

Tentunya ada dong, beberapa member jadi bener-bener akrab in real life. Kita bahkan berusaha menyisihkan waktu khusus untuk rutin ketemuan.

Sekarang mau membahas ke bisnis yang Jenna jalankan, ya…. Ceritain, dong, mengenai bisnis Siren Clothing yang Mbak Jenna jalankan? Sejak kapan dijalankan?

Awal lahirnya Siren di tahun 2006, saat itu masih mengerjakan pemesanan khusus berupa uniform dan merchandise untuk klien-klien restoran, kapal, pesiar, dan villa. Baru setelah 2009 Siren mulai memasarkan produk Women’s Clothing ready to wear melalui media Facebook. Butik Siren sendiri baru ada sejak tahun 2011 dengan konsep koleksi lebih ke cocktail dan ready to wear. Dengan seiring jalannya waktu dan by demand juga, Siren lebih fokus ke custom-made order.

Dari sekian banyaknya lahan bisnis yang ada, kenapa memilih bisnis ini? Apa memang didasari ada latar belakang pendidikan dibidang desain baju?

Memilih bisnis ini karena sejak usia muda sudah tertarik dengan kain dengan berbagai macam motif dan warna. Tipikal anak kecil yang suka sekali dengan beragam bentuk ;)  Kebetulan latar belakang pendidikan bukan di bidang desain. Sempat terlupakan  beberapa saat setelah menyelesaikan studi dan bekerja di bidang pekerjaan sesuai latar belakang studi. Baru setelah bekerja di bidang retail dan wholesale pakaian jadi, muncul lagi keinginan utk menggeluti bidang fashion lebih dari sekedar dari segi distribusi saja.

Boleh tahu, nggak untuk melakukan bisnis ini, berapa investasi yang dibutuhkan?

Agak private, ya, hehehe… yang jelas investasi terbesar lebih ke sewa gedung untuk usaha karena rata-rata pihak pengelola menetapkan masa sewa lebih dari satu tahun.

Pertama kali menjalani bisnis ini kesulitan terbesarnya apa saja, sih? Dan bagaimana cara menghadapinya?

Kesulitan awal ada di manpower, butuh proses yg tidak singkat untuk bisa menemukan tim yang solid. Dan biasanya tenaga kerja yg sudah punya cukup pengalaman akan mencari tantangan yang lebih menarik di tempat lain atau mencoba untuk memulai usaha sendiri. Jadi istilahnya workshop sebagai lembaga belajar non formal ;) Selama para eks karyawan tersebut mendapatkan yang lebih baik, saya sebagai eks atasan akan merasa sangat bangga tentunya.Pemasaran produk juga merupakan suatu tantangan tersendiri. Hingga saat ini pun Siren masih dalam tahap mencari formula yang tepat.

Sejauh mana dukungan suami terhadap bisnis yang Mbak jalankan?

Dukungan suami saat ini lebih ke dukungan moral seperti memberikan opini, feedback di saat dibutuhkan, semacam tempat curhat langganan, hahaha

Boleh, dong, minta beberapa kiat untuk para pembaca Mommies Daily yang ingin membuka usaha, langkah apa saja yang perlu diperhatikan dan bagaimana cara memertahankan bisnis?

Consistent; menjaga konsistensi konsep bisnis yg sejak awal dijalankan. Namun bukan berarti menolak adanya perubahan. Perubahan bersifat dinamis.

Persistance; masih berkaitan dgn konsistensi  diatas, selalu berusaha menjaga kestabilan konsep awal model bisnis.

Creativity; selalu berusaha memunculkan ide-ide segar. Ini yang agak susah biasanya, karena kita cenderung susah untuk keluar dari comfort zone.

jenna lani

Oh, ya, di forum FDN, Mbak Jenna cukup dikenal sebagai beauty enthusiast, bagi ‘resep’ dong bagaimana mendapatkan kulit sehat versi Mbak Jenna?

Minum air kurang lebih 3 liter setiap harinya. Jauhi rokok beserta asapnya. Berusaha mendapatkan istirahat kurang lebih 7-8 jam. Menjaga kelembaban dan kekenyalan kulit sangat penting mengingat hampir setiap hari saya mengenakan makeup. Minggu is my make-up free day, biasanya di hari Minggu saya melakukan scrub, nose pad, maskeran, layering skin care.

Apa saja, sih, beauty rules buat Mbak Jenna?

Cleanse, moisturize, exfoliate! Plus facial rutin sangatlah penting. Dalam setahun bisa 3-4 kali saya melakukan facial komplet.

Oh, ya, Mbak…. Sampai saat ini Mbak dan suami kan memang belum memiliki momongan, pernah nggak sih mendapatkan pertanyaan menyebalkan soal hal ini? Misalnya, kok, belum punya anak? Atau pertanyaan ‘menyebalkan’ laiannya? Jika pernah mengalami, bagaimana cara Mbak Jenna dan suami menanggapinya?

Saat ini sudah kebal rasanya dengan pertanyaan2 macam itu ;). Sebelum kita memutuskan untuk menikah, memang kita berdua komit utk tidak memiliki keturunan. Belum banyak orang yg bisa menerima keputusan kita itu dgn lapang dada. Khususnya dari pihak keluarga. Kita selalu berusaha untuk memberikan jawaban pendek ringkas cenderung diplomatis.

Semakin kesini sih untungnya sudah mulai agak jarang mendapatkan pertanyaan2 ‘menyebalkan’  :D Prinsip kita menanggapi pertanyaan sejenis itu easy going aja karena lebih seringnya orang bertanya hanya sekedar sebagai bahan pembicaraan alias basa-basi saja. Intinya kita nggak bakal bisa memuaskan rasa ingin tahu orang lain, anyway ;)


Post Comment