Apa yang Terjadi Pada Janin dan Ibu di Trimester Kedua?

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Kalau kemarin Thatha menulis tentang apa yang terjadi pada janin dan ibu di trimester pertama, kali ini saya mau bercerita tentang janin dan ibu di trimester kedua.

Kunjungan ke empat saya ke dokter kandungan kali itu dihiasi dengan wajah lumayan sumringah. Sebab, memasuki trimester kedua kehamilan akan terasa lebih nyaman. Mual muntah juga berkurang. Saya juga penasaran dengan perkembangan janin pada trimester ini. Konon, alat kelamin janin juga mulai terlihat pada trimester ini. Secara detail, saya menanyakan pada dr. Ade Permana, SpOG dari Rumah Sakit Medika BSD.

Usia 13-14 minggu

Saat ini janin sudah mulai terlihat seperti bentuk bayi nomal, meskipun ukuran kepala janin masih belum proporsional. Berat janin mencapai sekitar 23 gram. Selain itu organ reproduksi bayi juga mulai berkembang. Janin laki-laki sudah memiliki prostat dan janin perempuan sudah mulai menampakkan folikel pada ovariumnya. Ginjal janin juga sudah mulai bekerja. Kadang-kadang, cairan bisa tertelan oleh janin. Namun jangan khawatir, cairan ini akan dikeluarkan melalui urin. Meskipun saat ini oksigen masuk ke aliran darah janin melalui tali pusat, namun ia juga mulai belajar bernapas.

Usia 15-16 minggu

Saat ini janin bisa mendengar suara dari luar, suara usus ibu yang bergerak dan bahkan suara kita! Matanya juga menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Saatnya bermain bersama janin. Bahkan janin bisa membuat ekspresi wajah karena otot-otot wajah janin sudah bisa bergerak. Hanya saja, ia belum pandai mengontrolnya. Otot tubuh lain juga sudah berfungsi. Sehingga, tendangan janin sudah mulai bisa dirasakan meskipun masih lemah.

Usia 17-20 minggu

Bila dilihat dengan saksama, saat ini janin ternyata dilapisi oleh rambut tipis yang berguna untuk membuat tubuhnya tetap hangat. Karena ukurannya yang masih cukup kecil, baru 200 gram, saat ini janin juga leluasa untuk berakrobatik. Ia bisa jungkir balik di dalam rahim. Memasuki usia 20 minggu kehamilan, lengan dan kaki janin akan terlihat sedikit lebih panjang. Organ vital janin, seperti paru-paru, sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh sudah tumbuh dan berkembang, begitu juga tulang-tulangnya makin kuat.

Usia 21-22 minggu

Janin sudah berukuran sekitar 17 cm dan berat sekitar 350 gram. Otak janin juga berkembang lebih pesat. Sel-sel otak janin juga terus berkembang. Inilah saat yang tepat untuk memutarkan musik pada janin. Kelopak mata dan alisnya juga sudah mulai tampak jelas, bahkan bibir bayi juga mulai membentuk lebih baik.

Usia 23-24 minggu

Menuju trimester ketiga, janin mulai mengenal siklus tidur dan bangun. Sehingga, akan ada periode ketika janin menjadi sangat aktif dan terjaga, atau saat ia tidur. Tendangan janin juga sudah semakin kuat. Yang perlu diperhatikan, siklus tidur janin ternyata bisa saja berbeda dengan siklus tidur kita. Jadi, mulai deh bersiap-siap terbangun tengah malam akibat tendangan janin. Pada usia ini juga pernapasan janin berkembang dengan baik. Sehingga, bila janin lahir lebih cepat, pada dasarnya, di usia ini mungkin ia bisa bertahan hidup, hanya saja kelahiran pada usia kehamilan ini termasuk kelahiran prematur.

Sementara, ini yang terjadi pada tubuh ibu di trimester kedua:

Apa yang Terjadi Pada Janin dan Ibu di Trimester Kedua - Mommies Daily

1. Memasuki trimester kedua, gejala morning sickness seharusnya sudah mulai reda. Inilah saatnya bumil bisa menikmati makanan. Tapi, sel darah dan cairan dalam aliran darah meningkat, sehingga bisa menyebabkan pembengkakan. Untuk itu, gunakan sepatu yang nyaman, tidak berdiri terlalu lama dan meninggikan kaki saat sedang beristirahat.

2. Denyut jantung bumil ternyata meningkat. Untungnya, hormon progesteron membantu ‘melebarkan’ pembuluh darah sehingga darah bisa mengalir dengan mudah. Selain itu, hormon-hormon kehamilan saat ini meningkatkan pigmentasi di kulit. Tak heran, kalau kita menemukan guratan-guratan gelap di area-area tubuh tertentu.

3. Memasuki usia 5 bulan, ukuran kehamilan mulai besar dan terlihat. Ini juga saat yang tepat untuk berdandan, agar kehamilan menjadi tampak lebih seksi. Bagian sendi pinggul juga mengalami perubahan. Ovarium akan melepaskan hormon relaksin yang bisa melemaskan ligamen dan sendi di tubuh untuk persiapan melahirkan nanti. Saat proses melahirkan, ibu hamil akan membutuhkan otot-otot dan sendi pinggul yang fleksibel sehingga memungkinkan janin keluar dengan mudah. Namun, proses pelonggaran sendi dan otot ini berisiko meningkatkan sakit punggung, jadi hati-hatilah saat beraktivitas.


Post Comment