Sebelum Membelikan Anak Headphone Paling Hits, Baca Ini Dulu!

Ditulis oleh: Dewi Warsito

Berencana membelikan headphone canggih untuk si kecil? Tahan dulu moms, coba baca dulu yuk penjelasan saya.

Hari gini, bukan cuma saat mendengarkan musik saja, buat main game, hingga “nonton” youtube pun, sering kita temui, anak-anak menggunakan headphone atau earphone. Memang, kalau pakai headphone, apa pun yang kita dengar lebih mantap karena sound system-nya yang canggih. Sekilas headphone atau earphone ini nggak berbahaya, karena nggak mengeluarkan suara sebesar loud speaker yang biasa ada di konser-konser musik, dan memekakkan telinga. Tapi ternyata memakai headphone yang tidak tepat, bisa mengakibatkan gangguan pendengaran pada anak, lho, moms. Kenapa, ya?

Sebelum Membelikan Anak Headphone Paling Hits, Baca Ini Dulu! - Mommies Daily

Batas Maksimal
Semua itu ada batasnya. Makan ada batasnya, main ada limitnya, pun pendengaran kita. Gendang telinga kita masih aman bila mendengarkan suara di bawah 85 desibel. Sementara untuk mendengarkan suara dalam jangka waktu yang lama, disarankan di bawah 75 desibel. Perbandingan saja, nih, untuk percakapan normal (tanpa nada tinggi) biasanya ada pada intensitas 60 desibel. Sementara untuk kebisingan yang diakibatkan oleh kemacetan, bisa mencapai 85 desibel. Headphone atau earphone warna-warni, lengkap dengan teknologi canggihnya, jika digunakan hingga batas maksimal, bisa mencapai 114 desibel. Jadi kebayang, ya, sekeras apa suara yang didengar anak-anak ketika mereka menggunakan headphones tanpa tahu batasan amannya?

Earphone atau Headphone?
Kalau ditilik dari pernyataan yang dikeluarkan Audio Engineering Department, Houston University, earphone yang saat digunakan harus terpasang ke dalam telinga akan mengantarkan tekanan suara lebih keras, bila dibandingkan dengan headphone yang hanya menempel di daun telinga. Jadi, memang amannya anak-anak pakai headphone saja, moms :D.

Paling Aman
Penggunaan headphones sebenarnya nggak berbahaya, asal tahu batasan amannya. Namun, yang namanya anak-anak, suka lupa atau bablas. Untuk itu, amannya kita bisa pilihkan headphone yang memiliki fitur bluetooth. Mengapa? Jika headphone digunakan dalam mode bluetooth, kemungkinan anak untuk mendengarkan suara dalam volume yang keras tidak dapat berlangsung lama, karena bagaimana pun, bluetooth bergantung pada kesediaan daya baterai. Semakin dipakai, semakin menurun pula dayanya. Dibanding bila menggunakan kabel, headphone yang memakai mode bluetooth kebanyakan tidak mencapai intensitas suara hingga 85 desibel.

Tetap Diawasi
Penggunaan headphone pada anak tetap harus di bawah supervisi orangtuanya. Walau pun kita sudah memilihkan headphone dengan bluetooth, kita juga harus rajin mengingatkan anak untuk setiap penggunaan headphone dalam waktu lama, ia sebaiknya istirahat sejenak dan membuka headphonenya satu jam sekali. Sarankan juga untuk lebih baik membatasi volume headphone di 60% saja. Gampangnya, jika saat menggunakan headphone dia masih bisa mendengarkan suara kita berbicara, maka volume headphone-nya aman. Tapi ketika dia menjawab dengan berteriak, sementara kita bertanya dalam nada normal, nah, itu artinya volume headphonenya sudah harus dikecilkan.


Post Comment